Proyek Landscap Mamuju Mirip Kandang Kambing, Diminta DPRD Mamuju Gunakan Hak – nya

- Jurnalis

Jumat, 15 Oktober 2021 - 23:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto : Proyek landscap salah satunya pembangunan tower yang tertunda.

Ket Foto : Proyek landscap salah satunya pembangunan tower yang tertunda.

indigo99.com | Proyek Landscap yang dikerjakan mulai sejak tahun 2020 milik Pemda Mamuju, kini menuai sorotan publik karena tidak kunjung selesai. Proyek yang berada di tengah – tengah kota Mamuju, dikabarkan sudah menghabiskan anggaran miliaran rupiah.

Salah seorang praktisi hukum Sulbar, Andi Toba, SH, menyatakan bahwa proyek Landscape milik Pemda Mamuju, yang berada di jantung kota Mamuju, dinilai merupakan proyek gagal. Kata dia, seharusnya pemerintahan yang baru harus melanjutkan proyek tersebut, biar Kabupaten Mamuju lebih keren. Persoalan ini, diminta kepada pihak DPRD Kabupaten Mamuju mendorong pihak eksekutif untuk melanjutkan. 

“ Saya anggap proyek gagal jika tidak dilanjutkan, coba bayangkan berapa Miliar itu uang rakyat habis diserap pembangunan nya namun juga tidak jadi – jadi. Jika seperti itu, tidak lama lagi akan dibongkar dan menjadi sampah kembali,. Ya tentu pihak DPRD harus dorong pemerintah melanjutkan proyek ini,“ kata Andi Toba, kepada Indigi99.com, belum lama ini.              

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, seharusnya DPRD Kabupaten Mamuju, cepat mendorong pemerintah Kabupaten Mamuju, untuk melakukan upaya agar proyek ini kembali dilanjutkan. Kalau bisa kata dia, pihak DPR menggelar rapat dengar pendapat ( RDP ) yang menghadirkan pihak eksekutif. Jangan sampai hanya dilihat – lihat proyek itu sampai lapuk lalu kembali dirobohkan, jangan sampai itu terjadi.  

“ Kalau barang itu ditunggu saja lapuknya, baru dirobohkan lagi, kan begitu sekarang ini !. Kalau ada program periode yang lalu tidak setuju ditunggu saja sampai rusak baru dibongkar lagi. Kalau pendapat saya, pihak DPR yang terus press ini barang karena mereka yang menjadi perwakilan masyarakat dan merekalah yang setujuia kemarin anggaran ini, “ sebut Andi Toba kepada indigo.com.

Baca Juga :  Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Lanjut kata dia, pesta demokrasi di Mamuju, telah usai saatnya pemerintahan saat ini harus berbenah, apalagi Mamuju ini baru habis dihantam gempa ditambah dengan kasus pandemi yang tidak ada habisnya. Saat ini kata dia, Pemda Mamuju harus melihat proyek Landscape yang dinilai sudah menyerap anggaran begitu banyak. Dan sangat disayangkan, jika tidak dilanjutkan oleh pemerintahan sekarang.

“ Maksud saya, ini program lama kalau bisa diperbaiki ya diperbaiki itu maksud saya. Janganlah selalu berpikir bahwa rugi ka ini, bukan program ku. Itu APBD pak, uang rakyat bukan uang bupati, “ kritiknya.        

Dia menilai, program lama pemerintahan sebelum nya ini sudah masuk dan setengah sudah diselesaikan. Dan dipastikan berapa miliar habis di proyek tersebut. 

“ ini kesalahan DPR jika ada pembiaran, Seharusnya ada namanya usulan inisiatif. Dan sama sekali fungsi DPR mengontrol soal landscape ini saya anggap dinilai gagal mending bubar saja. Lihat saja, di lokasi proyek itu yang ada di jantung kota sama saja kandang kambing disana itu, “ kritiknya.

