Soal SKD CPNS, 2 Anak Pejabat di Mamasa Masuk Daftar Diskualifikasi

- Jurnalis

Senin, 22 November 2021 - 05:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto Illustrasi

foto Illustrasi

indigo99.com | Pengumuman Hasil tes seleksi kamampuan bidang (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa telah dikeluarkan.

Benar saja, dalam pengumuman tersebut, 19 peserta di Titik Lokasi (Tilok) Mandiri SMKN 1 Mamasa di bagian keterangannya diberikan kode DIS atau diskualifikasi.

Ke 19 peserta tersebut terindikasi curang berdasarkan hasil temuan Badan Kepegawaian Negara ( BKN ).

Saat pelaksanaan tes, 19 peserta tersebut diduga menggunakan joki yang berada diluar lokasi tes dengan menggunakan aplikasi tersentu sejenis remote access. Dengan aplikasi tersebut, joki dimungkinkan dapat mengerjakan soal-soal tes milik kliennya.

Dari 19 peserta, diketahui bahwa ada dua anak kepala dinas. Keduanya juga terpaksa didiskualifikasi.

Masyarakat menunggu langkah yang akan diambil oleh pihak Pemkab Mamasa terkait apakah kasus tersebut akan dilaporkan ke pihak yang berwajib atau tidak. Ini dimaksudkan sebagai upaya Pemkab untuk memulihkan nama baik pasca kecolongan tersebut.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan ( BKPP ) Mamasa, Agustina Toding saat dikonfirmasi, Senin (22/11) memilih bungkam. Alasannya, di dalam kepanitian seleksi pihaknya hanya bertindak sebagai sekretaris yang mengurusi administrasi.

Baca Juga :  Keberadaan 2 Unit Randis Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mamuju Dipertanyakan 

Sementara masih ada atasan yang berkompeten memberikan keterangan, dalam hal ini Sekretaris Daerah Mamasa.

“Saya tidak dalam kapasitas untuk mengomentari itu,” katanya.

Soal apakah 19 peserta yang didiskualifikasi juga dilakukan blacklist, Ia enggan memberikan tanggapan.

“Saya tidak mau menanggapi itu, karena belum ada aturan tentang itu. Yang jelas BKN hanya menurunkan aturan bahwa mereka didiskualifikasi,” responnya.

Meski ditanya bahwa kasus 19 ASN yang terindikasi curang ini berkonsekuensi hukum, Ia tetap ogah menanggapi. “Saya tidak berkomentar untuk itu,” jawabnya.

Ia menuturkan 19 peserta tersebut sudah tidak diberi kesempatan mengikuti seleksi kompetensi bidang ( SKB ) karena sudah didiskualifikasi.

“Toh, jika ada yang mungkin ingin mengajukan keberatan, ya dipersilahkan,” tuturnya.

Ia mengungkapkan pihaknya tidak akan mengurusi 19 peserta CPNS yang terindikasi curang. Pihak lebih memilih berkonsentrasi untuk tahapan selanjutnya yakni SKB.

Baca Juga :  Kajari Mamuju dan Kajari Polman Hingga Aswas Masuk Daftar Mutasi Kejagung RI 

“Kami mempersiapkan SKB yang membutuhkan perhatian, membutuhkan waktu, membutuhkan tenaga yang tidak sedikit. Kami akan konsentrasi kesitu, kami tidak akan konsentrasi ke yang 19,” ungkapnya.

Di Tempat terpisah, Bupati Mamasa, H. Ramlan Badawi yang ditanya perihal 19 peserta seleksi CPNS yang terindikasi curang mengatakan akan ada tindak lanjutnya. 

“Itu temuan BKN, tentu akan ada tindak lanjutnya. Yang kita tahu semuanya sudah didiskualifikasi. Berarti tidak berhak lagi, sama halnya dengan orang gagal,” katanya.

Soal keterlibatan dua orang anak kepala dinas dari 19 peserta tersebut, Ia mengaku tidak tahu hal tersebut.

Ditanya apakah akan memasukan laporan ke pihak berwajib, Ia menyampaikan akan mengikuti seperti apa arahan BKN kedepan. 

“Pokoknya kita ikuti petunjuknya, apa arahan BKN dan Kemenpan RB akan ada edaran ke daerah-daerah akan bagaimana tindak lanjutnya,” ucapnya.**

Pewarta indigo99.com : Jupran

 

Berita Terkait

Perkara Korupsi PDAM Mamasa Terbukti, Kejari Mamasa Berhasil Selamatkan Kerugian Negara 
Peristiwa Tragis Anak Bunuh Orang Tua Kandung, Ini Kata Kapolres Mamasa
2 Terdakwa Pengelola PDAM Mamasa Dituntut Bersalah 
Lanjutan Sidang Korupsi Bantuan Gempa Mamasa, Saksi Akui Setor Biaya Administrasi 1,5 Juta
Pj Gubernur Zudan Bangga Dengan Kuatnya Toleransi di Mamasa
Terdakwa Korupsi PDAM Mamasa Kembalikan Kerugian Negara 100 Juta
AJI Kota Mandar Serukan Presiden Jokowi dan Oligarki Media Mencengkeram Kuat Intervensi Independensi Pers
Senam Sehat Padati Lapangan Kondosapata, Relawan MP2 Ajak Menangkan Prabowo Gibran di Mamasa
Berita ini 306 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Mei 2024 - 14:46 WIB

Pj Gubernur Sulbar Perdana Tanam Bibit Sukun di Pasangkayu

Selasa, 28 Mei 2024 - 14:27 WIB

Laporan Dugaan Proyek Fiktif di RSUD Majene, Jaksa Lakukan Pulbaket

Selasa, 28 Mei 2024 - 10:56 WIB

Dugaan Proyek Fiktif di RSUD Majene 500 Juta, Dilaporkan Kejaksaan

Senin, 27 Mei 2024 - 17:43 WIB

Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Sabtu, 25 Mei 2024 - 17:43 WIB

Hidupkan Olahraga Tradisional, MP2 Bersama Yudis Friend Gelar Lomba Katinting 

Jumat, 24 Mei 2024 - 21:19 WIB

Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya

Kamis, 23 Mei 2024 - 12:10 WIB

Seorang Ayah Minta Keadilan kepada Kapolda Sulbar, Anaknya Babak Belur Pelaku Belum Ditangkap 

Berita Terbaru

Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin bersama Bupati Pasangkayu, melakukan penanaman perdana bibit sukun di salah satu lokasi di Pasangkayu.(H/Foto)

Advertorial

Pj Gubernur Sulbar Perdana Tanam Bibit Sukun di Pasangkayu

Selasa, 28 Mei 2024 - 14:46 WIB

YOVISTRA Antropometri  Full Set II  Ibu , Bayi dan Anak + Koper.(F ilustrasi /Yovistra)

Headline

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

error: Content is protected !!