Proyek PEN Jalan Tapandullu Losa Diabaikan, Ahyar : Jangan Selalu Bodohi Masyarakat

- Jurnalis

Senin, 25 April 2022 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua HMI Cabang Mamuju, Ahyar bersama rekannya.

Ketua HMI Cabang Mamuju, Ahyar bersama rekannya.

MAMUJU, indigo99.com | Masyarakat pesisir pantai yang mendiami wilayah Desa Tapandullu – Losa Kecamatan Simboro Kabupaten Majene, mengeluhkan proyek pekerjaan peningkatan jalan yang dibiayai dana PEN 2022.

Keluhan itu terjadi pada proyek jalan menghubungkan Tapandullu – Losa yang tiba – tiba dihentikan dengan alasan jalur tersebut sering direndam air pasang.

Terkait itu, Ahyar Ketua HMI Cabang Mamuju, memberi sorotan tajam terhadap proyek yang didanai PEN itu.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kata Ahyar, ada dugaan niat buruk para rekanan yang mengerjakan jalan tersebut dimana jalur Tapandullu Losa itu, harus di pending alias tidak dikerjakan sepanjang kurang lebih 1 Km.

“ Ini terkesan ada niat buruk rekanan dan pihak dinas untuk melangkahi sekitar 1 kilometer ruas jalan Tapandullu Losa dihentikan tanpa ada alasan yang jelas. Dan hal ini menjadi keluhan masyarakat selama ini.” kata Ahyar kepada indigo99.com.

Menurut dia, jika hanya alasan karena jalan tersebut sering air pasang naik akibat tidak memiliki tanggul tentu itu kata dia, adalah alasan tidak mendasar. Sebab disana ada jalan juga sudah memiliki tanggul tapi tetap dilangkahi. Seharusnya kata dia, jalan tersebut bukan ditinggalkan untuk tidak di kerja tetapi ditambah ketinggian agar tidak direndam air pasang.

Baca Juga :  Peristiwa Tragis Anak Bunuh Orang Tua Kandung, Ini Kata Kapolres Mamasa

“ Saya kira itu alasan yang tidak berdasar sebab disana ada juga yang memiliki tanggul tapi tetap dilangkahi. Kan bisa juga dalam proses pengerjaan pengerasannya bisa ditambah ketinggian 20 cm sehingga TDK mudah didapat air pasang.” ujar Ahyar.

Terhadap proyek yang terbilang gagal ini, kata Ahyar, pemprov Sulbar akan kembali menganggarkan untuk jalur jalan yang batal di kerja itu. Hal ini menurut Ahyar, sangat tidak rasional dan terkesan membodohi masyarakat setempat dan menjanjikan sesuatu yang sulit

“ Yang parahnya lagi masyarakat mengatakan Pemprov Sulbar akan anggarkan lagi dalam waktu dekat ini untuk jalan yg dilangkahi itu. Jangan selalu membodohi masyarakat dan menjanjikan sesuatu yang sulit kamu realisasikan berapa puluh tahun baru ada sentuhan ke tapandullu ini, kalau toh mau dianggarkan ya silahkan tanggulnya nanti yg dianggarkan, kalau jalan tetap harus dikerjakan, “ sebutnya

Dia menilai, terhadap proyek ini ada dugaan akal -akalan pihak rekanan yang diduga dimainkan oleh pihak dinas PU Provinsi Sulbar. Dimana kata dia, salah satu alasan rekanan tidak mau kerjakan jalur tersebut karena memakan waktu yang lama.

“ Saya melihat ini adalah akal akalan rekanan yg diaminkan oleh dinas, rekanan tidak ingin mengerjakan jalan yg rusak parah karena menyita banyak waktu, sedang kan waktu kerja mereka sudah akan berakhir, nah untuk menghindari denda yg besar mereka mengambil inisiatif untuk melangkahi jalan yang rusak parah itu dengan alasan yg tak berdasar dan mengiming – imingi masyarakat dengan janji penganggaran selanjutnya.” ungkapnya

Baca Juga :  Mayat Cewek Ditemukan Tergeletak Dalam Mobil Honda CRV 

Terkait hal ini, persoalan putus kontrak atau addendum terhadap proyek ini berharap kepada rekanan untuk tidak meninggalkan jalur tersebut dan arus dikerjakan. Kata dia, betapa lama masyarakat Tapandullu menderita soal infrastruktur jalan karena tiap hari menikmati jalan rusak. Dan tentu akan tambah sakit hati masyarakat Tapandullu, ada anggaran pembangunan jalan namun tidak digunakan untuk membangun akses Tapandullu Losa tersebut.

“ Silahkan kalau kalian mau adendum kontraknya tapi jangan sekali kali langkahi jalan yang rusak parah itu, kapan lagi ada penganggaran untuk masyarakat tapandullu, untung jika dalam 10 tahun ada pemimpin yang memikirkan itu. “ ujarnya

“ Jadi jangan janji – janji, intinya kami meminta pihak rekanan dan pihak dinas untuk tetap melanjutkan pekerjaan itu. Dan berharap DPR bisa membuka mata dan mempertajam taring dalam melihat dan mengawasi setiap keputusan pemerintah yang tidak pro terhadap masyarakat.” sambung Ahyar./Aji

 

Berita Terkait

Kapolda Sulbar Imbau Masyarakat Saat Mudik Balik Utamakan Keselamatan
Telorkan Puluhan Ranperda, Kolaborasi Pemerintah dengan DPRD Sulbar Dapat Pujian
11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  
Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang
Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan
Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang
Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku
Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu
Berita ini 188 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 April 2024 - 12:55 WIB

Kapolda Sulbar Imbau Masyarakat Saat Mudik Balik Utamakan Keselamatan

Minggu, 14 April 2024 - 11:15 WIB

Telorkan Puluhan Ranperda, Kolaborasi Pemerintah dengan DPRD Sulbar Dapat Pujian

Jumat, 12 April 2024 - 21:28 WIB

11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  

Jumat, 12 April 2024 - 10:56 WIB

Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang

Selasa, 9 April 2024 - 23:07 WIB

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 April 2024 - 15:39 WIB

Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku

Selasa, 9 April 2024 - 05:55 WIB

Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu

Minggu, 7 April 2024 - 18:13 WIB

Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi pengeroyokan.

Headline

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 Apr 2024 - 23:07 WIB

error: Content is protected !!