Tegas, Perkara Diambil Alih Jaksa Agung, Terdakwa Valencya Dituntut Bebas

- Jurnalis

Selasa, 23 November 2021 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketfot : terlihat terdakwa seorang IRT terlihat duduk dikursi pesakitan dalam sidang perkara KDRT.

Ketfot : terlihat terdakwa seorang IRT terlihat duduk dikursi pesakitan dalam sidang perkara KDRT.

indigo99.com | Terdakwa Valencya alias Nengsy Lim, yang menjadi terdakwa perkara kekerasan dalam rumah tangga, akhirnya bisa bernafas lega setelah Jaksa Penuntut Umum ( JPU ) Kejaksaan Negeri Karawang, menuntut bebas. 

Tuntutan bebas terhadap terdakwa Valencya alias Nengsy Lim, dalam lanjutan sidang pembacaan tuntutan di pengadilan negeri ( PN ) Kelas 1B Karawang.      

Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menjelaskan, persidangan Replik terhadap terdakwa seorang ibu rumah tangga atas nama Valencya alias Nengsy Lim. Kata Leonard, berdasarkan hasil temuan eksaminasi khusus maka penanganan perkara terdakwa Valencya alias Nengsy Lim dan terdakwa Chan Yun Chin dikendalikan langsung oleh Kejaksaan Agung yaitu Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum ( Jampidum ) karena perkara ini telah menarik perhatian masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“ Pengendalian perkara atas nama Terdakwa Valencya alias Nengsih Lim oleh Kejaksaan Agung merupakan kewenangan Jaksa Agung Republik Indonesia sebagai Penuntut Umum tertinggi dan penanggung jawab tertinggi yang mengendalikan pelaksanaan tugas dan kewenangan Kejaksaan.” sebut Leonard 

Dalam persidangan pembacaan tuntutan. JPU dalam repliknya telah menguraikan fakta – fakta yang didapatkan dari keterangan saksi, saksi ade charge, ahli, barang bukti, petunjuk dan keterangan terdakwa. Kemudian tuntutan pidana yang diajukan penuntut umum pada tanggal 11 November 2021 maupun pembelaan yang diajukan terdakwa dan Penasehat Hukum pada tanggal 18 November 2021, maka mengacu pada pasal 8 ayat (3) Undang-Undang No. 16 Tahun 2004 demi keadilan dan kebenaran berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa.

Baca Juga :  Mantan Kabid PPD Ditunjuk Sebagai Plt Kadis Dikpora Kabupaten Majene  

“ Jaksa Agung Republik Indonesia selaku penuntut umum tertinggi, menarik tuntutan Penuntut Umum yang telah dibacakan pada Kamis, 11 November 2021 terhadap diri Terdakwa.” jelas Leonard

Dalam kutipan tuntutan yang dibacakan JPU adalah sebagai berikut:

  1. Menyatakan terdakwa Valencya alias Nengsy Lim, anak dari Suryadi tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana kekerasan psikis dalam lingkup rumah tangga sebagaimana pasal 45 a ayat (1) Juncto pasal 5 huruf b Undang-Undang No. 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga.
  2. Membebaskan terdakwa Valencya alias Nengsy Lim anak dari Suryadi dari segala jenis tuntutan, menyatakan barang bukti:
  • 1 (satu) lembar kutipan akta perkawinan no. 26/A_1/2000 Tanggal 11 Februari 2000 oleh Kantor Catatan Sipil Kotamadya Pontianak
  • 1 (satu) lembar asli surat keterangan dokter dari Siloam Hospital yang ditandatangani dokter Cherry Caterina Silitonga, Sp.Kj tanggal 20 Juli 2020
  • 6 (enam) lembar print out percakapan Whatsapp atas nama Valencyia dengan Heri dikembalikan kepada saudara Chan Yung Chin
  • Sedangkan 2 buah flashdisk berwarna putih merk Toshiba 16 gb dan 32 gb yang isinya adalah rekaman telepon dan rekaman CCTV di Ruko dikembalikan kepada saudara Valencya. 
  • Membebankan biaya perkara pada negara.
Baca Juga :  Bawa Lari Uang 100 Juta Milik Toko Bangunan, Residivis Kembali Dicekok Polisi

Saat ini Tim Eksaminasi Khusus pada Jampidum juga telah menyelesaikan hasilnya dan telah diserahkan kepada Jaksa Agung Muda Pengawasan untuk dilakukan pemeriksaan.

“ Bapak Jaksa Agung kembali mengingatkan kepada seluruh Jaksa dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya menggunakan hati nurani serta bekerja dengan penuh profesional, berintegritas dan loyalitas untuk mewujudkan keadilan dan kebenaran.” tegas Leonard**

Pewarta indigo99.com : Adji

 

Berita Terkait

Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang
Nama Asri Anas Mencuat Maju di Pilgub Sulbar, PABPDSI Sulbar Gas Full
Kuasa Hukum BSP Minta Polda Sulsel Bongkar Sindikat Mobil Bodong
Pj Zudan Hadiri Rakornas Sawit, Sengketa Lahan dan Harga TBS Masih Fluktuatif 
Pansus DPRD Sulbar Kunjungi Fakultas Hukum Unhas Makassar
Pantang Lemas, Ini 9 Tips agar Tubuh Tetap Fit Saat Berpuasa!
Inspeksi Pimpinan, Jamwas Kejagung RI Puji Kejati Sulbar
Diterpa Isu Miring, Kemenag Sulbar Dipanggil Itjen Kementerian Agama RI
Berita ini 172 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 April 2024 - 21:28 WIB

11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  

Jumat, 12 April 2024 - 10:56 WIB

Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang

Selasa, 9 April 2024 - 23:07 WIB

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 April 2024 - 20:09 WIB

Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang

Selasa, 9 April 2024 - 15:39 WIB

Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku

Minggu, 7 April 2024 - 18:13 WIB

Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat

Minggu, 7 April 2024 - 06:53 WIB

Jama’ah Masjid Baitul Anwar Dapat Paket Lebaran dari Pj Gubernur Sulbar

Minggu, 7 April 2024 - 04:48 WIB

Bawa Lari Uang 100 Juta Milik Toko Bangunan, Residivis Kembali Dicekok Polisi

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi pengeroyokan.

Headline

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 Apr 2024 - 23:07 WIB

error: Content is protected !!