Polres Mamasa, Selidiki Dugaan Uang Beredar 1,5 Juta di Pilkades Passembuk

- Jurnalis

Kamis, 16 Desember 2021 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasat reskrim Polres Mamasa, Iptu Dedy Yulianto

Kasat reskrim Polres Mamasa, Iptu Dedy Yulianto

indigo99.com | Polres Mamasa, menerima aduan terkait indikasi adanya dugaan kecurangan money politics ( politik uang ) dalam pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa ( Pilkades ) Passembuk, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat ( Sulbar ), beberapa hari lalu.

Kasat Reskrim Polres Mamasa, Iptu Dedy Yulianto, kepada indigo99.com mengatakan, Pihaknya menerima aduan dari seorang warga, tapi peristiwa hukumnya tetap akan dilakukan penyelidikan

Dalam proses penyelidikan kata dia, pihaknya tentu akan mencari bukti – bukti terkait dugaan Money Politik di desa Passembuk, sesuai yang diadukan.

Kronologis terjadinya dugaan Money Politik di Desa Passembuk, Dedy Yulianto menjelaskan. Sebelum pencoblosan Abdul Rahman ( Pelapor) didatangi salah satu tim dengan menyerahkan sejumlah uang.

” Katanya sebelum pencoblosan dia, Abdul Rahman ( pelapor) diberikan uang 1,5 juta rupiah, oleh seseorang untuk memilih salah satu calon. Namun uang itu tidak dipakai, ” katanya. 16/12/21

Ia menjelaskan Abdul Rahman, merasa ada keganjilan terhadap uang itu akhirnya pelapor Abdul Rahman, mendatangi panitia pelaksana Pilkades ( PMD) untuk melaporkan adanya dugaan Money Politik.

Baca Juga :  Diduga Bom Ikan Meledak, Nelayan Asal Kabuloang Mendapat Perawatan Serius

Namun dari PMD mengarahkan dilaporkan ke Polres Mamasa, sehingga Polres Mamasa menerima aduan tersebut.

” Kita akan mengumpulkan bukti – bukti, jika benar adanya dugaan suap baru kita lakukan penyelidikan lebih lanjut,” Tegas Dedi.

Hingga berita ini tayang, wartawan indigo99.com, akan masih melakukan upaya konfirmasi kepada pihak panitia Pilkades, baik dari tingkat kabupaten maupun tingkat desa.**

Pewarta indigo99.com : Jupran

 

Berita Terkait

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju
Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM
Pasien Nelayan Asal Kabuloang Sempat Tersandera, Pihak BPJS Kesehatan Mamuju Masih Bungkam
Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera
Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme
Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi
Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan
Cerita Nenek Asal Sampaga Jadi Korban Hipnotis, 8 Komplotan Pelaku 7 Pelaku Asal Sulsel 1 Sulbar
Berita ini 545 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:08 WIB

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:33 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Februari 2024 - 11:33 WIB

Dorong Promosi Tenun Sekomandi, Bupati Mamuju Keluarkan Edaran Untuk ASN

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:02 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:45 WIB

Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

Rabu, 28 Februari 2024 - 09:36 WIB

Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme

Rabu, 28 Februari 2024 - 08:03 WIB

Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:04 WIB

Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Feb 2024 - 15:33 WIB

error: Content is protected !!