Polisi Tetapkan 3 Orang Jadi Tersangka, ini Kata Ketua HMI Majene 

- Jurnalis

Kamis, 7 Oktober 2021 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto : Kapolres AKBP Febryanto Siagian

Ket Foto : Kapolres AKBP Febryanto Siagian

Indigo99.com | Buntut adanya gesekan dengan aparat Kepolisian dengan massa aksi HMI Cabang Majene saat melakukan aksi demo di kantor bupati Majene, hingga Tiga orang anggota Massa aksi ditetapkan menjadi tersangka.  

Dalam keterangan Kapolres AKBP Febryanto Siagian, membenarkan adanya Tiga orang anggota massa aksi sudah dinaikkan statusnya menjadi tersangka. Ketiga pemuda ini diduga terbukti melakukan pemukulan terhadap salah seorang petugas saat mengamankan aksi di kantor bupati Majene tanggal 30 September 2021. Penetapan tersangka ini bukan tanpa alasan, berdasarkan bukti kuat baik melalui keterangan saksi, rekaman video, hasil visum dan pendukung lainnya. 

Lanjut kata dia, kejadian tersebut berawal, saat petugas hendak membuka jalan dan menghalangi mahasiswa membakar bang di badan jalan yang berpotensi mengganggu ketertiban dan menghambat arus lalu lintas, tiba-tiba oknum mahasiswa melakukan pemukulan kepada petugas. 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“ Yang sangat disayangkan petugas yang dipukuli saat berlari dan terjatuh ke got bahkan masih pula dihujani pukulan dari para oknum,” terang Kapolres dalam rilisnya kepada Indigo99.com 

Atas perbuatannya tersebut para oknum dijerat dengan pasal 170, 351 dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun. 

Saat ditanya tentang idealnya saat melakukan aksi, Kapolres mengatakan setiap orang berhak menyampaikan pendapat, bebas namun tentu harus mengacu pada perundang-undangan tidak melakukan perbuatan yang anarkis. 

“ Kami jujur menyayangkan, aksi tersebut kami datang untuk mengamankan kenapa justru kami diperlakukan demikian. “ jelasnya

Sementara itu, terkait tudingan balik bahwa ada juga oknum Polisi yang melakukan pemukulan, Kapolres Menjelaskan jika memang benar kenapa belum ada yang datang melapor hingga hari ini. 

Baca Juga :  Diduga Bom Ikan Meledak, Nelayan Asal Kabuloang Mendapat Perawatan Serius

Untuk itu, pihaknya berpesan sebagai kaum intelektual silahkan melakukan unjuk rasa menyampaikan pendapat namun demikian harus berdasarkan perundang-undangan yang berlaku tertiblah berunjuk rasa jangan malah sebaliknya melakukan tindakan anarkis apalagi kepada petugas yang notabenenya menjamin keamanan keselamatan para mahasiswa. 

Terlebih lagi jika kita mengacu pada aturan, aksi yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa sudah menyalahi aturan dimana surat pengajuan aksi baru dilayangkan ke Polres 1 jam sebelumnya. 

Tak hanya itu di media sosial ada juga oknum mahasiswa yang memviralkan yang menggunakan kata diksi yang menurut saya sangat mengkhawatirkan sebagai masyarakat Sulbar, diksinya adalah “Serang, Perang lalu terang”. 

Namun demikian Kapolres telah memerintahkan untuk melakukan penyelidikan kepada oknum yang menyebar di media sosial untuk mengetahui apa niatnya yang justru memperkeruh suasana karena kita berada di negara hukum. 

Bersamaan itu, pihaknya berharap adik-adik HMI jangan ada yang mau di provokasi atau disusupi oleh kepentingan – kepentingan pribadi atau kelompok yang justru membuat suasana di Majene ini tidak tertib dan damai.

