Soal Kasus KHL Tadui, Penyidik Pidsus Kejati Datangkan Ahli Kehutanan

- Jurnalis

Kamis, 14 Oktober 2021 - 00:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto : Kasipenkum Kejati Sulbar, Amiruddin, SH.

Ket Foto : Kasipenkum Kejati Sulbar, Amiruddin, SH.

indigo99.COM | Tim penyidik pidana khusus ( Pidsus ) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat ( Sulbar ) terus mendalami kasus dugaan korupsi perluasan kawasan hutan lindung ( KHL ) mangrove yang ada di Desa Tadui Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju, yang dikabarkan sudah naik di tingkat penyidikan. Salah Satunya adalah mendalami seberapa besar kerugian negara nya. 

Sejumlah informasi yang dihimpun indigo99.com, salah satu faktor untuk mengetahui kerugian negara adalah perhitungan kerugian ekologi, yang nantinya akan dilakukan ahli kehutanan yang sengaja didatangkan oleh tim penyidik Pidusus Kejati Sulbar.  

Kasi Penkum Kejati Sulbar Amiruddin, mengaku dalam waktu dekat ini, tim penyidik Pidsus Kejati Sulbar, akan mendatangkan ahli kehutanan dari salah satu Universitas ternama di Makassar Provinsi Sulawesi Selatan ( Sulsel ). Ahli kehutanan ini, akan melakukan perhitungan kerugian ekologi berdasarkan permintaan BPKP Provinsi Sulbar.

Baca Juga :  Program Tanam Sukun Pj Bahtiar Tuai Sorotan, 4 Program Kementan RI Terabaikan?

Masih mantan Kasi Pidsus Kejari Wajo, mengatakan ahli kehutanan akan mencocokan peta yang sebelumnya dan peta yang saat ini dengan menggunakan citra satelit. Dia menyebutkan, citra satelit adalah gambaran permukaan bumi hasil perekaman satelit yang berada di luar angkasa berjarak ratusan kilometer dari paras bumi. Dia mengaku, ahli kehutanan ini akan menghitung kerusakan ekologi di lokasi tersebut berdasarkan dengan peta yang sebelum dan sesudah, karena salah satu faktor untuk mengetahui kerugian negara.

“ Nanti ahli kehutanan akan menghitung kerusakan ekologi berdasarkan peta sebelum dan sesudah dengan menggunakan citra satelit. Hal ini hasil exposes awal kami dengan BKP yang meminta hasil nilai kerusakan ekologi karena itu salah satu faktor untuk mengetahui kerugian negara selain faktor lain, “ kata Kasipenkum Kejati Sulbar, Amiruddin saat ditemui indigo99.com, Kamis ( 12/10 ).

Baca Juga :  Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya

Lanjut ata dia, ahli kehutanan yang diundang menjadi saksi dalam kasus ini tidak lama lagi akan bekerja sesuai dengan keahliannya. Dan berharap kasus ini terang benderang sesuai dengan SOP penyidikan dan tidak ada yang dirugikan dalam penanganan kasus ini.

“ Dalam penanganan kasus perluasan kawasan hutan mangrove dalam kawasan hutan lindung, tim penyidik tetap teliti dan hati – hati. Kasus ini sudah di tingkat penyidikan dan kami masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara yang dilakukan BPKP. Intinya kasus ini kami atensi, “ pungkasnya.** 

Pewarta indigo99.com : Aji     

 

    

 

          

Berita Terkait

Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 
Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa
Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya
Seorang Ayah Minta Keadilan kepada Kapolda Sulbar, Anaknya Babak Belur Pelaku Belum Ditangkap 
Program Tanam Sukun Pj Bahtiar Tuai Sorotan, 4 Program Kementan RI Terabaikan?
Polresta Mamuju Temukan Puluhan Juta Uang Palsu 
Hari ini, Kapolda Sulbar Pecat 12 Personilnya, 4 Polisi Pasangkayu
Pengadaan Alkes 2,5 Miliar Masuk Ranah Hukum, Komisi III DPRD Jadwalkan Hearing Mantan Kadinkes, PKK dan PPTK   
Berita ini 279 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Mei 2024 - 17:43 WIB

Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Minggu, 26 Mei 2024 - 19:01 WIB

Lomba Balap Katinting Piala MP2 Resmi Ditutup, Katinting Pasir Putih Tercepat 

Sabtu, 25 Mei 2024 - 17:43 WIB

Hidupkan Olahraga Tradisional, MP2 Bersama Yudis Friend Gelar Lomba Katinting 

Jumat, 24 Mei 2024 - 21:19 WIB

Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:32 WIB

Kajari Mamuju dan Kajari Polman Hingga Aswas Masuk Daftar Mutasi Kejagung RI 

Kamis, 23 Mei 2024 - 06:31 WIB

Pejabat Baru Kajati dan Wakajati Sulbar Diisi Nama ini

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:43 WIB

Program Tanam Sukun Pj Bahtiar Tuai Sorotan, 4 Program Kementan RI Terabaikan?

Berita Terbaru

YOVISTRA Antropometri  Full Set II  Ibu , Bayi dan Anak + Koper.(F ilustrasi /Yovistra)

Headline

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

error: Content is protected !!