Proyek Rehab Dermaga Palipi, Ini Klarifikasi Pengawas CV Delara Karya

- Jurnalis

Kamis, 16 Desember 2021 - 14:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

papan proyek pekerjaan rehab dermaga Palipi dengan anggaran 800 juta lebih.

papan proyek pekerjaan rehab dermaga Palipi dengan anggaran 800 juta lebih.

indigi99.com | Proyek rehab dermaga Palipi Kecamatan Sendana Kabupaten Majene yang menyerap anggaran 800 juta lebih itu, yang akhir – akhir menjadi sorotan publik akibat progresnya menuai keterlambatan. Kini mendapat tanggapan dari pengawas proyek CV. Delara Karya, Faizal Malik.

Faizal kepada indigo99.com menceritakan salah satu alasan hingga menuai keterlambatan hingga masih capai bobot 4 persen. Dia menyebutkan ada dua faktor yang membuat keterlambatan diantaranya lambatnya pembahasan Contract Change Order (CCO) dan pembahasan teknis.

“ sampai menuai keterlambatan adalah pembahasan CCO dan pembahasan tenis. Itu yang bikin lama, akhirnya terkuras waktu disitu. Kami ini bukan hanya kerja alasan jadi, saya tidak seperti itu, “ kata Rizal.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rizal menceritakan soal aktivitas awal pada pekerjaan pembongkaran plat dermaga itu dengan luasan 51 kali 9 meter tebal 22 cm. Kata dia, pada bulan Agustus 2021, maka dilakukanlah pembongkaran plat dermaga supaya digantikan plat beton baru dengan durasi pekerjaan 1 bulan dengan menggunakan jackhammer. Setelah dibongkar sebut dia, bobotnya hanya 2 persen dengan harga di RAB 16 juta.

Ternyata pada pembongkaran plat dermaga sebut dia, ditemukan balok penyangga plat dermaga ini keropos, makanya tidak berani melanjutkan pekerjaan dan harus diganti plat dengan alasan balokan penyangga dermaga ternyata keropos. Makanya tidak melanjutkan pekerjaan penggantian plat karena balokanya keropos.

Baca Juga :  Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang

“ dudukan bondek ( penahan beban ) masuk besi cor pasti akan tidak mampu menahan beban karena baloknya keropos, sehingga kami tidak berani melanjutkan pekerjaan, “ sebut Faizal

Dengan alasan ini kata dia, langsung ditinjau ulang oleh dinas bersama PPTK dengan konsultan sehingga terjadi CCO yang diketahui memakan waktu lama sehingga molor pekerjaan.

“ Didalam proses CCO di pertengahan bulan September inilah yang memakan waktu lama. Dan ada Satu bulan molor pekerjaan dan pulang tukang karena belum ada hasil putusan CCO seperti apa,” ujarnya

Masih dia, dari hasil rapat dengan dinas terkait untuk menentukan pengalihan. Dan disepakati antara rekanan dengan dinas untuk bongkar plat dalam kesepakatan CCO.

“ Terkait itu, kami kembali rapat untuk menentukan pengalihan dimana dihilangkan dan anggaran dimana dihilangkan untuk menutupi balokan yang rapuh dibongkar. Alhasil satu bulan sepakatan antara rekanan dengan dinas untuk bongkar plat dalam kesepakatan CCO nya.” sebutnya

Lanjut kata dia, setelah bekerja balokan dermaga berjalan Dua minggu untuk diganti yang baru. Kembali ditemukan kesulitan teknis. Kesulitan itu kata dia, ada dibagian utama tiang namanya pur. dan Pur ini yang susah dibongkar dan ini menjadi kendala sehingga molor lagi 1 bulan.

Baca Juga :  Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

“ Setelah dapat teknisinya dengan hasil konsultasi dengan tim dermaga akhirnya temukan solusinya dan kami kembali kerja, “ terangnya

Masih dia, saat dilakukan pemasangan rangka pembesian dan mal atau balok namun kembali lagi diterpa cuaca buruk dengan ombak besar sehingga tukang kembali istirahat.

“ Kemarin kan ombak besar dan kami tidak tahu itu, nanti kami lihat papan mal semua terdampar di pantai. tapi lagi – lagi kembali kami kerja pasang mal itu, “ terangnya.

Menurut dia, kalau untuk sampai di akhir kontrak mengaku tidak bisa menjamin bahwa selesai 100 persen tapi untuk menggejot pekerjaan naik persetase dijamin bisa yang penting cuaca mendukung. Terkait hal ini, pihak perusahaan siap menerima konsekuensinya jika menuai keterlambatan namun harus juga melihat Dua faktor tadi.

“ untuk mengefisiensi waktu kerja sampai bisa capai 100 persen, saya butuhkan maksimal 30 hari dari sekarang dan minimal 20 hari. Kalau memang mencapai 100 persen, harus menyeberang tahun. Tidak bisa saya jamin sampai 30 Desember bisa capai 100 persen. Dan siap didenda kalau ada keterlambatan kerja. Tapi perlu dipahami keterlambatan ini Dua faktor tadi.” terang Faizal.**

Pewarta indigo99.com : Adji/ Mursalim Majid

Berita Terkait

11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  
Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang
Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan
Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang
Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku
Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu
Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat
Jama’ah Masjid Baitul Anwar Dapat Paket Lebaran dari Pj Gubernur Sulbar
Berita ini 399 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 April 2024 - 21:28 WIB

11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  

Jumat, 12 April 2024 - 10:56 WIB

Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang

Selasa, 9 April 2024 - 23:07 WIB

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 April 2024 - 20:09 WIB

Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang

Selasa, 9 April 2024 - 15:39 WIB

Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku

Minggu, 7 April 2024 - 18:13 WIB

Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat

Minggu, 7 April 2024 - 06:53 WIB

Jama’ah Masjid Baitul Anwar Dapat Paket Lebaran dari Pj Gubernur Sulbar

Minggu, 7 April 2024 - 04:48 WIB

Bawa Lari Uang 100 Juta Milik Toko Bangunan, Residivis Kembali Dicekok Polisi

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi pengeroyokan.

Headline

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 Apr 2024 - 23:07 WIB

error: Content is protected !!