Ratusan Massa Salulebo Minta Praktik Dugaan Tambang Ilegal Ditutup

- Jurnalis

Jumat, 9 Juni 2023 - 08:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kordinator aksi Muhaimin Faizal menyampaikan aspirasinya lewat dialog dengan pihak PT Abipraya dan pihak Balai.(Foto/Indigo99)

Kordinator aksi Muhaimin Faizal menyampaikan aspirasinya lewat dialog dengan pihak PT Abipraya dan pihak Balai.(Foto/Indigo99)

MATENG, indigo99.com | Ratusan massa yang tergabung dalam Front Perjuangan Salulekbo jilid II, kembali melakukan protes kepada pihak PT Brantas Abipraya ( Persero ). Jumat 9 Juni 2023.

Pantau media ini, ratusan warga Desa Salulekbo mendatangi lokasi proyek dengan membawa sejumlah tuntutan yang dilayangkan kepada pihak PT. Brantas Abipraya. Salahsatunya protes yang dilayangkan adalah adanya dugaan praktik penambang ilegal yang bercokol di kegiatan proyek strategis nasional pada pembangunan DAM Budong – Budong.

Ditemui usai melakukan dialog dengan pihak perusahaan. Koordinator aksi, Muhaimin Faizal kepada sejumlah media dengan tegas mengatakan, ada 4 poin tahapan yang belum dilakukan oleh pihak perusahaan tambang yang berkontrak dengan PT Brantas. 4 poin tahapan itu sebut Muhaimin, adalah bahwa pihak penambang belum ada yang memiliki izin lingkungan. Belum ada yang punya rekomendasi teknis dari balai sungai. Belum ada izin dari ESDM Provinsi Sulbar untuk melakukan penambangan dan belum melakukan izin penjualan. Dan kata dia, ini jelas – jelas merugikan daerah soal pembayaran pajak jika aktivitas tambang ilegal beroperasi.

“ Kami meminta kepada pihak Balai dan PT Brantas Abipraya, agar aktivitas tambang ilegal untuk dihentikan penambang ilegal yang saat ini masih beroperasi. Soal ini, sejak Desember sebenarnya sudah kami laporkan di Mabes Polri, tapi belum ada tindak lanjut, karena itu kami kembali melaporkan ke Polres Mateng dan sampai saat ini belum tindak lanjutinya, ” kata Muhaimin.

Menurut dia, tentu ada kecurigaan berlindung di balik proyek strategis nasional (PSN) jika ini tidak ditindaklanjuti. Bukan berarti kata Muhaimin, kalau PSN lantas semua aturan bisa di bypass.

“ Jadi pihak Balai dan pihak Perusahaan ini telah membuat banyak pihak yang menanggung akibatnya. Pasalnya diduga menggunakan material ilegal dan tidak melalui uji laboratorium. Dan hal ini, Kami masih memikirkan langkah- langkah taktis untuk menjadi tangan hukum jika tangan hukum terlalu pendek untuk menjangkaunya.” tegas Direktur Celebes Research Institute (CRI).

Baca Juga :  Akibat Petugas KPPS Kelelahan, TPS 13 Tahaya - Haya Ditinggal Tidur

Ditempat yang sama, Husni Bastian, sebagai PPK Bendungan pada Balai Sulawesi III Palu, mengatakan apa yang diprotes warga itu tidak jadi masalah namun perlu diketahui, semua pelaksanaan pekerjaan punya dasar. Area penglok itu bukan berarti bukan tidak punya izin. Dia mengaku, semua punya izin tetapi pihak perusahaan melaksanakan kegiatan itu berdasarkan apa yang disepakati dalam kontrak awal.

“ Kalau dugaan itu dilaporkan kami tidak bisa menyampaikan bahwa tidak memiliki izin. Ada aturannya dalam PSN untuk pengambilan material yang sudah ditentukan perencanaan awal sehingga perencanaan awal itu kami sudah tidak mencari butuhkan material yang di dalam karena sudah jelas apa yang disampaikan perencanaan awal, “ singkat Husni.

Seperti aksi protes yang dilayangkan warga Salulebo, dijaga ketat aparat Kepolisian, baik dari Polres Mateng maupun dari beck up pasuakn dari Polda Sulbar. Terlihat usai dialog, massa aksi langsung membubarkan diri dengan tenang.

Pewarta indigo99.com : Aji

Berita Terkait

DKP Sulbar Terus Kembangkan Pembenihan dan Pembesaran Lobster
Diduga Bom Ikan Meledak, Nelayan Asal Kabuloang Mendapat Perawatan Serius
Gegara Bom Ikan Meledak Seorang Nelayan di Kabuloang Nyaris Tewas
2 Tahun Buronan Tersangka Korupsi, Seorang Kades di Polman Berhasil Diringkus Tim Tabur
Kecewa, Mahasiswa Universitas Wallecea Mamuju Segel Kampus
Peningkatan Nilai SPBE Tahun 2024
Pemilu 2024, Jatah Kursi PDIP di Sulbar Meningkat
Sabtu Besok, KPU Mamuju Gelar PSU di 3 TPS
Berita ini 557 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 16:22 WIB

DKP Sulbar Terus Kembangkan Pembenihan dan Pembesaran Lobster

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:31 WIB

Diduga Bom Ikan Meledak, Nelayan Asal Kabuloang Mendapat Perawatan Serius

Jumat, 23 Februari 2024 - 09:41 WIB

Gegara Bom Ikan Meledak Seorang Nelayan di Kabuloang Nyaris Tewas

Kamis, 22 Februari 2024 - 10:27 WIB

2 Tahun Buronan Tersangka Korupsi, Seorang Kades di Polman Berhasil Diringkus Tim Tabur

Rabu, 21 Februari 2024 - 22:40 WIB

Kecewa, Mahasiswa Universitas Wallecea Mamuju Segel Kampus

Selasa, 20 Februari 2024 - 21:05 WIB

Pemilu 2024, Jatah Kursi PDIP di Sulbar Meningkat

Selasa, 20 Februari 2024 - 13:15 WIB

Sabtu Besok, KPU Mamuju Gelar PSU di 3 TPS

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:30 WIB

Berhasil Ungkap Kasus OTT Hingga Narkoba, 2 Satker Diganjar Penghargaan

Berita Terbaru

Kabid Perikanan budidaya, mengunjungi lokasi pembenihan dan pembesaran lobster air tawar di Kelurahan Rimuku.(Foto/Ucok)

Advertorial

DKP Sulbar Terus Kembangkan Pembenihan dan Pembesaran Lobster

Jumat, 23 Feb 2024 - 16:22 WIB

error: Content is protected !!