Rugikan Negara 3,8 Miliar, Tiga Terdakwa Korupsi Pengadaan Tanah Pemda Parimo, Divonis 4 Tahun

- Jurnalis

Kamis, 7 April 2022 - 06:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga terdakwa korupsi lahan Pemda Parimo 2015 2016, terlihat tunduk mendengar materi putusan yang dibacakan majelis hakim Tipikor.( Foto Istimewa )

Tiga terdakwa korupsi lahan Pemda Parimo 2015 2016, terlihat tunduk mendengar materi putusan yang dibacakan majelis hakim Tipikor.( Foto Istimewa )

PARIMO, indigo99.com | Majelis hakim Pengdilan Tipikor Kelas IA Palu, akhirnya divonis bersalah kepada Tiga terdakwa yakni Zulfinachri Achmad, Rivani Makarama dan Ahmad Rudianto. Masing – masing divonis 4 tahun penjara.

Selain dapat vonis 4 tahun kurungan penjara, terdakwa Zulfinachri yang tak lain adik kandung Sekda Parimo itu, dibebankan membayar denda 200 juta, subsider 4 bulan kurungan. Membayar uang pengganti 100 juta, subsider 6 bulan penjara.

Ketukan palu sakti ketua majelis hakim Tipikor Palu, Chairil Anwar, diketahui lebih tinggi dari tuntutan JPU yang hanya menuntut 3 tahun penjara, membayar denda 100 juta, subsider enam bulan kurungan. Membayar uang pengganti 1,7 miliar, subsider 1 tahun penjara.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menyatakan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan, melanggar pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat  (1)  ke–1 KUHPidana jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana,”  kata majelis hakim Tipikor yang membacakan amar putusannya di hadapan Tiga terdakwa. 

Baca Juga :  Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku

Selain terdakwa Zulfinachri, terdakwa lainnya Rivani Makaramah yang kala itu sebagai Kasubag Pertanahan selaku Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan ( PPTK ) dan Ahmad Rudianto Staf Sub Bagian Pertanahan pada Bagian Umum Setda Parimo selaku koordinator administrasi keuangan dan pertanahan tim pelaksana pengadaan tanah masing – masing divonis 4 tahun penjara, membayar denda 200 juta, subsider 4 bulan kurungan, terhadap Rivani Makaramah membayar uang pengganti 300 juta, terhadap Ahmad Rudianto 334 juta, subsider masing – masing 6 bulan penjara.

Vonis ini dibacakan masing-masing dalam berkas terpisah pada sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Chairil Anwar dan Ferry Marcus Justinus Sumlang, Bonifasius Nadya sebagai hakim anggota di Pengadilan Negeri Kelas 1 A PHI/Tipikor/Palu, Kamis kemarin 7 April 2022.

Selain itu dalam amar putusan Chairil Anwar, menetapkan barang bukti nomor urut 1 sampai dengan 113 tetap terlampir dalam berkas perkara. Dan barang bukti nomor urut 114 s/d 123 dirampas untuk negara dan uang tunai 1,5 miliar dan 500 juta diperhitungkan sebagai pembayaran uang pengganti.

Baca Juga :  Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang

“Hal memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi,” urai Chairil Anwar turut dihadiri JPU Taufan Maulana dan masing-masing Penasihat hukum terdakwa Zulfinachri diwakili Harun.

Usai mendengar putusan majelis hakim, Ketiga terdakwa masih melakukan upaya pikir – pikir apakah akan kembali melakukan upaya hukum atau menerima putusan tersebut.

Diketahui bahwa terdakwa Zulfinachri adalah mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa yang juga Mantan Kabag Pemerintahan Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Parigi Moutong. Dalam kegiatan ini selaku pengarah tim pelaksana pengadaan tanah.

Dan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk kepentingan umum dan Pemerintah Daerah Kabupaten Parimo 2015 – 2016, dirugikan keuangan negara 3,8 Miliar.**

Pewarta indigo99.com : Munafri 

Berita Terkait

Kapolda Sulbar Imbau Masyarakat Saat Mudik Balik Utamakan Keselamatan
Telorkan Puluhan Ranperda, Kolaborasi Pemerintah dengan DPRD Sulbar Dapat Pujian
11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  
Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang
Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan
Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang
Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku
Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu
Berita ini 182 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 April 2024 - 12:55 WIB

Kapolda Sulbar Imbau Masyarakat Saat Mudik Balik Utamakan Keselamatan

Minggu, 14 April 2024 - 11:15 WIB

Telorkan Puluhan Ranperda, Kolaborasi Pemerintah dengan DPRD Sulbar Dapat Pujian

Jumat, 12 April 2024 - 21:28 WIB

11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  

Jumat, 12 April 2024 - 10:56 WIB

Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang

Selasa, 9 April 2024 - 23:07 WIB

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 April 2024 - 15:39 WIB

Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku

Selasa, 9 April 2024 - 05:55 WIB

Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu

Minggu, 7 April 2024 - 18:13 WIB

Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi pengeroyokan.

Headline

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 Apr 2024 - 23:07 WIB

error: Content is protected !!