Sidang Perkara Korupsi LPP Kalukku, Saksi Akui Rekayasa Dokumen Pengalaman Kerja

- Jurnalis

Kamis, 21 April 2022 - 17:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAMUJU, indigo99.com | Sidang perkara korupsi gedung lembaga pemasyarakatan perempuan ( LPP ), yang menyeret Empat orang menjadi terdakwa yakni Munir, Andi Wello, Syaiful Bahri dan Aminah. Kamis sore 21 April 2022 kembali digelar di Pengadilan Tipikor Mamuju dengan agenda pemeriksaan saksi.

Kali ini jaksa penuntut umum ( JPU ), menghadirkan salah seorang saksi atas nama Arham, yang pernah menjadi bagian dari PT Menara Jaya Konstruksi.

Saksi Arham yang menggunakan baju kemeja lengan panjang putih bergaris, dicecar sejumlah pertanyaan oleh majelis hakim secara bergantian. Pertanyaan yang dilontarkan soal posisi saksi di perusahaan PT Menara Jaya Konstruksi. Serta peranan atau tugas saksi yang dilakukan saat mengikuti lelang atau tender melalui LPSE Kumham RI serta cara pembuatan dokumen pengalaman kerja terhadap perusahaan PT Menara jaya Konstruksi.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“ Boleh saya jelaskan yang mulia, awalnya mulanya pada saat proses tender lelang atau tender kedua, pihak PT Menara Jaya Konstruksi datang ketempat saya untuk dibuatkan penawaran serta menguploadnya. Kala itu, yang datang saudara Andi Wello dan Syaiful Bahri yang mulia. Dan saat itu, kalau tidak salah ingat tahun 2018, “sebut Arham

Arhan mengaku, di kegiatan itu digunakan jasanya untuk melakukan upload penawaran di LPSE Kumham RI atas kesepakatan pemilik perusahaan dengan imbalan atau mendapat biaya jasanya 10 juta rupiah.

Dalam pemeriksaan saksi Arham, majelis hakim juga mempertanyakan persyaratan ikut lelang dan salah satunya adalah pengalaman kerja yang dimiliki oleh PT Menara Jaya Konstruksi. Di Depan majelis hakim, saksi Arham mengaku, merekayasa dokumen pengalaman pekerjaan yang seakan – seakan PT Menara Jaya Konstruksi memiliki pengalaman kerja.

Baca Juga :  Pagi ini, SMKN 1 Rangas Sekolah Pertama Dikunjungi Presiden Jokowi

“ Saudara yang lakukan ini adalah pemalsuan dokumen sehingga perusahaan saudara bisa melakukan pekerjaan itu. Apakah saudara tidak tahu bahwa itu adalah pidana ?. Sudah berapa kali saudara lakukan ini ?” tanya Majelis hakim yang terus menggali posisi saksi dalam kegiatan PT Menara Jaya Konstruksi.
Hakim juga mempertanyakan keberadaan CV Menara Jaya Konstruksi dan PT Menara Jaya Konstruksi yang berdiri pada tahun 2014. Selain itu, hakim juga menyebut saksi adalah ujung tombak yang membuat dokumen perusahaan tersebut salah satunya adalah menganti nama – nama menara konstruksi atas persetujuan Hendrik sehingga bisa mendapat pengalaman kerja sebagai persyaratan proses tender. Atas itu kata Hakim, meminta agar keterangan saksi harus dipegang.

“Pegang keterang saudara ya, kalau dilihat keterangan saudara, saudara juga ini terlibat, ini diserahkan sama Jaksa saja. Karena PT Menara Jaya Konstruksi kok tiba – tiba punya pengalaman kerja.” tanya majelis hakim

Bahkan Hakim kembali bertanya apa yang dilakukan oleh saksi dengan membuat rekayasa dokumen pengalaman kerja. Bahwa kata dia, PT Menara Jaya Konstruksi tidak memiliki pengalaman kerja membangun LPP di Siantar, tapi ternyata tetap dilakukan oleh saksi Arham

“ Saudara tahu salah atau tidak, bahwa ternyata Menara Konstruksi tidak punya pengalaman kerja membangun LP, tapi saudara buat seolah – olah ada punya pengalaman kerja. Saudara tahu itu salah?” tanya Hakim.

Baca Juga :  Demo, Massa Tolak Kunjungan Jokowi Hingga Minta Kapolda dan Kajati Dicopot

Saksi Arham didepan majelis hakim mengakui, bahwa memang tidak punya pengalaman kerja PT Menara Jaya Konstruksi. Dan apa yang dilakukan dengan merekayasa dokumen pegalamana kerja dan apa yang dilakukan diakui adalah perbuatan salah.

