AJI Kota Mandar Serukan Presiden Jokowi dan Oligarki Media Mencengkeram Kuat Intervensi Independensi Pers

- Jurnalis

Selasa, 13 Februari 2024 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota AJI KOta Mandar melakukan aksi damai di depan kantor KPU Sulbar.(Foto/Aji)

Anggota AJI KOta Mandar melakukan aksi damai di depan kantor KPU Sulbar.(Foto/Aji)

MAMUJU, indigo99.com | Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyatakan sikap protes terhadap Presiden RI Joko Widodo, yang dinilai keluar dari jalur Demokrasi.

Dalam sikap protes yang disuarakan berlangsung di depan kantor KPU Provinsi Sulbar. Ketua AJI Kota Mandar, Rahmat menyampaikan bahwa saat ini Indonesia di bawah ke pimpinan Presiden Joko Widodo,
Indonesia telah mengalami kemunduran demokrasi yang luar biasa. Dan penghormatan terhadap hak asasi manusia diabaikan demi mempertahankan investasi yang menguntungkan oligarki.

Kepemimpinan Presiden Jokowi yang anti-demokrasi telah ditunjukkan dengan pengesahaan sejumlah undang-undang yang justru mengancam HAM dan memperlemah institusi demokrasi mulai dari Perpres jabatan fungsional TNI, revisi UU KPK,UU Cipta Kerja, Kitab Undang-undang Hukum Pidana dan UU Informasi dan Transaksi Elektronik yang masih memuat pasal-pasal berbahaya bagi kebebasan berekspresi dan kebebasan pers.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Represi dan kriminalisasi terhadap kritik dan pembela hak asasi manusia telah mempersempit ruang kebebasan sipil. Alih-alih mendengarkan aspirasi rakyat, masyarakat sipil yang berunjuk rasa atas berbagai undang-undang yang mengancam itu, justru ditindak dengan kekerasan. Alih-alih mengakomodir masukan dari rakyat, aktivis yang mengkritik kebijakan justru diancam dengan pasal-pasal pidana.

Baca Juga :  Kapolda Sulbar Mempertanyakan Gergaji Bisa Masuk Sel Tahanan Polres Polman.

Di bawah rezim Jokowi pula, kata dia, kebebasan pers mencapai situasi kritis. Pada 2023, 89 kasus serangan menargetkan jurnalis dan media, tertinggi sepanjang satu dekade. Kekerasan demi kekerasan yang terjadi tanpa diikuti penyelidikan yang serius dan imparsial, mengakibatkan siklus kekerasan pada jurnalis tak pernah berhenti.

Oligarki media masih mencengkeram kuat sehingga mengintervensi independensi pers, UU Cipta Kerja memberangus kesejahteraan pekerja termasuk jurnalis, UU ITE disalahgunakan untuk mengancam 38 jurnalis. Kebebasan pers didukung saat perannya jauh lebih dibutuhkan di tengah demokrasi yang turun.

Saat ini, Presiden Jokowi makin menunjukkan ambisinya melanggengkan kekuasaan dengan cara yang kotor: melemahkan Mahkamah Konstitusi yang kemudian melahirkan politik dinasti, menyalahgunakan sumber daya negara dan mengintimidasi oposisi. “ Rezim Jokowi mengabaikan pentingnya Pemilu yang jujur, adil dan berintegritas. Dan tidak ada demokrasi dalam Pemilu yang cacat. Tidak ada kebebasan pers jika demokrasinya mati.” terang Rahmat.

Baca Juga :  Demo Jilid II di Kantor Gubernur, Massa HMI Minta Pj Bahtiar Baharuddin Minta Maaf

Maka, AJI Indonesia bersama 40 AJI Kota menyatakan sikap :
1. Presiden Jokowi harus berhenti menyalahgunakan kekuasaan karena merusak demokrasi dan integritas pemilu.
2. Menghentikan berbagai jenis kekerasan terhadap masyarakat sipil yang menyampaikan ekspresi serta mengawasi integritas Pemilu.
3. Memastikan pers dapat bekerja secara independen dan bebas dari kekerasan, kriminalisasi serta intervensi kepentingan politik.

Dalam aksi damai yang di gelar AJI Kota Mandar, juga dihadiri anggota IWO Sulbar, AMSI serta perwakilan HMI dan PMII. Setelah membacakan pernyataan sikap AJI Kota Mandar, massa aksi membubarkan dengan baik.

 

 

Editor : Aji

Berita Terkait

Usuang Tema The Heritage of Mamuju, Semarak Manakarra Fair 2024, Hari ini Kembali Dibuka
Gercep Polres Mateng Amankan Pelaku Penyiram Air Keras
Pj Gubernur Tiba – Tiba Kunjungi Gedung Radioterapi Sulbar, Progres Perbaikan Atap Plafon Rampung
Unras di Kantor Gubernur Berujung Bentrok, 2 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
Demo Jilid II di Kantor Gubernur, Massa HMI Minta Pj Bahtiar Baharuddin Minta Maaf
Soal Atribut HMI, Kasatpol PP Sulbar Minta Maaf
Dugaan Korupsi, 2 Kadis di Pemprov Sulbar Dilaporkan Kejaksaan
Simbol HMI di Injak, Ketua HMI Manakarra Beri Waktu Pelaku Untuk Minta Maaf

Berita Terkait

Jumat, 12 Juli 2024 - 08:38 WIB

Usuang Tema The Heritage of Mamuju, Semarak Manakarra Fair 2024, Hari ini Kembali Dibuka

Kamis, 11 Juli 2024 - 11:27 WIB

Gercep Polres Mateng Amankan Pelaku Penyiram Air Keras

Kamis, 11 Juli 2024 - 07:43 WIB

Pj Gubernur Tiba – Tiba Kunjungi Gedung Radioterapi Sulbar, Progres Perbaikan Atap Plafon Rampung

Rabu, 10 Juli 2024 - 18:39 WIB

Unras di Kantor Gubernur Berujung Bentrok, 2 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Rabu, 10 Juli 2024 - 17:47 WIB

Demo Jilid II di Kantor Gubernur, Massa HMI Minta Pj Bahtiar Baharuddin Minta Maaf

Rabu, 10 Juli 2024 - 12:15 WIB

Dugaan Korupsi, 2 Kadis di Pemprov Sulbar Dilaporkan Kejaksaan

Rabu, 10 Juli 2024 - 10:30 WIB

Simbol HMI di Injak, Ketua HMI Manakarra Beri Waktu Pelaku Untuk Minta Maaf

Rabu, 10 Juli 2024 - 09:15 WIB

Pasca Plafon Ambruk, Gedung Bunker Radiasi RSUD Sulbar 19,4 Miliar Jadi Sorotan Publik

Berita Terbaru

AKBP Hengky, Kasubdit  IIITipikor Direktorat Polda Sulbar.(Foto/Aji)

Headline

Gercep Polres Mateng Amankan Pelaku Penyiram Air Keras

Kamis, 11 Jul 2024 - 11:27 WIB

error: Content is protected !!