Warga Protes Aktivitas PT. Bosowa Beton di Jalan Soekaro Hatta Mamuju

- Jurnalis

Rabu, 17 November 2021 - 05:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketfot : aktiviats Perusahaan PT Bosowa Beton di jalan Soekarno Hatta Mamuju.

Ketfot : aktiviats Perusahaan PT Bosowa Beton di jalan Soekarno Hatta Mamuju.

indigo99.com | Warga yang bermukim di Jalan Soekarno Hatta kota Mamuju, telah melayangkan somasi kepada pihak PT.Bosowa Beton, yang berada di Lingkungan Padang Panga Kelurahan Simboro Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ). 

Salah satu alasan layangkan somasi karena aktivitas perusahaan berdampak pada pencemaran lingkungan. Somasi yang kedua kalinya, setelah somasi pertama dinilai pihak PT Bosowa Beton ingkar janji. Dimana kesepakatan awal warga memberi toleransi kepada pihak perusahaan selama 30 hari hingga batas waktu berakhir pada 7 November 2021, aktivitas perusahaan masih terus berlangsung.

Dalam surat somasi ada 4 point dampak yang ditimbulkan akibat aktivitas PT Bosowa Beton.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertama, Debu –  debu semen yang halus telah masuk kerumah – rumah warga dan ruang – ruang sekolah, ruang publik, serta menempel di atap rumah warga. Tentu berdampak bagi kesehatan warga.

Kedua, limbah yang mengandung air semen  yang mengalir di jalan raya, setelah kering akan menjadi debu – debu yang beterbangan saat dilewati kendaraan.

Ketiga, suara bising dari aktivitas perusahaan disiang hari, bahkan hingga subuh sangat mengganggu warga setempat.

Keempat, aspek legalitas perusahaan yang dinilai warga tak mengantongi izin operasional. Hal itu dibenarkan warga setelah mempertanyakan ke dinas terkait.

Arsyad yang bermukim di sekitar perusahaan itu, mengaku sangat terganggu adanya aktivitas perusahaan Bosowa yang berada di jalan Soekarno Hatta. Dia mengaku, sejumlah dampak yang sudah dirasakan oleh masyarakat diantaranya, polusi yang dihasilkan perusahan sangat mengganggu masyarakat. limbah – limbah perusahan sudah merambah ke jalan serta bising perusahaan sangat mengganggu masyarakat apalagi di lokasi perusahaan dekat dengan sekolah.   

Baca Juga :  Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

“ penolakan aktivitas kegiatan tidak pantas perusahaan seperti itu di tengah – tengah pemukiman warga karena berdampak pada lingkungan seperti debunya merambah kemana – mana dan limbah nya mengalir kemana- mana apalagi suaranya sangat kami terganggu pak, “ jelas Arsyad.

Ari selaku pengawas PT.Bosowa Beton mengatakan, memang ada keluhan warga soal aktivitas perusahaan. Terkait soal itu kata Ari, mengaku sudah menyurat kepada 12 orang yang mengaku komplain untuk mengadakan pertemuan namun slow respon.    

“ Kan begini Kemarin sudah kami menyurat kepada 12 warga yang komplen itu, kami sudah kasikan surat satu persatu tetapi tidak mau ketemu, kami kan cari bagaimana baiknya tanpa ada yang dirugikan. Apalagi kegiatan yang kami lakukan ini ada izin dari pemerintah karena kegiatan ini adalah proyek tanggap darurat, “ kata Ari kepada indigo99.com. Rabu ( 17/11 )

Ari mengaku aktivitas PT.Bosowa Beton dengan menyuplai Readymix adalah proyek tanggap darurat bencana untuk melayani perkantoran pemerintahan di Provinsi Sulbar, yang hancur dihantam gempa seperti Korem, KPU dan RSUD dan tidak melayani proyek umum.

“ Kita disini tidak melayani umum hanya proyek tanggap darurat. Sebenarnya dari dulu kita mau angkat kaki dari sini cuman Korem menahan karena tanggap darurat harus di kerja punya proyek, makanya kami libatkan Korem kalau ada pertemuan, “jelas Ari

Lanjut dia katakan, pernah ketemu salah seorang warga yang menyurat ke Perusahaan sebagai bentuk protes. Dan pihak perusahaan berusaha menemui dan meminta kepada untuk mencari solusi agar tidak ada yang dirugikan. Dan saat itu semua permintaan warga sudah dituruti oleh pihak perusahaan.

Baca Juga :  KPU Mamuju Siap Tindak Lanjuti Temuan Bawaslu

“ Kami sudah penuhi permintaan warga seperti meminta jalanan disiram Tiga kali sehari, pemasangan terpal diatas decompline nya  dan jalanan yang masuk pengambilan beton kan lumpur kemarin dan itu kami sudah beton supaya lumpur tidak mengalir keluar. Semua kami sudah penuhi pak apa permintaan nya mereka, “ ungkapnya

Bahkan kata dia, soal ini pernah sudah di mediasi oleh Pemerintah Kelurahan Simboro, dengan kembali dilayankan surat kepada 12 orang yang komplain itu namun yang diundang tidak bersedia hadir di kantor Lurah Simboro

“ pak lurah meminta pertemuan di kantor untuk dimediasi mau cari titik temunya dimana. Tetapi tidak ada yang mau datang bahkan saya ajak ketemu di Warkop juga tidak bersedia. Kami lakukan ini untuk mencari jalan terbaiknya, “ ungkapnya.

Ari mengaku, jika aktivitas perusahaan ini macet atau tidak berjalan pasti pelayanan material Ready Mix untuk proyek pemerintah pasti terhambat dan dipastikan tidak berjalan.

“ Karena kami ini melayani proyek tanggap darurat tentu harus jalan terus. nah, jika ini macet atau tidak berjalan sudah pasti proyek pemerintah seperti Korem, KPU dan RSUD pasti terganggu dan lambat karena memang kami yang menyuplai materialnya, “ pungkas Ari**

Pewarta indigo99.com : Adji / Mursalim Majid

Berita Terkait

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju
Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM
Dorong Promosi Tenun Sekomandi, Bupati Mamuju Keluarkan Edaran Untuk ASN
Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman
Harga Beras Melambung, Ini Kata Bupati Mamuju Sutinah
Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera
Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan
Cerita Nenek Asal Sampaga Jadi Korban Hipnotis, 8 Komplotan Pelaku 7 Pelaku Asal Sulsel 1 Sulbar
Berita ini 308 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:08 WIB

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:33 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:02 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman

Rabu, 28 Februari 2024 - 12:56 WIB

Harga Beras Melambung, Ini Kata Bupati Mamuju Sutinah

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:45 WIB

Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

Rabu, 28 Februari 2024 - 09:36 WIB

Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme

Rabu, 28 Februari 2024 - 08:03 WIB

Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:04 WIB

Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Feb 2024 - 15:33 WIB

error: Content is protected !!