Proyek Sekolah Bantuan Pemerintah Untuk Daerah 3T di Sulbar Dinilai Lambat, Ini Alasannya  

- Jurnalis

Kamis, 18 November 2021 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketfot ( ilustrasi ) : Siswa SDN Kondospata yang jauh dari kata layak belum tesentuh bantuan pemeerintah.

Ketfot ( ilustrasi ) : Siswa SDN Kondospata yang jauh dari kata layak belum tesentuh bantuan pemeerintah.

indigo99.com | Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud ) terus memberikan perhatian terhadap kemajuan pendidikan di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Salah satunya pembangunan infrastruktur sekolah terpencil yang menyerap anggaran APBN tahun 2021. 

Salah satunya berada di Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ). Proyek sekolah yang berlokasi di daerah 3T di Lima kabupaten di Sulbar itu berjumlah yakni Kabupaten Mamuju 27 sekolah, Kabupaten Mamuju Tengah 29 sekolah, Kabupaten Majene dan Kabupaten Polman 28 sekolah serta Kabupaten Mamasa 8 sekolah. Kini capaian pelaksanaannya atau progresnya sudah mencapai 60 persen lebih.

Ditemui Kepala Satuan Kerja ( Satker ) Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Barat, Ibrahim kepada indigo99.com mengatakan, bahwa sampai saat ini proyek rehab ringan dan rehab berat pada program 3T progresnya baru mencapai 60 persen lebih. Meskipun terbilang agak lambat, namun kata Ibrahim proyek optimis akan rampung sesuai dengan batas kontrak yang ada per 30 Desember 2021.

Baca Juga :  Lomba Balap Katinting Piala MP2 Resmi Ditutup, Katinting Pasir Putih Tercepat 

“ kita akui memang lambat, progresnya baru mencapai 60 persen lebih. Tapi kami tetap optimis proyek ini akan rampung sebelum masuk batas kontrak di bulan depan, “ kata Ibrahim kepada indigo99.com. Kamis ( 18/11 ).

Menurut dia, salah satu alasan proyek sekolah T3 ini mengalami keterlambatan adalah cuaca, serta wilayah titik mobilisasi material dan bahan lain sangat jauh dan akses ke titik lokasi sangat ekstrim. Apalagi bahan atau material sudah siap dan siap angkut ke lokasi.

“ ini kan program T3 jadi wajar lokasinya sangat jauh dan ekstrim kalau menuju kesana. Jadi, rekanan butuh tenaga dan pikiran untuk bisa mobilisasi bahan – bahan yang diperlukan proyek ini. Apalagi, akhir – ahir ini cuaca di Sulbar musim penghujan, sehingga semua ini menghambat mobilisasi bahan ke lokasi.” ungkap Ibrahim.

Baca Juga :  Rabu Besok, Wapres RI Hadir di Mamuju, Sejumlah Pengamanan Disiagakan 

Proyek yang sudah masuk di penghujung tahun ini, Ibrahim menegaskan, jika tidak tepat waktu penyelesaiannya hingga batas waktu yang ditentukan dan meskipun diberikan waktu tambahan. Rekanan tetap akan mendapatkan denda sesuai dengan aturan yang berlaku.

“ Iya, jika terjadi seperti itu, dimana proyek itu belum rampung hingga batas waktu yang ditentukan. Tentu dan pasti mi, kena denda meskipun ada penambahan waktu yang diberikan dan tetap kena denda. Dan kami berharap, tidak terjadi seperti itu, ini kan masih ada Satu bulan lebih, “ tegas Ibrahim. 

Dia berharap, proyek dari program T3 yang ada di Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ) ini bisa secepatnya rampung dan bisa dirasakan anak – anak yang tinggal di pedalaman.

“ kami berharap proyek ini secepatnya rampung agar anak yang tinggal di pedalaman bisa cepat memanfaatkan bantuan dari pemerintah ini, “harapnya.**

Pewarta indgo99.com : Adji

Berita Terkait

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa
Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya
Kajari Mamuju dan Kajari Polman Hingga Aswas Masuk Daftar Mutasi Kejagung RI 
Pejabat Baru Kajati dan Wakajati Sulbar Diisi Nama ini
Soal Upal. HMI Cabang Mamuju Gelar Aksi
Wapres Ma’ruf Amin Kukuhkan KDEKS Sulbar.
Tersangka Korupsi Kades Limbong Dilimpahkan ke Jaksa 
Polresta Mamuju Temukan Puluhan Juta Uang Palsu 
Berita ini 188 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Mei 2024 - 14:46 WIB

Pj Gubernur Sulbar Perdana Tanam Bibit Sukun di Pasangkayu

Selasa, 28 Mei 2024 - 14:27 WIB

Laporan Dugaan Proyek Fiktif di RSUD Majene, Jaksa Lakukan Pulbaket

Selasa, 28 Mei 2024 - 10:56 WIB

Dugaan Proyek Fiktif di RSUD Majene 500 Juta, Dilaporkan Kejaksaan

Senin, 27 Mei 2024 - 17:43 WIB

Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Sabtu, 25 Mei 2024 - 17:43 WIB

Hidupkan Olahraga Tradisional, MP2 Bersama Yudis Friend Gelar Lomba Katinting 

Jumat, 24 Mei 2024 - 21:19 WIB

Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya

Kamis, 23 Mei 2024 - 12:10 WIB

Seorang Ayah Minta Keadilan kepada Kapolda Sulbar, Anaknya Babak Belur Pelaku Belum Ditangkap 

Berita Terbaru

Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin bersama Bupati Pasangkayu, melakukan penanaman perdana bibit sukun di salah satu lokasi di Pasangkayu.(H/Foto)

Advertorial

Pj Gubernur Sulbar Perdana Tanam Bibit Sukun di Pasangkayu

Selasa, 28 Mei 2024 - 14:46 WIB

YOVISTRA Antropometri  Full Set II  Ibu , Bayi dan Anak + Koper.(F ilustrasi /Yovistra)

Headline

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

error: Content is protected !!