Menu

Mode Gelap
Soal Proyek Arteri 160 Miliar, Warga Tambi Tagih Janji Bupati Mamuju Belum Miliki Izin Eksplorasi Produksi, Dinas ESDM Keluarkan Surat Teguran Pelaku Tambang Bayi dengan Ari – Ari Menempel Ditemukan Tempat Pembuangan Sampah Simboro Aroma Praktik Pungli Tercium di DKP Kabupaten Mamuju Hari ini, Maskapai Citilink Mulai Beroperasi di Sulbar 

Headline · 3 Jul 2022 05:05 WIB ·

Proyek DAK 2021, SMA Nusa Bangsa Terbengkalai


 Salahsatu RKB SMA Nusantara terlihat belum rampung dikerjakan oleh rekanan. Perbesar

Salahsatu RKB SMA Nusantara terlihat belum rampung dikerjakan oleh rekanan.

MAMASA, indigo99.com | Proyek rehab bangunan SMA Nusa Bangsa yang berada di Kecamatan Tabulahan Kabupaten Mamasa, dikabarkan tidak rampung. Proyek yang bersumber Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021 yang tidak diketahui jumlah anggarannya itu, diduga dikerjakan asal – asalan.

Dari pantauan wartawan indigo99.com, proyek pembangunan SMA Nusa Bangsa dengan Lima gedung ruang kelas belajar ( RKB ). Seharusnya rampung di tahun 2021. Namun hingga memasuki bulan Juli tahun 2022, gedung yang dibangunkan pemerintah itu belum juga dirasakan manfaatnya oleh siswa – siswi SMA Nusa Bangsa sebagai gedung layak.

Keberadaan SMA Nusa Bangsa kebanggaan masyarakat Tabulahan. Alpolen sebagai Ketua yayasan SMA Nusa Bangsa, kepada media ini sangat menyesalkan dan prihatin melihat kondisi bangunan sekolah yang dipimpinnya itu terbengkalai pekerjaannya. Alpolen menyebutkan, proyek di sekolahnya itu mulai dikerjakan oleh rekanan sejak bulan Agustus tahun 2021. Hingga memasuki bulan Juli 2022, sekolah tersebut tidak kunjung selesai.

“ saya tidak tahu apa alasan rekanan tidak merampungkan proyek ini. Coba bayangkan pak, pekerjaan proyek ini dikerjakan sejak Bulan Agustus 2021, namun hingga saat ini belum juga dirampungkan, ada apa?” tanya Alpolen.

Kondisi ruangan RKB, yang belum rampung pemasangan tegelnya.

Kondisi ruangan Laboratorium SMA Nusantara, meja Lab yang terbuat dari cor, terlihat retak.

Dia menyebutkan, selain gedungnya yang tidak rampung juga beberapa item sekolah yang dipertanyakan, seperti pengadaan mobiler yang asal – asalan, pemasangan tegel, dan rusaknya beberapa meja cor yang berada di ruangan laboratorium sekolah.

“ Begini akibatnya jika di kerja asal – asalan, pasti ruangan tidak bisa digunakan dan berimbas pada keseluruh pembelajaran kegiatan di sekolah. Banyak persoalan yang ditinggalkan seperti pengadaan mobiler yang asal – asalan, pemasangan tegel, dan rusaknya beberapa meja cor yang berada di ruangan laboratorium sekolah, “ sebut Apolen

Terkait hal ini, Alpolen juga tidak mau membiarkan hal ini apalagi proyek ini terbilang sudah lewat masa pemeliharaannya. Dan berharap kepada aparat penegak hukum untuk bisa memeriksa petunjuk teknis ( Juknis ) Rencana Anggaran Biaya (RAB).

“ Harapan kami, agar penegak hukum bisa kelapangan untuk melihat langsung kondisi pekerjaan sekolah kami SMA Nusantara. Apakah sudah sesuai petunjuk teknis atau tidak di RAB. Biar negara tidak dirugikan.” pungkasnya.

Hingga berita ini naik tayang. Media ini mencoba melakukan upaya konfirmasi kepada pemilik proyek, namun sampai saat ini masih kesulitan akses siapa rekanan utama yang mengerjakan proyek SMA Nusantara itu. |Zul

 

Artikel ini telah dibaca 631 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Soal Proyek Arteri 160 Miliar, Warga Tambi Tagih Janji Bupati Mamuju

6 Desember 2022 - 09:18 WIB

Belum Miliki Izin Eksplorasi Produksi, Dinas ESDM Keluarkan Surat Teguran Pelaku Tambang

6 Desember 2022 - 08:07 WIB

Bayi dengan Ari – Ari Menempel Ditemukan Tempat Pembuangan Sampah Simboro

6 Desember 2022 - 01:23 WIB

Aroma Praktik Pungli Tercium di DKP Kabupaten Mamuju

5 Desember 2022 - 09:30 WIB

Hari ini, Maskapai Citilink Mulai Beroperasi di Sulbar 

5 Desember 2022 - 06:46 WIB

Terpidana Korupsi Bibit Ternak Babi Berhasil Dieksekusi Tim Tabur

5 Desember 2022 - 02:38 WIB

Trending di Hukrim