Turunkan Bendera Merah Putih Saat Demo, 4 Pemuda di Majene Tersandung Hukum

- Jurnalis

Senin, 30 Mei 2022 - 04:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto aksi demo saat bendera diturunkan oleh massa aksi.

Foto aksi demo saat bendera diturunkan oleh massa aksi.

MAJENE, indigo99.com | Empat pemuda yang menjadi peserta massa aksi saat melakukan unjuk rasa di halaman kantor bupati Majene, baru – baru ini. Akhirnya resmi ditetapkan menjadi tersangka, pada insiden penurunan simbol negara atau bendera merah putih.

Penetapan tersangka berdasarkan laporan Polisi Nomor : LP/A/58/V/2022/SPKT/Res Majene/Polda Sulbar, tanggal 23 Mei 2022.

Dihadapan sejumlah media, Kapolres Majene AKBP Febryanto Siagian mengatakan, sebelumnya pihak Kepolisian mengamankan Sembilan massa aksi untuk dimintai keterangannya. Namun dalam insiden penurunan bendera Merah Putih itu ada Empat orang diketahui punya keterlibatan hingga akhirnya ditetapkan menjadi tersangka baru.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

 ” Awalnya ada Sembilan orang yang kami minta keterangan namun mengerucut menjadi Empat orang yang diduga punya keterlibatan hingga ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus insiden penurunan bendera merah putih, “ kata Kapolres Febryanto

Baca Juga :  Bawaslu Majene Telusuri Dugaan Kasus Money Politik, Seorang Caleg DPR RI Dimintai Keterangan

Dia menyebutkan Keempat orang yang ditetapkan menjadi tersangka itu berinisial FA (22), JN (18), AE (19) dan NL (19). 

Keempat tersangka itu disangka dengan Pasal 66 Jo Pasal 24 Huruf a UU RI Nomor 24 Tahun 2009, Tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta lagu Kebangsaan Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP, dengan maksud merendahkan kehormatan Bendera Negara dengan cara menurunkan Bendera Negara, kemudian memasang tiga bendera organisasi mahasiswa kemudian mengibarkan nya kembali pada satu tiang yang sama.

Terhadap peran Keempat tersangka ini, sebut Febriyanto adalah tersangka FA berperan menurunkan, menaikkan, mengikat, menggabungkan bendera merah putih dengan bendera organisasi daerah (organda).

Baca Juga :  Diduga Bom Ikan Meledak, Nelayan Asal Kabuloang Mendapat Perawatan Serius

Tersangka inisial JN berperan memegang dan menarik tali tiang Bendera Merah Putih yang telah digabungkan dengan tiga bendera organda.

Tersangka inisial AE berperan menyerahkan Bendera Organda Ikatan Mahasiswa Mateng (IM Mateng) kepada tersangka inisial FA untuk diikat di tali atau di sambungkan di bawah Bendera Merah Putih dan memegang bendera pada saat akan dikibarkan atau dinaikkan.

Sedangkan tersangka inisial JN berperan membantu mengikat Bendera Merah Putih pada tali bendera untuk di gabungkan dengan organda.

” Sangat disayangkan banyak pihak karena telah menyalahi aturan berdemonstrasi dan diancam pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.” Tegasnya.

Aji/INDIGO99

Berita Terkait

Dua Tersangka Mantan Aparat Desa Salugatta Siap Disidangkan
Pagi Tadi, Seorang Pegawai KPU Mateng Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel 109
Bawaslu Majene Telusuri Dugaan Kasus Money Politik, Seorang Caleg DPR RI Dimintai Keterangan
Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju
Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM
Pasien Nelayan Asal Kabuloang Sempat Tersandera, Pihak BPJS Kesehatan Mamuju Masih Bungkam
Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera
Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme
Berita ini 1,005 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:08 WIB

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:33 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:02 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman

Rabu, 28 Februari 2024 - 12:56 WIB

Harga Beras Melambung, Ini Kata Bupati Mamuju Sutinah

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:45 WIB

Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

Rabu, 28 Februari 2024 - 09:36 WIB

Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme

Rabu, 28 Februari 2024 - 08:03 WIB

Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:04 WIB

Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Feb 2024 - 15:33 WIB

error: Content is protected !!