Dia menilai, jika proyek ini sudah dianggarkan setengah hanya butuh melanjutkan proyek ini sudah rampung namun yang terjadi terkesan ada pembiaran.    

“Itu uang miliar disetujui saat sidang paripurna kok sampai sekarang tidak dilanjutkan lagi. Mu bongkar mi kantor DPRD, tetapi tidak mampu diselesaikan kan payah namanya itu. Seharusnya, pihak DPR menagih atau mempertanyakan kenapa tidak dilanjutkan lagi. Itu sudah setengah masuk kurang setengahnya lagi dilanjutkan kok tidak bisa, “ungkapnya.

Baca Juga :  Pagi Tadi, Pemilik Wisma Rio Ditemukan Tidak Bernyawa

Lanjut kata dia, minta semua media untuk mengontrol proyek Landscape itu, bukan hanya dilihat begitu saja karena itu pembangunannya bukan mengunakkana anggara bupati Mamuju melainkan uang rakyat.

“ Kita berharap kepada pihak legislatif untuk terus mendorong kalau bisa ada usulan inisiatif. Kasian masyarakat jika tidak dilanjutkan ini, liat mi disana proyek itu ada di jantung kota Mamuju, kayak kandang kambing, “ pungkasnya.     

Sementara itu, Ketua DPRD Azwar Anshari Habsi mengatakan, soal proyek landscape yang sampai saat ini belum dilanjutkan, pihak DPRD Kabupaten Mamuju sudah mempertanyakan di pandangan fraksi DPRD. Lanjut kata dia, pihak legislatif hanya menunggu pembahasan pokok apakah masuk program kelanjutan tersebut.   

“ Kita tunggu saja pembahasan pokok sesuai jawaban bupati. Dan sudah ada pandangan Fraksi DPRD mempertanyakan kelanjutan proyek landscape. Dan jawaban bupati, katanya akan melanjutkan tahun depan tahun 2022, nah itu jawaban bupat. Jadi kita sisa menunggu saja ini,pembahasan pokok apakah masuk atau tidak, “ jelas Anzari.

Dia menilai, jika proyek landscape ini tidak dilanjutkan tentu merugikan negara dan terus legislatif akan mendorong eksekutif untuk melanjutkan proyek landscape itu.

“ Tentu merugikan uang negara jika proyek ini tidak dilanjutkan, makanya kita lihat nanti ini karena sisa pembahasan pokoknya. Dan kita berharap, pihak eksekutif bisa melanjutkan, “harap Ketua DPRD Kabupaten Mamuju itu.**  

Pewarta indigo99.com : Aji    

Berita Terkait

Pasien Nelayan Asal Kabuloang Sempat Tersandera, Pihak BPJS Kesehatan Mamuju Masih Bungkam
Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera
Cerita Nenek Asal Sampaga Jadi Korban Hipnotis, 8 Komplotan Pelaku 7 Pelaku Asal Sulsel 1 Sulbar
8 Komplotan Pelaku Hipnotis Berhasil Gondol Uang 85 Juta Milik Warga Sampaga
Jatanras Polda Sulbar Berhasil Gulung 8 Komplotan Pelaku Hipnotis
Gegara Sabu, Seorang Anggota Polres Pasangkayu Dipecat
Pagi Tadi, Pemilik Wisma Rio Ditemukan Tidak Bernyawa
Ditpolair Polda Sulbar Tengah Selidiki Bom Ikan Meledak
Berita ini 1,231 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:08 WIB

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:33 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Februari 2024 - 11:33 WIB

Dorong Promosi Tenun Sekomandi, Bupati Mamuju Keluarkan Edaran Untuk ASN

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:02 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:45 WIB

Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

Rabu, 28 Februari 2024 - 09:36 WIB

Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme

Rabu, 28 Februari 2024 - 08:03 WIB

Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:04 WIB

Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Feb 2024 - 15:33 WIB

error: Content is protected !!