Tiga Saksi Akui Melihat Terdakwa Habisi Nyawa Korban

- Jurnalis

Senin, 25 April 2022 - 23:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu acara Persidangan di PN Mamuju (Foto. indigo99 )

Salah satu acara Persidangan di PN Mamuju (Foto. indigo99 )

MAMUJU, indigo99.com | Usai sidang agenda pembacaan dakwaan terhadap perkara pembunuhan yang terjadi di Dusun Kayucolo Desa Barakkang Kecamatan Budong – Budong Kabupaten Mamuju Tengah ( Mateng ) Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), yang terjadi pada tanggal 24 Januari 2022.

Senin sore 25 April 2022, di Pengadilan Negeri ( PN ) Mamuju, Jaksa penuntut umum ( JPU ), kembali mengikuti sidang lanjutan dengan menghadirkan Lima orang saksi diantaranya Mutmainah yang tak lain istri korban Muhammad Junaid. Hanawiah anak korban, Rahmatia juga anak korban, Idrus menantu korban, Idrus seorang Kepala Dusun Kayu Colo, serta seorang bocah inisial MS ( anak di bawah umur ) yang juga anak kandung korban.

Dalam persidangan pemeriksaan saksi, semua keterangan Kelima saksi itu didengar langsung oleh Kedua terdakwa yang hadir saat itu yakni bernama Suharto alias Suhar Bin Sumantri dengan Susanto alias Anto Bin Abdul Rajab.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masing – masing Kelima saksi memberikan keterangannya atas pertanyaan yang dilontarkan oleh majelis hakim terhadap adanya peristiwa berdarah di pagi buta itu di Dusun Kayu Colo. Kelima saksi yang dihadirkan itu, Tiga diantaranya yakni Mutmainnah, saksi Gunawan dan saksi Hanawiah. Ketiganya melihat langsung kejadian pembunuhan yang dilakukan Kedua terdakwa dengan menggunakan senjata tajam jenis parang, hingga nyawa PNS yang kerja di kantor camat Topoyo tidak bisa tertolong hingga diketahui tewas ditempat kejadian.

Seperti pengakuan saksi Mutmainna yang tak lain adalah istri sah dari korban ( Junaid) mengaku, bahwa di mata – matanya melihat peristiwa pilu dimana suaminya tidak berdaya di tebas oleh Kedua terdakwa Suharto alias Suhar Bin Sumantri bersama dengan Susanto alias Anto Bin Abdul Rajab, dengan menggunakan parang panjang. Dia juga melihat keberingasan Kedua terdakwa, dimana korban yang tak lain suami tercintanya sudah jatuh tersungkur ke tanah masih dihujani sabetan parang.

“ Yang mulia, dari jarak sekitar lima meter saya melihat langsung suami saya ditebas dengan menggunakan parang oleh kedua terdakwa. saya lihat Santo dari belakang tebas tangan suami saya, bersama Suhar menebas kepalanya hingga suami saya jatuh tersungkur tak berdaya dan masih nacingcang sampai – sampai luka dibagian perut sangat parah, “ kata Mutmainah dalam memberikan keterangan sebagai saksi di Pengadilan Negeri ( PN ) Mamuju.

Selain itu, Mutmainah mengaku di hadapan majelis hakim mengaku bahwa suaminya atau korban sering mandi di sungai setiap pagi sebelum berangkat ke kantor dan sungai yang jarak dari rumahnya sekitar 30 meter adalah tempat pemandian umum. Namun kata dia, di tempat mandi yang tidak jauh dari rumahnya terjadi keributan, antara korban dengan terdakwa Suhar, sehingga saksi Mutmainnah menyusul dan memanggil korban untuk pulang ke rumah. Dan menurut saksi yang mengorek keterangan korban saat masih hidup, bahwa korban didatangi terdakwa Suhar dengan membawa Sajam.

