Wakil Bupati Mamasa Sebut Lambatnya Pembangunan Kabupaten Mamasa Karena ini

- Jurnalis

Kamis, 19 Mei 2022 - 02:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMASA, indigo99.com | Wakil Bupati Mamasa, Martinus Tiranda, tidak mempersoalkan adanya setiap kritikan dan saran yang diberikan oleh masyarakatnya.

Menurutnya setiap kritikan baik secara langsung, maupun di media sosial. Secara pribadi dirinya menganggap itu hal biasa.

Hal itu diungkapkan, Martinus Tiranda, saat menghadiri undangan rapat Paripurna DPRD Mamasa, terkait LKPJ Bupati Mamasa, Rabu, 17/05/22.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setiap kritikan selaku Pemda kabupaten Mamasa, kami ucapkan terima kasih setiap masukkan yang diberikan kepada kami” Katanya.

Baca Juga :  Diduga Bom Ikan Meledak, Nelayan Asal Kabuloang Mendapat Perawatan Serius

Namun menurutnya setiap kritikan yang menyudutkan Pemerintah. Mungkin mereka tidak tahu apa yang terjadi.

” Ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu” Ungkapnya sambil tersenyum.

Martinus Tiranda yang diwawancarai Jurnalis indigo99.com beberapa waktu lalu saat menghadiri kegiatan Bakti Sosial ( Baksos) yang dilakukan Eksponen Perjuangan Kabupaten Mamasa.

Baca Juga :  Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

Martinus mengatakan, soal lambatnya pembangunan di Kabupaten Mamasa karena baru dr- baru ini dilanda Pandemi Covid 19.

” Baru-baru ini, kita dilanda Pandemi Covid 19, jadi itu yang menghambat lambatnya pembangunan yang sebelumnya sudah diprogramkan Pemerintah ” Katanya lagi.

Namun demikian, pihaknya terus melakukan upaya agar segala bentuk program yang sudah diprogramkan dari awal segera dilaksanakan.

Pewarta Indigo99.com : Jupran Panandang

 

Berita Terkait

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju
Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM
Pasien Nelayan Asal Kabuloang Sempat Tersandera, Pihak BPJS Kesehatan Mamuju Masih Bungkam
Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera
Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme
Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi
Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan
Cerita Nenek Asal Sampaga Jadi Korban Hipnotis, 8 Komplotan Pelaku 7 Pelaku Asal Sulsel 1 Sulbar
Berita ini 321 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:08 WIB

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:33 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Februari 2024 - 11:33 WIB

Dorong Promosi Tenun Sekomandi, Bupati Mamuju Keluarkan Edaran Untuk ASN

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:02 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:45 WIB

Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

Rabu, 28 Februari 2024 - 09:36 WIB

Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme

Rabu, 28 Februari 2024 - 08:03 WIB

Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:04 WIB

Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Feb 2024 - 15:33 WIB

error: Content is protected !!