“ Saya akui perusahan Menara Jaya Konstruksi, memang tidak punya pengalam kerja. Dan saya akui itu salah. Saya lakukan itu hanya berdasarkan profesionalisme saya yang mulia. Dan saya disuruh yang muliah oleh Andi Wello, “ ungkap Arham

DR. Rahmat Idrus, SH sebagai kuasa hukum terdakwa, juga mencacar sejumlah pertanyaan kepada saksi Arham, seperti soal penjelasan kontrak dan kerja tim kelompok kerja ( Pokja ) yang diketahui mendatangi saksi. Lanjut Idrus, juga mempertanyakan syarat – syarat dokumen yang dibuat seperti pengalaman kerja. Selain itu PH Rahmat juga mempertanyakan dasar – dasar saksi bisa diangkat sebagai direktur perusahan Menara Jaya Konstruksi dan apa alasannya.

“ Adapun saya diangkat direktur Menara Jaya Konstruksi pada tahun 2019, itu atas dasar hasil rapat setelah Direktur utama keluar secara hormat sehingga saya ditunjuk untuk menggantikannya, “jelas saksi Arham yang menjawab pertanyaan PH Rahmat Idrus.

Dalam persidangan pemeriksaan saksi masih secara online diketuai oleh majelis hakim Budiansyah, S.H., M.H, bersama Dua hakim anggota Irawan Ismail, SH, MH serta Yudikasi Waruwu, SH, MH. Dan sidang kembali digelar pada pekan depan dengan agenda masih pemeriksaan saksi.**

Pewarta indigo99.com : Adji

Berita Terkait

Diduga Ada Kejanggalan Proyek Puskesmas Salupangkang Dilaporkan
Pasca Lebaran, Pemprov Sulbar Luncurkan Program Diskon Beras
Urai Kemacetan, Dirlantas Polda Sulbar Kombes Pol Valentinus Asmoro Turun Langsung Mengatur Lalu Lintas
Utang Proyek Rusun 1,3 Miliar, Pihak Kontraktor Segera Bayarkan
Sidang PK Terpidana Korupsi Andi Dodi Ajukan 4 Novum Baru
Jokowi Resmikan Proyek APBN 1,31 Triliun di Sulbar
Pagi ini, SMKN 1 Rangas Sekolah Pertama Dikunjungi Presiden Jokowi
Presiden Jokowi Tiba di Mamuju, Sempat Hambur Baju Kaos
Berita ini 495 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 24 April 2024 - 12:14 WIB

Diduga Ada Kejanggalan Proyek Puskesmas Salupangkang Dilaporkan

Rabu, 24 April 2024 - 06:31 WIB

Pasca Lebaran, Pemprov Sulbar Luncurkan Program Diskon Beras

Rabu, 24 April 2024 - 06:04 WIB

Urai Kemacetan, Dirlantas Polda Sulbar Kombes Pol Valentinus Asmoro Turun Langsung Mengatur Lalu Lintas

Selasa, 23 April 2024 - 17:05 WIB

Utang Proyek Rusun 1,3 Miliar, Pihak Kontraktor Segera Bayarkan

Selasa, 23 April 2024 - 16:34 WIB

Sidang PK Terpidana Korupsi Andi Dodi Ajukan 4 Novum Baru

Selasa, 23 April 2024 - 09:14 WIB

Pagi ini, SMKN 1 Rangas Sekolah Pertama Dikunjungi Presiden Jokowi

Senin, 22 April 2024 - 17:28 WIB

Presiden Jokowi Tiba di Mamuju, Sempat Hambur Baju Kaos

Senin, 22 April 2024 - 15:42 WIB

Warga Terdampak Gempa di Malunda Layangkan Sikap Protes ke Jokowi

Berita Terbaru

Pj Zudan dalam Kuker ya di Kab Polman dalam acara pasar murah Ramadhan.(F/humas)

Advertorial

Pasca Lebaran, Pemprov Sulbar Luncurkan Program Diskon Beras

Rabu, 24 Apr 2024 - 06:31 WIB

Kuasa hukum Andi Dodi Hermawan berikan keterangan kepada media.

Headline

Sidang PK Terpidana Korupsi Andi Dodi Ajukan 4 Novum Baru

Selasa, 23 Apr 2024 - 16:34 WIB

error: Content is protected !!