Baca Juga :  Penyedia Katering di Mateng Mengeluh, Nasi Kotak di HKB Belum Dibayar BPBD Sulbar 

“ suami saya bilang di datangi di sungai oleh terdakwa Suhar dan tega – teganya terdakwa dibawakan Sajam saya di sungai. Makanya saya bilang sama korban pulang mi pak, jangan ribut – ribut.” katanya

Masih dia, berdasarkan pengakuan korban saat itu, mengaku saat mandi di sungai Kedua terdakwa mendatangi korban dengan membawa parang. Karena tidak ingin ribut akhirnya suaminya balik ke rumah. Namun kedua terdakwa kembali menyusul di jalan serta ada teriakan yang dilakukan oleh seorang saksi atas nama Mama Santo, dan mengarah kepada korban dengan menyebutkan bahwa ada lagi masalah baru.

“ saya tidak tau tiba – tiba Kedua terdakwa datangi kami di depan rumah dengan membawa Sajam, lalu diteriaki oleh Mama Santo dengan mengatakan bagus sekali mi’ bikin ki’ lagi masalah baru. Jadi saya jawab, masalah baru apa?” tanya Mutmainnah, yang menjawab teriakan Mama Santo.

Masih saksi Mutmainah dalam keterangannya, mengatakan bahwa terdakwa mendatangi korban dengan Keduanya mempersenjatai diri dengan Sajam hingga terpancing korban yang saat itu masih mengenakan kain mandi, dengan mengambil Sajam di rumahnya lalu ketemu di tengah jalan sehingga terjadi perkelahian Dua lawan Satu. Namun dalam kejadian ini, sanksi mengaku tidak sempat mengayunkan Sajam miliknya, namun yang duluan mengayunkan Sajam adalah terdakwa Suharto dengan menghantam tangan korban dan terdakwa Susanto menghantam bagian belakang korban hingga jatuh tersungkur ke tanah.

“ saya panik pak, saya lihat bahwa yang duluan menyerang yang mulia adalah terdakwa Suharto. Suharto hantam tangan korban akai parang hingga luka parah sementara terdakwa Susanto hantam bagian belakang korban dengan juga menggunakan Sajam. Suami saya tidak bisa membela diri karena alami luka parah dan saat itu suami saya jatuh tersungkur dan berdarah, “ ungkap Mutmainah

Salah seorang Hakim anggota Muhajir, menyesalkan terjadinya peristiwa pembunuhan yang dilakukan terdakwa yang persoalannya tidak masuk diakal.. Di hadapan Kedua terdakwa, majelis hakim meminta kedua terdakwa untuk berpikir secara sehat usai persidangan sebab kelakuan yang dilakukan Kedua terdakwa sangat tidak masuk diakal dengan tega menghabisi nyawa korban tanpa alasan yang jelas.

Baca Juga :  Dukung Persepakbolaan Majene, MP2 Sulbar Sukses Jadi Sponsor Utama Lotim Cup I 

“ Saya kira setelah sidang pulang dan pikir – pikir ko perbuatanmu na’ karena tidak masuk diakal dengan kejadian tadi ini. Saya kira tadinya diperkosa istrimu atau digorok lehernya istrimu sampai ko bunuh korban padahal tidak seperti itu. Kamu berdua punya Tuhan kan, ada Tuhan mu To ? kamu pikir – pikir dulu na’, biar saya kasi benar ko’ maksudnya ya, supaya kamu timbang- timbang ternyata persoalan tidak masuk diakal, “ kata salah seorang Hakim yang memberikan saran kepada Kedua terdakwa.

Diakhir pemeriksaan saksi, Kedua terdakwa yang mendengar keterangan Kelima saksi. Salah satu terdakwa Suharto mengakui bahwa dirinya yang menghabisi nyawa korban. Sementara keterang saksi lain diakui tidak benar dengan alasan tidak pernah ada perselisihan dengan korban.

