PTT di DKP Sulbar Minta Haknya Dibayarkan, Ini kata Kadisnya

- Jurnalis

Selasa, 14 Mei 2024 - 07:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

MAMUJU, Indigo99.com | Karena gajinya belum dibayarkan, pegawai tidak tetap ( PTT ) yang bekerja pada Dinas Perikanan dan Kelautan ( DKP ) Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), mempertanyakan hak – haknya atau gajinya oleh bendahara belum dibayarkan.

“ Minta tolong dulu, konfirmasi kepada Kadis DKP Sulbar, kenapa gaji PTT belum dibayarkan kodong, “ tulis salah seorang sumber yang tidak mau menyebut namanya.

Dia mengaku, akibat tidak dibayarkan hak – hak PTT tentu berdampak pada kebutuhan sehari – sehari yang harus dipenuhi.

Baca Juga :  LBH Mandar Yustisi Gelar Pendidikan dan Pelatihan Paralegal

“ kita tau kan pak, kalau tidak ada uang kita kesulitan mencukupi kebutuhan sehari – hari.” keluhnya

Terkait persoalan gaji PTT belum dibayarkan, Kadis DKP Provinsi Sulbar, Suyuti Marzuki kepada indigo99.com mengakui ada beberapa PTT yang tidak gajinya dengan alasan malas dan tidak bekerja dan belum menyetor laporan pekerjaannya.

“ Memang ada sebagian yang tidak dibayarkan gajinya PTT karena malas dan tidak bekerja. Dan banyak yang sudah dibayarkan yang telah melaporkan pekerjaan,“ ujar Suyuti.

Suyuti menyebutkan, jumlah PTT yang bekerja di DKP Sulbar, sebanyak 60 orang. Dan 33 orang yang sudah terbayarkan gajinya dan masih ada 27 orang PTT belum melaporkan kinerjanya.

Baca Juga :  Hari ini, Kapolda Sulbar Pecat 12 Personilnya, 4 Polisi Pasangkayu

Menurut dia, DKP Sulbar kehilangan anggaran bayar PTT per bulan sebesar Rp. 80.200.000. Dan kata dia, akan dibayarkan ini hari setelah share pekerjaan.

“ Maksudnya kita bayar PTT per bulan sebesar itu. Maka harus benar – benar bekerja. Selama ini banyak makan gaji buta yang malas dan tidak bekerja.

Berita Terkait

Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 
Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa
Lomba Balap Katinting Piala MP2 Resmi Ditutup, Katinting Pasir Putih Tercepat 
Hidupkan Olahraga Tradisional, MP2 Bersama Yudis Friend Gelar Lomba Katinting 
Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya
Seorang Ayah Minta Keadilan kepada Kapolda Sulbar, Anaknya Babak Belur Pelaku Belum Ditangkap 
Kajari Mamuju dan Kajari Polman Hingga Aswas Masuk Daftar Mutasi Kejagung RI 
Pejabat Baru Kajati dan Wakajati Sulbar Diisi Nama ini
Berita ini 205 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Mei 2024 - 17:43 WIB

Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Minggu, 26 Mei 2024 - 19:01 WIB

Lomba Balap Katinting Piala MP2 Resmi Ditutup, Katinting Pasir Putih Tercepat 

Sabtu, 25 Mei 2024 - 17:43 WIB

Hidupkan Olahraga Tradisional, MP2 Bersama Yudis Friend Gelar Lomba Katinting 

Jumat, 24 Mei 2024 - 21:19 WIB

Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:32 WIB

Kajari Mamuju dan Kajari Polman Hingga Aswas Masuk Daftar Mutasi Kejagung RI 

Kamis, 23 Mei 2024 - 06:31 WIB

Pejabat Baru Kajati dan Wakajati Sulbar Diisi Nama ini

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:43 WIB

Program Tanam Sukun Pj Bahtiar Tuai Sorotan, 4 Program Kementan RI Terabaikan?

Berita Terbaru

YOVISTRA Antropometri  Full Set II  Ibu , Bayi dan Anak + Koper.(F ilustrasi /Yovistra)

Headline

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

error: Content is protected !!