Seorang Remaja di Pasangkayu Rekayasa Kematian Anak Gadis Umur 14 Tahun

- Jurnalis

Rabu, 27 Maret 2024 - 22:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Pasangkayu memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus pembunuhan berencana.(F/Humas)

Kapolres Pasangkayu memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus pembunuhan berencana.(F/Humas)

PASANGKAYU, indigo99.com | Seorang anak gadis nama Sartika umur 14 tahun asal Desa Kalola Kecamatan Bambalamotu Kabupaten Pasangkayu. Ditemukan meregang nyawa di kebun coklat milik warga.

Kematian Sartika yang masih dibawah umur itu, menjadi perbincangan publik hingga ke Medsos, pasalnya penyebab kematiannya awalnya diduga bunuh diri, namun belakangan ini diketahui diduga dihabisi nyawanya oleh teman prianya masih remaja bernama Ofon 18 tahun.

Informasi yang dihimpun indigo99.com, Korban nama Sartika, ditemukan pada hari Minggu, 25 Maret 2024 oleh warga dengan kondisi tewas tergantung di salah satu pohon coklat di Dusun Purnama Desa Kalola. 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kematian gadis 14 tahun sampai pun ke telinga Polisi berdasarkan pengaduan warga. Dan anggota Reskrim Polres Pasangkayu langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan dilanjutkan melakukan penyelidikan full baket dan full data.

Dalam penyelidikan anggota Reskrim Polres Pasangkayu menemukan sejumlah kejanggalan pada kematian korban. Berdasarkan penelusuran akun Facebook milik keduanya oleh Polisi. Dalam percakapannya pelaku bernama Ofon. Korban Sartika melalui Messenger Facebook meminta kepada pelaku untuk ketemu pada hari Sabtu, 23 Maret 2024.

Baca Juga :  Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat

Ajakan korban ditolak mentah – mentah oleh pelaku. Dan penolakan itu mendapat ancaman dari korban Sartika, bernada jika tidak datang akan mengungkapkan hubungan Keduanya.  Hal inilah yang memicu kemarahan pelaku Ofon, yang kemudian mengajak Sartika bertemu di kebun coklat.

Saat pertemuan Keduanya, Ofon merasa semakin terprovokasi oleh ancaman Sartika. Akhirnya, Ofon mencekik leher Sartika hingga mengakibatkan kematian gadis tersebut.

Setelah memastikan korban meninggal, Ofon merekayasa kematian korban dengan berpura – pura korban gantung diri atau bunuh diri. Tipu muslihat pelaku ini awalnya berhasil dan dipercaya warga bahwa korban mati karena gantung diri.

Tidak berlangsung lama, Polisi berhasil mengungkap bahwa korban meninggal tidak wajar. Atas pengungkapan ini Polisi pun menetakan satu orang tersangka.

“Kasus ini, berhasil kita ungkap dengan menetapkan satu orang tersangka,” kata Kapolres Pasangkayu, AKBP Candra Kurnia Setiawan. Rabu (27/3/2024).

Baca Juga :  Terdakwa Korupsi Unsulbar 1 Bebas 3 Vonis Bersalah

Candra kepada sejumlah Media menyatakan, bahwa tersangka telah mengakui perbuatannya setelah menjalani interogasi oleh penyidik Reskrim  Polres Pasangkayu.

Dia menyebutkan, motif dibalik pembunuhan ini ternyata adalah rasa marah pelaku terhadap ancaman yang dilontarkan oleh korban Sartika.

Kata dia, berkat kesigapan anggota Reskrim yang mengumpulkan bukti yang ada kaitannya dengan hubungan antara korban dengan pelaku lewat Media sosial. Akhirnya, teka teki kematian gadis 14 tahun itu berhasil diungkap dan memastikan pelaku utamanya adalah pemuda atas nama Ofon yang tak lain teman korban Sartika.    

“ Kami telah memastikan bahwa kejadian mengerikan itu, bukan karena gantung diri tapi dibunuh dengan oleh tersangka utama, Ofon yang tak lain kawan dekat korban, “ jelas Candra

Pemuda atas nama Ofon yang telah menyandang status tersangka, kini sudah mendekam dalam sel Polres Pasangkayu. Pemuda 18 tahun itu diancam dengan pasal 340 atau pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal seumur hidup

Editor : Aji

Berita Terkait

Kapolda Sulbar Imbau Masyarakat Saat Mudik Balik Utamakan Keselamatan
Telorkan Puluhan Ranperda, Kolaborasi Pemerintah dengan DPRD Sulbar Dapat Pujian
11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  
Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang
Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan
Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang
Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku
Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu
Berita ini 297 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 April 2024 - 12:55 WIB

Kapolda Sulbar Imbau Masyarakat Saat Mudik Balik Utamakan Keselamatan

Minggu, 14 April 2024 - 11:15 WIB

Telorkan Puluhan Ranperda, Kolaborasi Pemerintah dengan DPRD Sulbar Dapat Pujian

Jumat, 12 April 2024 - 21:28 WIB

11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  

Jumat, 12 April 2024 - 10:56 WIB

Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang

Selasa, 9 April 2024 - 23:07 WIB

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 April 2024 - 15:39 WIB

Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku

Selasa, 9 April 2024 - 05:55 WIB

Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu

Minggu, 7 April 2024 - 18:13 WIB

Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi pengeroyokan.

Headline

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 Apr 2024 - 23:07 WIB

error: Content is protected !!