“ Saya akui yang mulai saya yang bunuh korban, tapi saya sangkali bahwa saya tidak pernah berselisih paham dengan korban.” kata terdakwa Suharto alias Suhar Bin Sumantri udsi ditanya majelis hakim usai mendengarkan keterangan terdakwa.

Sementara kuasa hukum korban Andi Irwin, SH kepada indigo99.com mengaku bahwa tetap mempercai Kejaksaan Sulbar, untuk bisa menuntut kepada terdakwa berdasarkan fakta yang ada. Dan tetap berharap kepada Majelis hakim untuk memberikan putusan yang seadil – adilnya kepada para terdakwa.

“ Tetap mempercayai kejaksaan untuk bisa memberikan tuntutan berdasarkan fakta yang sebenarnya. Dan berharap majelis hakim bisa memberikan hukuman yang seadil – adilnya berdasarkan dengan fakta – fakta yang ada, “ harap Irwin

Sedangkan keterang terdakwa Susanto alias Anto Bin Abdul Rajab, di hadapan majelis hakim juga bahwa keterangan para saksi juga tidak benar karena saya tidak ikut memerangi korban.

Ditemui usai persidangan, JPU Syamsul Alam, SH, tidak ingin berkomentar lebih kepada media ini, hanya saja mengaku pada sidang berikutnya masih agenda pemeriksaan saksi.

Sementara sidang kasus pembunuhan ini diketuai oleh majelis hakim Rahid Pambingkas, SH bersama Kedua hakim anggota David Fredo Charles Soplanit, SH. MH bersama dengan Muhajir, SH.**/Aji

Berita Terkait

MP2 Sulbar Terus Tebar Kebaikan, 3 Warga Miskin di Polman Terima Bantuan
Tabung Gas di Karossa Lari ke Pengecer Harga Capai 35 Ribu Pertabung.
Menyambut Idul Adha 1445 H, Kanwil Kemenag Sulbar Akan Menyembelih Hewan Kurban 15 Ekor Sapi 
Dukung Persepakbolaan Majene, MP2 Sulbar Sukses Jadi Sponsor Utama Lotim Cup I 
Kapolda Sulbar Ajak Warga Jaga Lingkungan Tidak Menebang Pohon Secara Sembarangan 
Tabung Gas 3 Kg Langka di Mamuju, Sejumlah Pangkalan Tabung Diperiksa Polisi 
Bangunan Los Pasar Karossa Terbengkalai, Berubah Fungsi Jadi Gudang
BPBD Sulbar dan Pengusaha Katering Sepakat : Dibayarkan Dalam Waktu Dekat ini
Berita ini 576 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Juni 2024 - 23:17 WIB

MP2 Sulbar Terus Tebar Kebaikan, 3 Warga Miskin di Polman Terima Bantuan

Minggu, 16 Juni 2024 - 22:26 WIB

Tabung Gas di Karossa Lari ke Pengecer Harga Capai 35 Ribu Pertabung.

Minggu, 16 Juni 2024 - 12:56 WIB

Menyambut Idul Adha 1445 H, Kanwil Kemenag Sulbar Akan Menyembelih Hewan Kurban 15 Ekor Sapi 

Minggu, 16 Juni 2024 - 11:44 WIB

Dukung Persepakbolaan Majene, MP2 Sulbar Sukses Jadi Sponsor Utama Lotim Cup I 

Sabtu, 15 Juni 2024 - 14:39 WIB

Kapolda Sulbar Ajak Warga Jaga Lingkungan Tidak Menebang Pohon Secara Sembarangan 

Jumat, 14 Juni 2024 - 20:19 WIB

Bangunan Los Pasar Karossa Terbengkalai, Berubah Fungsi Jadi Gudang

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:28 WIB

BPBD Sulbar dan Pengusaha Katering Sepakat : Dibayarkan Dalam Waktu Dekat ini

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:21 WIB

Raja Gowa ke 38 Andi Kumala Idjo Akan Kembali ke Istana Balla Lompoa

Berita Terbaru

error: Content is protected !!