Tidak Ditahan Padahal Sudah Tersangka

- Jurnalis

Kamis, 17 Maret 2022 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barang bukti uang hasil kasus korupsi KPU yang diperlihatkan penyidik Tipikor Polresta Mamuju.

Barang bukti uang hasil kasus korupsi KPU yang diperlihatkan penyidik Tipikor Polresta Mamuju.

MAMUJU,indigo99.com | Penanganan kasus Korupsi pada belanja fasilitas kampanye calon anggota DPD – RI tahun 2019, yang telah menyeret 9 menjadi tersangka hingga ditemukan kerugian negara 1,8 Miliar. Kembali menuai sorotan dari HMI Cabang Mamuju.

Diketahui 9 orang Tersangka, 5 tersangka statusnya sudah mendekam disel tahanan Mapolresta Mamuju, 3 tersangka lainnya penahannya berstatus tahanan kota, sementara 1 orang tidak ditahan dan belum jelas status penahanannya, padahal sudah memiliki status tersangka. 

Ketua HMI cabang Mamuju, Ahyar kepada indigo99.com menilai, penanganan kasus korupsi pada KPU Provinsi Sulbar, yang sudah memiliki tersangka, terbilang lambang pelimpahannya hingga ke penuntutan.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun Ahyar menilai, bahwa penanganan kasus Korupsi KPU diduga tebang pilih, sebelumnya diketahui ada 5 orang tersangka sudah dalam penahanan di Sel Mapolresta Mamuju, sementara 3 orang tersangka berstatus tahanan kota, sedangkan 1 orang lagi tidak jelas status penahanannya, apakah tahanan kota atau tidak, padahal status Keduanya sudah lama ditetapkan jadi tersangka.   

“Kami menyayangkan adanya dugaan proses tebang pilih dalam penanganan kasus korupsi KPU Sulbar, ada tersangka di sel ada juga  tahanan kota. Bahkan Dua orang tidak jelas status penahanannya, apakah dia tahanan kota atau tidak, padahal Keduanya sudah jadi tersangka. Yang menjadi pertanyaan kami, mengapa ada perbedaan penanganan dalam kasus yang sama diduga Korupsi, “ kata Ahyar

Terhadap kasus ini kata Ahyar, meminta kepada aparat penegak hukum ( APH ) yang menangani kasus ini, harus benar – benar profesional dan tegas untuk segera bisa sampai di meja penuntutan atau pengadilan Tipikor. Karena ini bukan kasus pidana umum ( Pidum ) melainkan kasus tindak pidana Korupsi ( Korupsi ).   

“ Kami berharap pihak penyidik dan jaksa segera mengambil sikap tegas terhadap perkara ini. Ini sudah lama loh, belum juga disidangkan. Ada apa ?” tanya Ahyar.

Dikonfirmasi kepada Kasat Reskrim Polresta Mamuju AKP Rigan Hadi Negara mengatakan, bahwa dari 9 orang tersangka kasus korupsi KPU Provinsi Sulbar. Kata dia, sebelum nya memang ada 5 orang ditahan, 3 orang jadi tahanan kota dan 1 orang lagi diluar tapi masih status tersangka.

Baca Juga :  Usai Vonis Bebas Terdakwa Korupsi Unsulbar, Ini Kata JPU

Lanjut kata dia, dari penanganan kasus oleh penyidik, diketahui ada 2 orang yang berkas perkaranya sudah dinyatakan sudah P21 bahkan sudah tahap II. Kedua tersangka yang sudah tahap II ini adalah inisial WY dan AB dan Keduanya adalah sebagai rekanan atau agensi.  

Ditanya soal Satu tersangka yang tidak memiliki status tahanan padahal sudah memiliki status tersangka. Kata Rigan, soal itu, merupakan keyakinan penyidik yang bersangkutan memiliki tugas sehari – harinya di KPU Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ). 

“ Memang satu orang ini memang statusnya juga sudah tersangka, namun atas keyakinan penyidik tersangka ini tidak ditahan waktu itu. Karena yang bersangkutan masih melaksanakan tugas sehari – harinya sebagai pejabat di KPU. Dan itu apabila dihentikan mungkin dari keyakinan penyidik itu dapat mengganggu kegiatan dari KPU tersebut, tetapi dia komunikatif dan sampai saat ini dia wajib lapor, “ jelas Rigan saat ditemui indigo99.com baru – baru ini.    

Lanjut dia katakan, dari 9 tersangka pihaknya berkeyakinan akan bisa naik sampai ke pase penuntutan. Karena kata dia, menetapkan seorang tersangka itu sudah memiliki bukti yang cukup ditambah kasus ini sudah memiliki kerugian negara dari hasil audit BPKP. 

