Soal Kasus Bunuh Diri di Mamasa, Polisi Tidak Temukan Tanda – Tanda Kekerasan 

- Jurnalis

Selasa, 9 November 2021 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketfot : Kasat Reskrim Pores Mamsa, Iptu Dedi.

Ketfot : Kasat Reskrim Pores Mamsa, Iptu Dedi.

Indigo99.com | Kematian seorang janda inisial R di Desa Osango, Kecamatan Mamasa Kabupaten Mamasa Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), Senin pagi 8 November 2021 yang ditemukan warga setempat, dipastikan korban meninggal akibat bunuh diri. 

Kasatreskrim Polres Mamasa, Iptu Dedi Yulianto mengatakan berdasarkan pemeriksaan polisi di tempat kejadian perkara ( TKP ) serta hasil pemeriksaan yang dilakukan dokter di Rumah Sakit Banua Mamase. Di tubuh korban tidak ditemukannya tanda – tanda kekerasan. Sehingga disimpulkan kematian korban dipastikan bunuh diri dengan cara gantung diri.

Baca Juga :  Bawaslu Majene Sebut 30 Amplop Berisikan Uang Diduga Milik Oknum Caleg

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan yang dialami Korban. Dokter menerangkan bahwa kuat dugaan korban bunuh diri,” kata Dedi kepada indigo99.com saat ditemui di ruangannya. Selasa 09/11/21

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan dari keterangan saksi Langi, bahwa sehari sebelum meninggal tepatnya di hari minggu tanggal 07 November 2021. Saksi mengatakan, korban sempat meminta tolong kepada saksi untuk dicarikan pinjaman uang berbunga.

Baca Juga :  Hari ini, KPU Mamuju Laksanakan PSU di 6 TPS

“ Korban ini sempat minta bantu kepada saksi untuk dicarikan tempat yang bisa pinjam uang. Saksi, menanyakan kenapa ?, Dan korban membalas dengan stiker menangis dan korban mengatakan saya sedang pusing, “ sebut kasat Reskrim yang menirukan keterangan saksi Langi.

Sebelumnya, hari Senin pagi korban ditemukan oleh warga di lantai satu rumah milik korban dengan cara tergantung dengan menggunakan kain gorden jendela rumahnya. **

Pewarta indigo99.com : Jupran

 

Berita Terkait

Pasien Nelayan Asal Kabuloang Sempat Tersandera, Pihak BPJS Kesehatan Mamuju Masih Bungkam
Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera
Cerita Nenek Asal Sampaga Jadi Korban Hipnotis, 8 Komplotan Pelaku 7 Pelaku Asal Sulsel 1 Sulbar
8 Komplotan Pelaku Hipnotis Berhasil Gondol Uang 85 Juta Milik Warga Sampaga
Jatanras Polda Sulbar Berhasil Gulung 8 Komplotan Pelaku Hipnotis
Gegara Sabu, Seorang Anggota Polres Pasangkayu Dipecat
Pagi Tadi, Pemilik Wisma Rio Ditemukan Tidak Bernyawa
Ditpolair Polda Sulbar Tengah Selidiki Bom Ikan Meledak
Berita ini 224 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:08 WIB

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:33 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Februari 2024 - 11:33 WIB

Dorong Promosi Tenun Sekomandi, Bupati Mamuju Keluarkan Edaran Untuk ASN

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:02 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:45 WIB

Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

Rabu, 28 Februari 2024 - 09:36 WIB

Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme

Rabu, 28 Februari 2024 - 08:03 WIB

Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:04 WIB

Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Feb 2024 - 15:33 WIB

error: Content is protected !!