Upaya Permohonan Diaktifkan Kembali, 13 Mantan Napi Korupsi Dinyatakan Ditolak

- Jurnalis

Selasa, 29 Maret 2022 - 01:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustarsi : ASN bersama Gubernur Sulbar ABM. ( Foto Humas Prov Sulbar )

Foto Ilustarsi : ASN bersama Gubernur Sulbar ABM. ( Foto Humas Prov Sulbar )

MAMUJU, indigo99.com | Sedikitnya 13 orang mantan pegawai negeri sipil ( PNS ) di lingkungan Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ) yang tersandung kasus korupsi dan sudah memiliki kekuatan hukum tetap inkracht.

Diketahui, upaya permohonan pengaktifan kembali menjadi pegawai negeri sipil ( PNS ) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ). dinyatakan ditolak atau selesai, berdasarkan dengan rujukan putusan pengadilan dan undang – undang ASN yang berlaku.

Kepala BKD Provinsi Sulbar, Zulkifli Manggazali kepada indigo99.com mengatakan, pengajuan permohonan yang dilakukan ke 13 orang mantan pegawai narapidana korupsi, dilakukan beberapa bulan lalu.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Zulkifli, beberapa alasan mantan Napi Korupsi itu mengajukan permohonan pengaktifan kembali menjadi PNS, salah satunya adalah berdasarkan dengan rekomendasi Kementerian Hukum dan HAM ( Kumham ). ada pembanding putusan Muna serta ada pasal didalam UU ASN.

“ Dengan dasar bahwa ada rekomendasi Kumham ada pembanding surat putusan bupati Muna dan ada pasal didalam UU ASN menjadi rujukan mereka untuk meminta kembali bermohon ingin aktif kembali jadi PNS, “ jelas Zulkifli

Terkait itu kata Zulkifli mengatakan, permohonan mantan terpidana Korupsi itu tetap dihargai dan dihormati, namun pihak BKD terus mengacu pada undang – undang PNS ada di pasal 11 dan perubahannya di peraturan pemerintah ( PP ) 17.

Baca Juga :  Mayat Cewek Ditemukan Tergeletak Dalam Mobil Honda CRV 

“ Kami di BKD secara teknis yang kami lihat adalah putusan Pengadilan yang sifat inkracht. Ketika undang – undang mengamanatkan untuk dilakukan pemberhentian tidak dengan hormat yang termuat dalam pasal 87 UU PNS dan pasal 250 PP 11, mau tak mau harus di eksekusi karena jelas rujukanya, “ sebutnya.

Menurut dia, BKD Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ) tidak ada cela masuk kembali untuk bisa pengaktifan kembali menjadi PNS. apalagi dasar yang diajukan oleh termohon hanya rekomendasi Kumham yang menyebutkan untuk dilakukan evaluasi semua PNS yang terlibat melakukan Tipikor untuk dilakukan evaluasi

“ jadi menurut kami BKD secara teknis tidak ada celah kembali untuk mengajukan mengaktifkan kembali para PNS ini untuk kembali menjadi PNS. Apalagi dasar mereka itu hanya rekomendasi Kementerian Hukum dan Ham dan itu hanya memuat bukan memerintahkan. Jadi tidak ada celah kami secara teknis ditolak atau selesai berdasarkan UU PNS dan putusan PN.” terang Manggazali.

Baca Juga :  Terdakwa Korupsi Unsulbar 1 Bebas 3 Vonis Bersalah

Selain itu sebut Zulkifli, beberapa alasan yang dilayankan ke 13 orang itu yang menyebutkan, bahwa putusan pengadilan itu bertentangan dengan undang – undang pemerintah daerah. Sehingga pihak BKD menjawab bahwa UU pemerintah daerah tidak semerta merta bisa membatalkan putusan pengadilan tetapi harus melalui pengadilan tinggi ( upaya banding ) atau upaya yang lebih tinggi lagi.

“ jadi sepanjang putusan pengadilan tidak berubah atau tidak dibatalkan oleh pengadilan tingkat lebih diatas seperti putusan mahkamah agung, kami tidak berani karena itu akan menjadi pelanggaran UU, kecuali ada putusan resmi dari MA peninjauan kembali atau membatalkan putusan pengadilan, itu baru bisa dipertimbangkan, “ ujarnya.

Seperti diketahui, selain ke 13 orang mantan narapidana korupsi di lingkungan pemerintah daerah Provinsi Sulbar. Dikabarkan tahun 2021 kembali 2 orang pegawai Pemprov yang sudah menjadi terpidana korupsi yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap inkracht dan masih ada beberapa orang yang melakukan upaya banding dengan perkara korupsi di dinas pendidikan provinsi Sulbar.**

Pewarta indigo99.com : Adji

 

 

Berita Terkait

11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  
Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang
Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan
Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang
Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku
Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu
Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat
Jama’ah Masjid Baitul Anwar Dapat Paket Lebaran dari Pj Gubernur Sulbar
Berita ini 675 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 April 2024 - 21:28 WIB

11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  

Jumat, 12 April 2024 - 10:56 WIB

Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang

Selasa, 9 April 2024 - 23:07 WIB

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 April 2024 - 20:09 WIB

Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang

Selasa, 9 April 2024 - 15:39 WIB

Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku

Minggu, 7 April 2024 - 18:13 WIB

Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat

Minggu, 7 April 2024 - 06:53 WIB

Jama’ah Masjid Baitul Anwar Dapat Paket Lebaran dari Pj Gubernur Sulbar

Minggu, 7 April 2024 - 04:48 WIB

Bawa Lari Uang 100 Juta Milik Toko Bangunan, Residivis Kembali Dicekok Polisi

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi pengeroyokan.

Headline

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 Apr 2024 - 23:07 WIB

error: Content is protected !!