Terpisah, Ketua HMI cabang Majene, Sarnadi kepada Indigo99.com mengatakan sangat disayangkan aparat langsung menetapkan tersangka terhadap Tiga kader HMI cabang Majene, saat melakukan aksi di depan kantor bupati Majene, beberapa hari lalu. Meskipun demikian kata Sarnadi, polisi sebenarnya tidak semerta merta langsung penetapan tersangka dan menahannya selama Ketiganya kooperatif.  

“ Sebelumnya, pihak polisi memanggil atas dasar sebagai saksi. Tidak lama kemudian langsung ditetapkan sebagai tersangka dan melakukan penahanan. Setahu saya, selama masih kooperatif, tidak lari dan sengaja menghilangkan barang bukti itu tidak bisa secara serta merta melakukan penahanan.” kata Sarnadi kepada Indigo99.com.

Baca Juga :  Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

Menurut dia, polisi terkesan memprovokasi keadaan hingga massa aksi terpancing. Dia juga menayangkan terjadi saat melakukan aksi, aparat disayangkan masuk dalam barisan dan tidak menggunakan baju seragam dan tanda pengenal Kepolisiannya.

“ Harapan saya, kalau pihak polisi turun untuk pengamanan massa aksi jangan provokasi massa aksi, apalagi sampai diduga melakukan pemukulan karena itu sudah diluar jalur aturan. Dan saya juga mengharapkan agar pihak polisi turun pengamanan aksi jangan langsung – langsung masuk dalam barisan massa aksi, apalagi sampai diduga melakukan pemukulan, baru tidak ada tanda pengenal seperti seragam dan tanda pengenal kepolisian lainnya,” Ujar Sarnadi.

Meskipun demikian, kata dia, masalah ini akan terus dikawal hingga kader HMI Cabang Majene bisa dibebaskan.

Dia juga sangat menyayangkan adanya perkataan lewat media yang menyebutkan massa aksi melakukan lebih awal melakukan pemukulan. Namun yang terjadi oknum Polis lah, yang lebih awal diduga melakukan pemukulan karena dilarang bakar ban bekas sehingga oknum polisi yang tiba – tiba merangsek masuk dalam barisan dan diduga melakukan kekerasan.  

“ Sebenarnya oknum polisi lah yang pertama sekali memukul massa aksi karena dilarang bakar ban akhirnya oknum polisi langsung memukul massa aksi, makanya massa aksi membalas pukulan tersebut, “ ungkapnya.

Lanjut kata dia, terhadap Kader HMI yang ditahan Polres Majene, upaya persuasif telah dilakukan namun ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. 

“ Harus ada surat penangguhan oleh pihak keluarga dan saksi, itu penyampainya, “ singkatnya./Aji

Berita Terkait

Pasien Nelayan Asal Kabuloang Sempat Tersandera, Pihak BPJS Kesehatan Mamuju Masih Bungkam
Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera
Cerita Nenek Asal Sampaga Jadi Korban Hipnotis, 8 Komplotan Pelaku 7 Pelaku Asal Sulsel 1 Sulbar
8 Komplotan Pelaku Hipnotis Berhasil Gondol Uang 85 Juta Milik Warga Sampaga
Jatanras Polda Sulbar Berhasil Gulung 8 Komplotan Pelaku Hipnotis
Gegara Sabu, Seorang Anggota Polres Pasangkayu Dipecat
Pagi Tadi, Pemilik Wisma Rio Ditemukan Tidak Bernyawa
Ditpolair Polda Sulbar Tengah Selidiki Bom Ikan Meledak
Berita ini 1,410 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:08 WIB

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:33 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Februari 2024 - 11:33 WIB

Dorong Promosi Tenun Sekomandi, Bupati Mamuju Keluarkan Edaran Untuk ASN

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:02 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:45 WIB

Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

Rabu, 28 Februari 2024 - 09:36 WIB

Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme

Rabu, 28 Februari 2024 - 08:03 WIB

Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:04 WIB

Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Feb 2024 - 15:33 WIB

error: Content is protected !!