Soal Oknum Pengacara Ditangkap, Ini Kata Ketua DPC PERADI Mamuju Nasrun

- Jurnalis

Selasa, 23 November 2021 - 12:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPC PERADI Mamuju, Nasrun, SH

Ketua DPC PERADI Mamuju, Nasrun, SH

indigo99.com | Soal penangkapan oknum pengacara di Mamuju, yang dilakukan oleh Tim tangkap buronan ( Tabur ) Kejari Palopo yang di backup oleh Kejari Mamuju, beberapa hari lalu.

Dewan Pimpinan Cabang  ( DPC ) Perhimpunan Advokat Indonesia ( PERADI ) Mamuju, angkat bicara terkait adanya penangkapan oknum Pengacara yang telah buron selama 20 Tahun.

Ketua DPC Peradi Mamuju Nasrun Natsir, S.H. mengatakan pihaknya telah memastikan bahwa oknum pengacara tersebut benar rekan seprofesi sebagai pengacara. Namun dengan tegas Nasrun menyebutkan, oknum pengacara yang ditangkap tersebut bukan anggota PERADI melainkan pengacara yang terdaftar pada organisasi lain.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah adanya pemberitaan di media online, kami langsung koordinasikan untuk memastikan oknum Pengacara yang dimaksud, ternyata Pengacara tersebut bukan anggota Peradi, melainkan pengacara yang terdaftar pada organisasi lain,” kata nasrun kepada indigo99.com. Selasa ( 23/11 ) 

Menurut Lawyer muda itu, mengaku selama oknum pengacara tersebut melakukan pendampingan hukum di Mamuju, dirinya tidak mengetahui jika oknum tersebut adalah buron. Namun kata dia, mengetahui setelah adanya pemberitaan dilansir oleh media online.

“Beliau itu memang benar sering beracara melakukan pendampingan hukum di Mamuju, bahkan kami sering ketemu di Pengadilan Negeri Mamuju. Namun selama ini, kami tidak mengetahui jika dia adalah buron, kami mengetahui setelah membaca berita yang beredar, “jeas Nasrun kepada Jurnalis indig99.com

Baca Juga :  Serap 8,2 Miliar Kondisi Bangunan Puskesmas Salupangkang Disoal

Masih dia, terkait eksekusi yang dilakukan tim Tabur Kejari Palopo, terhadap terpidana yang selama ini berada di Mamuju, tentu sesama penegak hukum harus dihormati karena jelas apa yang dilakukan adalah perintah negara.   

” Apa yang dilakukan tim Tabur Kejari Palopo tentu kita harus menghormati tindakan hukum yang dilakukan oleh teman – teman Kejari Palopo dan Mamuju karena apa yang mereka lakukan itu perintah negara,” pungkas Nasrun.

Seperti diketahui, seorang oknum pengacara bernama Baso Husain ( Terpidana ), yang sering melakukan aktivitasnya sebagai pendampingan hukum terhadap kliennya di Pengadilan Negeri ( PN ) Mamuju Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), harus pasrah dengan Tim tangkap buron ( Tabur ) Kejari Palopo Provinsi Sulawesi Selatan ( Sulsel ) bersama Tim Kejari Mamuju. Karena sang terpidana berhasil dieksekusi di rumahnya di jalan Cut Nyak Dien, No 23, Kelurahan Karema, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Senin (15/11/2021) Dikonfirmasi kepada Kasi Intel Kejari Mamuju Muhammad Amin, membenarkan adanya oknum pengacara yang ditangkap oleh Tim tabur Kejari Palopo, di kediamannya. Kata Amin, penangkapan terpidana Baso Husain, rupanya diketahui sudah buron selama 20 tahun hingga masuk namanya dalam daftar pencarian orang ( DPO ) Kejari Palopo.

Baca Juga :  Kominfo Ajak Siswa di Polman Kenali Literasi Digital Lebih Dini

Diketahui yang bersangkutan sebagai terpidana perkara Korupsi Kelompok usaha tani ( KUT ) di Palopo. Terpidana Baso Husain, selaku ketua KUD Sijollokang Deceng, dengan melawan hukum memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu badan, dan merugikan keuangan Negara.

