Serap 3 Miliar, Pengadaan Kopi Tahun 2019 Dinilai Gagal

- Jurnalis

Sabtu, 25 Juni 2022 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustarasi, tanaman bibit kopi

Foto Ilustarasi, tanaman bibit kopi

SULBAR, indigo99.com | Pengadaan bibit kopi arabika perluasan tahun anggaran 2019 dengan anggran 3 Miliar menuai sorotan dari berbagai pihak termasuk kelompok tani ( Poktan ) penerima dari dua kecamatan yakni Rantebulahan Timur dan Kecamatan Mehalaan Kabupaten Mamasa.

Berdasarkan sumber yang diperoleh indigo99.com, bahwa pengadaan kopi yang menelan anggaran APBD Provinsi Sulbar, kegiatannya diduga tidak sesuai dengan rincian anggaran biaya ( RAB ). Dimana kopi yang diterima oleh Poktan bervariasi yaitu kopi arabika, kopi Jember dan kopi Robusta, padahal dalam RAB hanya jenis kopi Arabika yang diminta.

“ Salah satu perusahaan sebagai pihak pelaksana pengadaan bibit kopi tersebut ditemukan yang ada Tiga jenis yaitu kopi arabika, kopi jember dan kopi robusta. Pengadaan bibit kopi tersebut tidak sesuai di RAB, karna bibit kopi yang seharusnya yang ditenderkan adalah jenis kopi arabika ( jenis komasti ), bukan bibit kopi campuran, “ terang salah satu penggiat anti Korupsi Sulbar, Baharuddin Belo, yang menilai program ini gagal total.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baharuddin menyebutkan, jumlah bibit kopi 300 Ribu pohon jenis kopi Arabika dengan anggaran 3 Miliar. Dibeberkan yang paling memprihatinkan sebagian bibit kopi yang diterima Poktan sebagian sudah mati dan layu.

Baca Juga :  Mantan Wakajati Sumatera Barat Andi Darmawangsa, Resmi Jabat Kajati Sulbar

“ Masyarakat petani selaku penerima manfaat di dua Kecamatan, menolak menerima bibit kopi tersebut saat didatangkan dengan alasan kondisi bibit tersebut tidak layak tanam karena banyak mati dan layu.” sebut Baharuddin

Parahnya pengadaan kopi jenis Arabika, dipertanyakan pengawasannya dari pihak – pihak terkait. Iya menilai, pengadaan bibit kopi tersebut dinilai gagal karena bibit seharusnya sudah ditanam pada bulan November 2019 tapi sampai saat ini bibit kopi tersebut dibiarkan berserakan.

“Masyarakat juga tidak mau menanam karena bibitnya ada tiga jenis dan sampai saat ini sudah banyak mati dan membusuk. Dari beberapa orang kelompok tani mengaku kalau awalnya menolak namun petani tatap dipaksa menerima dengan menandatangani serah terima.” ungkapnya

Terkait pengadaan bibit kopi yang dinilai rusak itu. Gunawan, salah seorang warga di Kecamatan Rantebulahan Timur ( Rantim ) kepada laman media ini mengatakan, para Ketua Poktan, awalnya menolak bibit kopi dengan alasan bibit tersebut kecil dan saat itu dikemas dalam karung serta banyak yang mati waktu tiba di lokasi. Kondisi ini, pihak penyedia sampai saat ini belum ada yang bertanggung jawab.

Baca Juga :  Kabid Propam Polda Sulbar : Sanksi Tegas Anggota Live di Tiktok   

Kala itu sebut Gunawan, bibit yang diangkut dengan mobil truk, ketua kelompok tani menerima walaupun kondisi bibit sama dengan bibit pertama yang diantar oleh pihak dinas pengadaan. Dan para ketua kelompok dilibatkan dalam pengangkutan dari penangkaran bibit ke lokasi penerima manfaat di wilayah masing – masing.

Gunawan menilai, pengadaan bibit kopi yang diprogramkan pemerintah tahun 2019 melalui Dinas Pertanian Provinsi Sulbar, dinilai gagal. Seharusnya kata dia, kopi yang ditanam saat itu sebenarnya saat ini sudah ada yang berbuah sampai sekarang dan dinikmati oleh masyarakat, karena prospek penanaman kopi di wilayah kami sangat bagus kalau bibitnya bagus.

“ Coba kalau bibit kopi bagus kita tanam di tahun 2019, pasti sudah dipetik tahun ini. Saya anggap program ini gagal total dan dirugikan negara dengan menggunakan anggaran Miliaran rupiah, “ pungkas Gunawan./Zul

 

Berita Terkait

MP2 Sulbar Terus Tebar Kebaikan, 3 Warga Miskin di Polman Terima Bantuan
Tabung Gas di Karossa Lari ke Pengecer Harga Capai 35 Ribu Pertabung.
Menyambut Idul Adha 1445 H, Kanwil Kemenag Sulbar Akan Menyembelih Hewan Kurban 15 Ekor Sapi 
Dukung Persepakbolaan Majene, MP2 Sulbar Sukses Jadi Sponsor Utama Lotim Cup I 
Kapolda Sulbar Ajak Warga Jaga Lingkungan Tidak Menebang Pohon Secara Sembarangan 
Tabung Gas 3 Kg Langka di Mamuju, Sejumlah Pangkalan Tabung Diperiksa Polisi 
Bangunan Los Pasar Karossa Terbengkalai, Berubah Fungsi Jadi Gudang
BPBD Sulbar dan Pengusaha Katering Sepakat : Dibayarkan Dalam Waktu Dekat ini
Berita ini 394 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Juni 2024 - 23:17 WIB

MP2 Sulbar Terus Tebar Kebaikan, 3 Warga Miskin di Polman Terima Bantuan

Minggu, 16 Juni 2024 - 22:26 WIB

Tabung Gas di Karossa Lari ke Pengecer Harga Capai 35 Ribu Pertabung.

Minggu, 16 Juni 2024 - 12:56 WIB

Menyambut Idul Adha 1445 H, Kanwil Kemenag Sulbar Akan Menyembelih Hewan Kurban 15 Ekor Sapi 

Minggu, 16 Juni 2024 - 11:44 WIB

Dukung Persepakbolaan Majene, MP2 Sulbar Sukses Jadi Sponsor Utama Lotim Cup I 

Sabtu, 15 Juni 2024 - 14:39 WIB

Kapolda Sulbar Ajak Warga Jaga Lingkungan Tidak Menebang Pohon Secara Sembarangan 

Jumat, 14 Juni 2024 - 20:19 WIB

Bangunan Los Pasar Karossa Terbengkalai, Berubah Fungsi Jadi Gudang

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:28 WIB

BPBD Sulbar dan Pengusaha Katering Sepakat : Dibayarkan Dalam Waktu Dekat ini

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:21 WIB

Raja Gowa ke 38 Andi Kumala Idjo Akan Kembali ke Istana Balla Lompoa

Berita Terbaru

error: Content is protected !!