“ Intinya kami tetap optimis mas, kasus ini bisa naik alias P21, namun selama ini kami tetap memenuhi petunjuk jaksa karena masing – masing tersangka punya peran masing – masing, intinya kami tetap yakin bisa dinaikkan, “ tegasnya

KESEMBILAN NAMA – NAMA TERSANGKA KASUS KORUPSI KPU PROV SULBAR.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tim penyidik tindak pidana khusus ( Tipikor ) Polresta Mamuju, merilis 9 nama – nama tersangka dengan inisial dan jabatan dalam proyek KPU ini.

Kesembilan nama atau inisial yang sudah menyandang status tersangka itu, adalah :

  1. Tersangka inisial BH umur 56 tahun status ASN jabatan dalam kegiatan ini sebagai kuasa pengguna anggaran ( KPA ).
  2. Tersangka inisial IR umur 40 tahun pekerjaan ASN dan jabatan dalam kegiatan ini pejabat pembuat komitmen ( PPK ).
  3. Tersangka inisial AA umur 40 tahun pekerjaan ASN jabatan sebagai ketua kelompok kerja ( Pokja ).
  4. Tersangka inisial RR umur 48 tahun pekerjaan ASN posisinya dalam kegiatan ini sebagai anggota Pokja
  5. Tersangka inisial GR umur 58 tahun pekerjaan pensiunan ASN tugas posisi dalam proyek ini sebagai anggota Pokja.
  6. Tersangka inisial AE umur 54 tahun sebagai ASN tugas dalam kegiatan ini adalah panitia pemeriksa hasil pekerjaan ( PPHP )
  7. Tersangka inisial DA umur 52 tahun status ASN posisi dalam kegiatan ini sebagai pejabat pemeriksa hasil pekerjaan ( PjPHP ).
  8. Tersangka inisial WA umur 54 tahun status wiraswasta jabatan dalam sebagai Direktur PT. Banua Broadcasting Multiplex.
  9. Tersangka inisial AB umur 41 tahun status wiraswasta dan posisi dalam kegiatan ini sebagai Komisaris PT. Banua Broadcasting Multiplex.
Baca Juga :  2 Terdakwa Korupsi Jalaluddin Duka dan Alex Jalani Sidang Dakwaan

Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Iskandar, menyebutkan bahwa pada pelaksanaan kegiatan belanja fasilitas kampanye tersebut, berdasarkan hasil penyidikan oleh Unit Tipikor Satreskrim Polresta Mamuju, kata dia, terdapat perbuatan melawan hukum yang merugikan keuangan negara yang dilakukan oleh beberapa oknum pejabat KPU Provinsi Sulawesi Barat yang menjabat pada saat itu dan juga pelaksana kegiatan yakni PT. Banua Broadcasting Multiplex.

Dimulai dari penetapan pelaksana kegiatan yang dilakukan dengan metode penunjukan langsung padahal seharusnya ada beberapa metode lainnya yang harus dilakukan untuk menentukan pelaksana kegiatan tersebut. Selain itu, para pelaku yang menjabat saat itu maupun pelaksana kegiatan yaitu PT. Banua Broadcasting Multiplex melaksanakan kegiatan tidak sesuai prosedur peraturan perundang – undangan yang berlaku. Selain itu pelaksanaan kegiatan tidak dilaksanakan sesuai kontrak pekerjaan, dimana pelaksanaan kegiatan tersebut hanya menayangkan 9 (Sembilan) iklan visi misi calon anggota DPD-RI TA.2019.“ Para pelaku sesuai peran masing – masing juga menerima sejumlah uang yang besarannya bervariatif dari hasil perbuatan melawan hukum tersebut.” sebutnya.**

Pewarta indigo99.com : Adji

Berita Terkait

Kapolda Sulbar Imbau Masyarakat Saat Mudik Balik Utamakan Keselamatan
Telorkan Puluhan Ranperda, Kolaborasi Pemerintah dengan DPRD Sulbar Dapat Pujian
11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  
Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang
Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan
Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang
Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku
Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu
Berita ini 865 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 April 2024 - 12:55 WIB

Kapolda Sulbar Imbau Masyarakat Saat Mudik Balik Utamakan Keselamatan

Minggu, 14 April 2024 - 11:15 WIB

Telorkan Puluhan Ranperda, Kolaborasi Pemerintah dengan DPRD Sulbar Dapat Pujian

Jumat, 12 April 2024 - 21:28 WIB

11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  

Jumat, 12 April 2024 - 10:56 WIB

Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang

Selasa, 9 April 2024 - 23:07 WIB

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 April 2024 - 15:39 WIB

Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku

Selasa, 9 April 2024 - 05:55 WIB

Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu

Minggu, 7 April 2024 - 18:13 WIB

Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi pengeroyokan.

Headline

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 Apr 2024 - 23:07 WIB

error: Content is protected !!