Tidak Rampung, Proyek Kolam Renang Majene Diduga Sarat Kecurangan

- Jurnalis

Senin, 11 April 2022 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sulbar ABM didampingi Kadis PU, terlihat meninjau langsung proyek kolam renang di Majene yang dibiayai APBD 2021 seniali 4,3 Miliar. ( Foto. Imran Radar Sulbar )

Gubernur Sulbar ABM didampingi Kadis PU, terlihat meninjau langsung proyek kolam renang di Majene yang dibiayai APBD 2021 seniali 4,3 Miliar. ( Foto. Imran Radar Sulbar )

MAJENE, indigo99.com | Proyek pembangunan kolam renang di Area Sport Center Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), yang hingga kini belum rampung. Mendapat sorotan tajam dari Jaringan Pemerhati Kebijakan Pemerintah Daerah ( Japkepda ).

Menurut pantauan Japkepda, bahwa proyek kolam renang yang berada di Kabupaten Majene itu dibangun dengan anggaran APBD Provinsi Sulbar senilai 4,3 Miliar, diduga sarat kecurangan.

Ketua Japkepda, Juniardi, belum tahu secara pasti apa alasan kontraktor sampai tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang ditentukan. Padahal, jauh sebelum nya sangat jelas besar anggaran yang disiapkan dan juga batas waktu yang tersedia.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“ Padahal pengerjaan sarana ini, harusnya selesai awal Desember 2021. Karena tak kunjung selesai, maka diberi masa tambahan pekerjaan hingga 50 hari, sehingga harus selesai pada pertengahan Februari 2022 lalu. Namun saat ini sudah bulan April, “ katanya kepada indigo99.com

Baca Juga :  Sabtu Besok, KPU Mamuju Gelar PSU di 3 TPS

Menurut dia, pembangunan kolam renang tersebut sebagai bentuk pemenuhan kelengkapan fasilitas sarana dan prasarana olahraga di Sulbar, sehingga dapat dimanfaatkan atlit lokal.

Terhadap proyek ini kata Junardi, pihak PPK dinilai tidak tegas, harusnya sebelum memberikan kesempatan kepada kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan, mestinya terlebih dahulu melakukan penelitian.

“ Menurut saya, PPK seharusnya melakukan pengawasan dengan baik sehingga tidak terjadi hal begini. Ini kan proyek ini terancam putus kontrak dan mengadakan tidak profesional dalam bekerja, “ sorotnya.

Lebih lanjut Juniardi menyeroti, pihak pelaksana kegiatan proyek merupakan kerabat dekat oknum pejabat di Sulbar atau ‘orang dalam’ yang memiliki kedekatan dengan PPK, sehingga mendapat perlakuan khusus.

Apalagi, pelaksana proyek diduga kerap mengerjakan proyek strategis Pemprov Sulbar, dari tahun ke tahun dengan modus pinjam perusahaan.

“Kalau memang indikasi ini betul, maka jelas terdapat celah kecurangan dalam proses pengadaan barang dan jasa, sehingga berpotensi merugikan negara,” sebutnya.

Baca Juga :  Pemilu 2024, Jatah Kursi PDIP di Sulbar Meningkat

Juniardi mendesak aparat penegak hukum (APH), baik Kepolisian maupun Kejaksaan di Sulbar, untuk mengusut dan membongkar dugaan persekongkolan jahat kontraktor dengan oknum pejabat yang dinilai syarat nepotisme.

“ Saya berharap aparat hukum melihat langsung proyek ini, jika ada kecurangan tentu akan bermuara kerana hukum, apalagi proyek ini tidak main – main anggaran yang digunakan dari APBD Sulbar, ” ungkapnya

Seperti diketahui, proyek kolam renang senilai 4,3 miliar ini bersumber dari APBD 2021. Kolam renang tersebut memiliki panjang 50 meter, lebar 21 meter dan kedalaman 1,5 hingga 2 meter.

Dilansir dari laman LPSE Provinsi Sulawesi Barat, pemenang tender adalah PT. Mandava Putra Utama yang beralamat di Jalan Inspeksi PAM Pannara, Kecamatan Manggala, Makassar.**

Pewarta indigo99.com : @ji

 

Berita Terkait

Dua Tersangka Mantan Aparat Desa Salugatta Siap Disidangkan
Pagi Tadi, Seorang Pegawai KPU Mateng Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel 109
Bawaslu Majene Telusuri Dugaan Kasus Money Politik, Seorang Caleg DPR RI Dimintai Keterangan
Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju
Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM
Pasien Nelayan Asal Kabuloang Sempat Tersandera, Pihak BPJS Kesehatan Mamuju Masih Bungkam
Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera
Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme
Berita ini 601 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:08 WIB

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:33 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:02 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman

Rabu, 28 Februari 2024 - 12:56 WIB

Harga Beras Melambung, Ini Kata Bupati Mamuju Sutinah

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:45 WIB

Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

Rabu, 28 Februari 2024 - 09:36 WIB

Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme

Rabu, 28 Februari 2024 - 08:03 WIB

Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:04 WIB

Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Feb 2024 - 15:33 WIB

error: Content is protected !!