Protes Upah 800 Ribu Perbulan Tak Sesuai UMP, Seorang Karyawan PDAM Tirta Manakarra Ancam Bawa Kerana Hukum

- Jurnalis

Rabu, 15 Mei 2024 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah massa aliansi mahasiswa dan pemuda untuk keadilan Sulbar, menggelar aksi demo didepan kantor PDAM Tirta Manakarra.(F/Luke)

Sejumlah massa aliansi mahasiswa dan pemuda untuk keadilan Sulbar, menggelar aksi demo didepan kantor PDAM Tirta Manakarra.(F/Luke)

aMAMUJU, indigo99.com | Seorang karyawan PDAM Tirta Manakarra Mamuju Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), bernama Muh Dadang, melakukan protes terhadap Direktur PDAM Tirta Manakarra Mamuju.

Sikap protes yang dilayangkan dalam aksi demo yang berlangsung di depan kantor PDAM Tirta Manakarra Mamuju, mengaku selama kerja jadi karyawan PDAM hanya mendapat gaji 800 ribu rupiah perbulan tida k mendapat hak – haknya sesuai dengan aturan yang berlaku.

“ Tuntutan saya hanya satu, saya mau minta dikembalikan hak – kas saya selama Lima tahun. Saya juga menuntut gaji sesuai dengan aturan yang berlaku, “ kata Dadang selaku korlap Dalam aksi damai di depan kantor PDAM Tirta Manakarra.

Dadang mengaku, selama kerja di PDAM Tirta Manakarera, hanya menerima gaji atau upah senilai 800 ribu. Nilai itu kata dia, tidak sejalan dengan UU tenaga kerja yang menetapkan upah maksimum provinsi (UMP ) seni 2,9 Juta perbulan.

“ jelas dalam regulasi UU tenaga kerja bahwa penetapan UMP di Provinsi Sulbar itu senilai 2,9 juta, sementara saya sudah bekerja lima tahun saya hanya terima 800 ribu perbulan, ini kan jauh sekali selisihnya. Makanya ini yang kami pertanyakan, “ ungkap Dadang saat dihubungi indigo99.com. Rabu 15/5/24

Baca Juga :  PTT di DKP Sulbar Minta Haknya Dibayarkan, Ini kata Kadisnya

Persoalan ini, pihak manajemen diberikan waktu untuk melakukan negosiasi hingga sore hari ini. Jika tidak terbangun sesuai dengan tuntutan, Dana mengaku akan membawa kerana hukum.

“ Kami berikan waktu untuk negosiasi terkait tuntutan ini kami ini. Dan kami berikan waktu sampai sore hari jika ini terwujud persoalan ini saya akan laporkan ke Disnaker hingga kerana hukum, “ tegas Dadang.

Dihubungi terpisah, Plt Direktur PDAM Tirta Manakarra, Jauharia kepada sejumlah media mengatakan bahwa persoalan demo kemarin adalah persoalan internal kantor PDAM hingga berujung ada aksi demo.

“ Persoalan kemarin itu interna ji pak. Kami sampaikan, soal tuntutan saudara Dadang, kami jelaskan bahwa memang selama ini gaji tenaga kontrak kami senilai 800 ribu rupiah. Itu sesuai dengan kemampuan keuangan perusahaan. Dan itu berpedoman pada Perbup.”  kata Juharia kepada indigo99.com

Baca Juga :  Keberadaan 2 Unit Randis Ketua dan Wakil Ketua DPRD Mamuju Dipertanyakan 

Lanjutan kata dia, mengaku terkait dengan tuntutan massa aksi yang menuntut persoalan upah 800 ribu perbulan itu sudah diatur dalam surat keputusan (SK) karena disesuaikan dengan kondisi keuangan perusahaan.

Kata dia, upah yang dibayarkan ini sama halnya dengan kontrak daerah, baik tenaga medis maupun guru, gaji kontraknya tentu disesuaikan kemampuan keuangan daerah, makanya belum bisa memenuhi ketentuan UMP.

“ Upah senilai 800 ribu perbulan itu diatur dalam SK karena kita juga menyesuaikan dengan keuangan perusahaan. Dan itu jelas dalam aturan,” ungkapnya

Terkait ini, Juharia tidak lebih menjelaskan secara rinci kepada wartawan media ini karena kebetulan ada tamu dan meminta kepada sejumlah media untuk datang ke kantor PDAM menemui Kasubag Umum PDAM Tirta Manakarra.

“ Silahkan ke kantor pak, ada juga bagian umum yang jelaskan. Kebrutalan saya ada tamu ini, atau nanti saya kasi jadwal waktunya ya pak. Karena lagi ada tamu disini pak.” pinta Juharia yang menutup teleponnya.

Berita Terkait

Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 
Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa
Lomba Balap Katinting Piala MP2 Resmi Ditutup, Katinting Pasir Putih Tercepat 
Hidupkan Olahraga Tradisional, MP2 Bersama Yudis Friend Gelar Lomba Katinting 
Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya
Seorang Ayah Minta Keadilan kepada Kapolda Sulbar, Anaknya Babak Belur Pelaku Belum Ditangkap 
Kajari Mamuju dan Kajari Polman Hingga Aswas Masuk Daftar Mutasi Kejagung RI 
Pejabat Baru Kajati dan Wakajati Sulbar Diisi Nama ini
Berita ini 2,199 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Mei 2024 - 17:43 WIB

Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Minggu, 26 Mei 2024 - 19:01 WIB

Lomba Balap Katinting Piala MP2 Resmi Ditutup, Katinting Pasir Putih Tercepat 

Sabtu, 25 Mei 2024 - 17:43 WIB

Hidupkan Olahraga Tradisional, MP2 Bersama Yudis Friend Gelar Lomba Katinting 

Jumat, 24 Mei 2024 - 21:19 WIB

Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:32 WIB

Kajari Mamuju dan Kajari Polman Hingga Aswas Masuk Daftar Mutasi Kejagung RI 

Kamis, 23 Mei 2024 - 06:31 WIB

Pejabat Baru Kajati dan Wakajati Sulbar Diisi Nama ini

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:43 WIB

Program Tanam Sukun Pj Bahtiar Tuai Sorotan, 4 Program Kementan RI Terabaikan?

Berita Terbaru

YOVISTRA Antropometri  Full Set II  Ibu , Bayi dan Anak + Koper.(F ilustrasi /Yovistra)

Headline

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

error: Content is protected !!