Terabaikan di PSN Waduk Budong – Budong, Pengusaha Tambang Batuan Lokal Menjerit 

- Jurnalis

Kamis, 15 Juni 2023 - 23:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Romario, Humas CV Rafli. (Foto/Aji)

Romario, Humas CV Rafli. (Foto/Aji)

MATENG,indigo99.com | Proyek pembangunan waduk Budong – Budong yang masuk dalam program Proyek Strategis Nasional ( PSN ) dengan nilai 1,2 Triliun APBN, sampai saat ini masih mendapat protes warga petani Salulekbo Kecamatan Topoyo Kabupaten Mamuju Tengah ( Mateng ).

Kini mendapat keluhan dari salah satu perusahaan lokal atas nama CV Rafli, yang berkantor di Kecamatan Karossa yang mengaku sudah lama mengantongi izin lengkap atau memiliki dokumen resmi.

Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan bantuan ini. Sangat disayangkan, karena pihak PT Brantas Abipraya tidak bangun kerjasama secara full melainkan hanya 4 bulan saja.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“ Jujur kami menjerit dan sangat rugi dan kecewa kepada pihak kontraktor, karena kenapa?, Perusahaan pertambangan CV Rafli ini telah lama mengantongi izin resmi, kok tidak diberdayakan sejak adanya PSN ini. Malah mereka memilih kerjasama dengan perusahaan yang tidak lengkap, kan lucu, “ kata Romario sebagai salah Humas CV Refli. Kamis 15 Januari 2023.

Rio yang sapaan akrabnya mengaku, perusahaan CV Rafli pernah bangun kerjasama dengan pihak PT Brantas Abipraya, namun hanya dalam bentuk permintaan atau purchase order (PO) untuk kebutuhan material pembangunan jalan masuk ke perusahaan, itu pun hanya berlangsung 4 bulan saja dengan jumlah material yang disuplai 2.200 kubik, yang terbagi dalam 6 kali PO. Dan harga material ini diputus bersama dan nilai pajaknya ditanggung oleh pihak PT Brantas Abipraya.

Baca Juga :  Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

“ Memang kami pernah bangun kerjasama dalam bentuk PO untuk kebutuhan proyek jalan masuk ke lokasi bendungan dengan jumlah 2.200 kubik, itupun hanya 6 kali PO. Terkait dengan pajak material yang harus dibayarkan ke daerah, itu ditanggung oleh pihak Brantas. Dan sampai PO terakhir tertanggal 4 Januari 2023, sampai sekarang ini tidak ada lagi PO yang diturunkan, “ ungkap Rio.

Masih Rio, sejak tidak adanya kabar PO dari kontraktor waduk, sejak itu mesin crusher atau pemecah batu milik CV Rafli tidak lagi beroperasi selama 6 bulan terakhir.

Tentu hal ini, kata Rio, jika tidak diberdayakan perusahaan lokal untuk kepentingan PSN ini, tentu sangat merugikan daerah Kabupaten Mateng. Karena pengusaha tambang lokal sejatinya dipastikan bisa mendongkrak PAD Kabupaten Mateng.

“ Terpaksa alat mesin Crusher kami tidak beroperasi sejak enam bulan terakhir ini, karena tidak ada orderan. Hal ini, sudah pasti merugikan pengusaha lokal terkhusus daerah Mateng akan rugi, karena pendapatan pajaknya di bidang tambang nihil, “ sebutnya.

Dia juga menyebutkan, pernah pihak kontraktor PT Brantas ke lokasi tambang CV Rafli yang berada di sungai Karossa Km 7 Dusun Durikumba, pada tanggal 6 Januari 2023. Tujuan pihak Brantas ke lokasi tersebut, hanya mengambil sampel batuan sebanyak 5 karung. Namun setelah itu, kata Rio, tidak ada lagi komunikasi dengan pihak CV Rafli, termasuk hasil sampel yang diuji apakah layak atau tidak.

Baca Juga :  Harga Beras Terus Meroket, Bulog Bersama Dinas Ketapang Sulbar Buka GPM

“ Pihak Berantas pernah ke Karossa ambil sampel di lokasi pertambangan CV Rafli sebanyak 5 karung, untuk diuji Lab. Namun sampai saat ini tidak ada lagi kabar komunikasi dari kontraktor, apakah batu kami layak di gunakan di PSN atau tidak, “ ujarnya.

Dia berharap, kepada pihak PT Brantas Abipraya dengan PT Bumi Karsa, untuk memberdayakan perusahaan – perusahaan lokal yang telah mengantongi izin resmi. Apalagi perusahaan lokal sekelas CV Rafli, telah memiliki skala produksi yang besar khususnya batu pecah. Lanjut kata dia, perusahaan lokal ini juga mampu menyuplai kebutuhan material untuk PSN proyek Waduk Budong -Budong dalam jangka panjang. Bahkan bisa menyiapkan material untuk kebutuhan ibu kota negara ( IKN ) di Kaltim.

“ jangankan kebutuhan material untuk PSN di Mateng, perusahaan CV Rafli, juga mampu menyiapkan batu pecah atau material bebatuan lainnya untuk kebutuhan IKN di Kaltim. Perusahaan tambang batuan milik CV Rafli ini memiliki skala produksi yang besar untuk batu pecah atau batu split (cipping), “pungkasnya./@ji

 

Berita Terkait

Dua Tersangka Mantan Aparat Desa Salugatta Siap Disidangkan
Pagi Tadi, Seorang Pegawai KPU Mateng Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel 109
Bawaslu Majene Telusuri Dugaan Kasus Money Politik, Seorang Caleg DPR RI Dimintai Keterangan
Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju
Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM
Pasien Nelayan Asal Kabuloang Sempat Tersandera, Pihak BPJS Kesehatan Mamuju Masih Bungkam
Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera
Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme
Berita ini 589 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:08 WIB

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:33 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:02 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman

Rabu, 28 Februari 2024 - 12:56 WIB

Harga Beras Melambung, Ini Kata Bupati Mamuju Sutinah

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:45 WIB

Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

Rabu, 28 Februari 2024 - 09:36 WIB

Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme

Rabu, 28 Februari 2024 - 08:03 WIB

Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:04 WIB

Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Feb 2024 - 15:33 WIB

error: Content is protected !!