Sudah 105 Ekor Sapi Mati Terpapar Virus Jembrana

- Jurnalis

Kamis, 21 Juli 2022 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim gabungan, tengah melakukan pemberian obat vitamin terhadap sapi Bali.

Tim gabungan, tengah melakukan pemberian obat vitamin terhadap sapi Bali.

SULBAR, indigo99.com | Kasus kematian sapi Bali yang ditemukan di Desa Makmur Jaya Kecamatan Tikke Kabupaten Pasangkayu, akibat diserang virus Jembrana, sampai hari ini sudah mencapai 105 ekor kematian.

“ Data yang yang masuk ke kami sampai hari ini, sapi yang mati sudah mencapai 105 ekor dan mati akibat diserang virus Jembrana, “ sebut Nur Kadar Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan ( Keswan ) Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ). Kamis 21 Juli 2022.

Terkait hal ini, kata Kadar, kasus ini sudah dilaporkan ke kementerian terkait di pusat. Kata dia, dalam waktu dekat ini, akan dilakukan kegiatan vaksinasi khususnya sapi – sapi Bali yang ada di Desa Makmur Jaya. Karena virus Jembrana ini kata Kadar, hanya sapi – sapi Bali yang diserang tetapi sapi jenis lain selain masih aman.

Nur Kadar, Kabid Peternakan dan Keswa,

“ Kasus ini sudah kami laporkan ke pusat dan sudah ditindak lanjuti pengiriman vaksin ke Sulbar, sehingga dalam waktu dekat ini akan dilakukan vaksinasi khusus ternak sapi – sapi Bali di Desa Makmur Jaya.” ujarnya.

Masih Kadar, sambil menunggu kegiatan vaksinasi dalam waktu dekat ini, tim pengawasan masih intens melakukan pemberian vitamin dan antibiotik setiap sapi Bali di Desa Makmur Jaya. Dan sampai saat ini, masih diberlakukan lockdown bagi para pedagang hewan ternak sapi dan sejenisnya yang masuk diwilayah Sulbar. Dia juga mengaku, virus jembrana ini yang ditularkan lewat lalat masih dalam penyemprotan.

“ Virus jembrana ini yang diserang hanya sapi Bali, kalau sapi lain selain sapi Bali aman ji pak. Saat ini kami lakukan pemberian vitamin dan antibodi, “ sebutnya.

Baca Juga :  Kapolda Sulbar Imbau Masyarakat Saat Mudik Balik Utamakan Keselamatan

Seperti diketahui, setelah adanya kasus ini. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Sulbar sudah melakukan pemantauan bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan ( TPHP ) Pemprov Sulbar dan Balai Besar Veteriner Maros di lokasi kejadian.

Penjabat Akmal Malik menuturkan, penyakit jembrana yang ditemukan pada ternak jenis sapi Bali di Pasangkayu itu, disebabkan oleh virus dan ditularkan oleh vektor lalat kuda.

“Ini berbeda dengan virus atau penyakit mulut dan kuku (PMK). Seluruh Sulawesi selama ini belum pernah ada penyakit ini,” katanya.

Sebagai langkah pengendalian, Akmal menyebutkan, pihaknya akan melakukan vaksinasi setiap sapi. Langkah kedua adalah melakukan upaya pemberantasan vektor lalatnya dengan penyemprotan insektisida pada kandang dan truk.

Pewarta indigo99.com : Aji

 

 

 

 

Berita Terkait

Kapolda Sulbar Imbau Masyarakat Saat Mudik Balik Utamakan Keselamatan
Telorkan Puluhan Ranperda, Kolaborasi Pemerintah dengan DPRD Sulbar Dapat Pujian
11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  
Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang
Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan
Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang
Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku
Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu
Berita ini 208 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 April 2024 - 12:55 WIB

Kapolda Sulbar Imbau Masyarakat Saat Mudik Balik Utamakan Keselamatan

Minggu, 14 April 2024 - 11:15 WIB

Telorkan Puluhan Ranperda, Kolaborasi Pemerintah dengan DPRD Sulbar Dapat Pujian

Jumat, 12 April 2024 - 21:28 WIB

11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  

Jumat, 12 April 2024 - 10:56 WIB

Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang

Selasa, 9 April 2024 - 23:07 WIB

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 April 2024 - 15:39 WIB

Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku

Selasa, 9 April 2024 - 05:55 WIB

Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu

Minggu, 7 April 2024 - 18:13 WIB

Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi pengeroyokan.

Headline

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 Apr 2024 - 23:07 WIB

error: Content is protected !!