Sri Wahyuni Diduga Digugurkan Calon Kades, Massa Geruduk Kantor Bupati Polman

- Jurnalis

Senin, 18 Oktober 2021 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto : Massa aksi sedangang berdialog dengan pihak Dinas PMD Kabupaten.Polman

Ket Foto : Massa aksi sedangang berdialog dengan pihak Dinas PMD Kabupaten.Polman

indigo99.com | Dugaan adanya aksi culas dalam penetapan hasil pencalonan kepala desa ( Kades ) di Kabupaten Polewali Mandar ( Polman ). Ratusan warga yang mengatasnamakan aliansi rakyat peduli demokrasi asal Desa Patampanua Kecamatan Matakali Kabupaten Polewali Mandar ( Polman ), menggeruduk kantor bupati Polman. Senin siang ( 18/10 )    

Ratusan massa aksi ini, mengungkap adanya dugaan praktik curang dilakukan oleh panitia pelaksana calon Kades, dimana seorang calon Kades yang awalnya lolos seleksi justru digugurkan kembali dan digantikan oleh calon yang sebelumnya dinyatakan gugur. Tidak hanya itu, massa aksi juga mengungkap adanya dugaan keterlibatan oknum polisi untuk mengintervensi kelulusan calon kades.

Muh. Rudi salah seorang koordinator aksi mengatakan, sangat kecewa dengan adanya dugaan permainan culas yang diduga dilakukan oleh oknum panitia. Dimana salah seorang calon kades harus menelan pil pahit akibat dicurangi oleh oknum nakal panitia. 

“ Dugaan kecurangan terjadi lantaran calon bernama ibu Sri Wahyuni, sebelum nya dinyatakan lolos bahkan nama Sri Wahyuni masuk dalam 5 besar daftar nama Kades. Namun saat jelang penetapan calon Kades, kok tiba – tiba pihak panitia seleksi calon kades ini menyatakan  nama Sri Wahyuni, gugur. Bahkan bikin curiganya namanya justru digantikan dengan seorang bakal calon yang sudah dinyatakan gugur sebelumnya. Ada apa ini dengan panitia, ?” tanya Rudi.

Rudi yang membeberkan adanya dugaan kecurangan yang terjadi dalam seleksi calon kepala desa yang dilaksanakan oleh dinas pemerintah desa. Selain itu kata dia, ada pengakuan calon Kades yang mengejutkan, yang menyatakan ada Tiga orang oknum polisi mendatangi sekolah dimana Sri Wahyuni perna bekerja sebagai pengajar.

Baca Juga :  Kapolda Sulbar Ajak Masyarakat Ikuti Tabligh Akbar Doa Bersama

“ Menurut Sri Wahyuni, Ketiga oknum polisi tersebut bahkan mengintervensi kepala sekolah untuk mencabut SK yang dikeluarkan untuk pengajuan dan persyaratan maju sebagai calon kepala desa.” ungkapnya.

Massa aksi yang berdialog dengan Dinas pemberdayaan masyarakat desa ( PMD ) Kabupaten Polman. Aksi adu mulut tak terhindarkan, massa aksi mengaku kecewa atas putusan pihak pemerintah desa yang tetap melanjutkan tahapan meski diduga adanya kecurangan. Massa aksi bahkan mengancam akan kembali berunjuk rasa jika hak korban dugaan praktik kecurangan pemilihan kepala desa ini tidak diberikan haknya.**

Pewarta indigo99.com : Huzair .

Berita Terkait

Pasien Nelayan Asal Kabuloang Sempat Tersandera, Pihak BPJS Kesehatan Mamuju Masih Bungkam
Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera
Cerita Nenek Asal Sampaga Jadi Korban Hipnotis, 8 Komplotan Pelaku 7 Pelaku Asal Sulsel 1 Sulbar
8 Komplotan Pelaku Hipnotis Berhasil Gondol Uang 85 Juta Milik Warga Sampaga
Jatanras Polda Sulbar Berhasil Gulung 8 Komplotan Pelaku Hipnotis
Gegara Sabu, Seorang Anggota Polres Pasangkayu Dipecat
Pagi Tadi, Pemilik Wisma Rio Ditemukan Tidak Bernyawa
Ditpolair Polda Sulbar Tengah Selidiki Bom Ikan Meledak
Berita ini 655 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:08 WIB

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:33 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Februari 2024 - 11:33 WIB

Dorong Promosi Tenun Sekomandi, Bupati Mamuju Keluarkan Edaran Untuk ASN

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:02 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:45 WIB

Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

Rabu, 28 Februari 2024 - 09:36 WIB

Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme

Rabu, 28 Februari 2024 - 08:03 WIB

Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:04 WIB

Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Feb 2024 - 15:33 WIB

error: Content is protected !!