Baso Husain selaku ketua KUD Sijollokang Deceng, telah mencairkan dana KUT ( Kredit Usaha Tani ) untuk MT 1999 – 2000 dengan pihak Bank Bukopin, berdasarkan permohonan delapan kelompok Tani jagung yang kebutuhan serta luas areal telah dituangkan dalam RDKK senilai Rp 1.244.458.235, dengan luas lahan 635 Ha dan bunga 14 persen.

Namun terpidana tidak menyalurkan dana – dana KUT yang diperuntukkan kepada Petani melalui ketua – ketua kelompoknya.

” Iya kemarin Senin tanggal 15/11 ditangkap di rumahnya sekitar pukul 10.00 Wita, oleh Tim Tabur Kejari Palopo yang di backup Kejari Mamuju, ditangkap tanpa ada perlawanan dan langsung diterbangkan ke Makassar, ” kata Kasi intel Kejari Mamuju, Muh Amin kepada indigo99.com.

Pewarta indigo99.com : Adji

Berita Terkait

Pasca Lebaran, Pemprov Sulbar Luncurkan Program Diskon Beras
Urai Kemacetan, Dirlantas Polda Sulbar Kombes Pol Valentinus Asmoro Turun Langsung Mengatur Lalu Lintas
Utang Proyek Rusun 1,3 Miliar, Pihak Kontraktor Segera Bayarkan
Sidang PK Terpidana Korupsi Andi Dodi Ajukan 4 Novum Baru
Presiden Jokowi Tiba di Mamuju, Sempat Hambur Baju Kaos
Gegara Utang 1,3 Miliar Subkon Proyek Rusun Perkim Sita Material Bangunan
Proyek Rusun Perkim Tinggalkan Utang 1,3 Miliar, Subkon Geram Tarik Barang
Presiden Joko Widodo Berada di Sulbar Akan Resmikan Proyek APBN 1 Triliun
Berita ini 673 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 April 2024 - 12:14 WIB

Diduga Ada Kejanggalan Proyek Puskesmas Salupangkang Dilaporkan

Rabu, 24 April 2024 - 06:31 WIB

Pasca Lebaran, Pemprov Sulbar Luncurkan Program Diskon Beras

Rabu, 24 April 2024 - 06:04 WIB

Urai Kemacetan, Dirlantas Polda Sulbar Kombes Pol Valentinus Asmoro Turun Langsung Mengatur Lalu Lintas

Selasa, 23 April 2024 - 17:05 WIB

Utang Proyek Rusun 1,3 Miliar, Pihak Kontraktor Segera Bayarkan

Selasa, 23 April 2024 - 16:34 WIB

Sidang PK Terpidana Korupsi Andi Dodi Ajukan 4 Novum Baru

Selasa, 23 April 2024 - 09:14 WIB

Pagi ini, SMKN 1 Rangas Sekolah Pertama Dikunjungi Presiden Jokowi

Senin, 22 April 2024 - 17:28 WIB

Presiden Jokowi Tiba di Mamuju, Sempat Hambur Baju Kaos

Senin, 22 April 2024 - 15:42 WIB

Warga Terdampak Gempa di Malunda Layangkan Sikap Protes ke Jokowi

Berita Terbaru

Pj Zudan dalam Kuker ya di Kab Polman dalam acara pasar murah Ramadhan.(F/humas)

Advertorial

Pasca Lebaran, Pemprov Sulbar Luncurkan Program Diskon Beras

Rabu, 24 Apr 2024 - 06:31 WIB

Kuasa hukum Andi Dodi Hermawan berikan keterangan kepada media.

Headline

Sidang PK Terpidana Korupsi Andi Dodi Ajukan 4 Novum Baru

Selasa, 23 Apr 2024 - 16:34 WIB

error: Content is protected !!