Kasus Dugaan Penerimaan CPNS Sulbar Terus Didalami, Polisi Periksa 7 Orang Saksi 

- Jurnalis

Senin, 15 November 2021 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto : Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol. Syamsu Ridwan.

Ket Foto : Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol. Syamsu Ridwan.

indigo99.com | Polisi sampai saat ini masih terus mendalami kasus dugaan kecurangan penerimaan CPNS di Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ). Kali ini, sudah 7 orang dimintai keterangan baik dari pihak BKD maupun dari BKN Provinsi perwakilan Sulawesi Barat ( Sulbar ).

Kapolda Sulbar melalui Kabid Humas Kombes Pol. Syamsu Ridwan kepada indigo99.com mengatakan, sampai saat ini penyidik masih mendalami kasus dugaan kecurangan penerimaan CPNS. Syamsu menyebutkan, sudah ada 7 saksi yang dimintai keterangan diantaranya 4 orang dari BKD 1 orang dari UPTD BKN Mamuju 2 orang dari penyedia perangkat ujian jaringan teknis. 

Selain itu, penyidik juga akan memeriksa 2 orang peserta CPNS sebagai saksi yang memiliki nilai ujian tertinggi sebagai saksi inisial B dan M, dan saat ini surat panggilannya sudah dilayangkan namun yang bersangkutan belum bersedia hadir karena masih berada diluar kota.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“ Sampai saat ini, penyelidik Polda Sulbar yang dinahkodai Subdit Cyber crime Direktorat Kriminal Khusus ( Krimsus ) Polda Sulbar, sampai saat ini sudah 7 orang saksi diperiksa terkait kasus ini. Termasuk peserta yang memiliki nilai tertinggi akan kami mintai keterangan, suratnya panggilannya sudah kami kirim namun belum bersedia hadir karena di luar kota, “ kata Syamsu kepada indigo99.com. Senin ( 15/11 ).  

Baca Juga :  Hari ini, KPU Mamuju Laksanakan PSU di 6 TPS

Masih dia, kasus ini masih berstatus penyelidikan sehingga sampai saat ini belum dilakukan penyitaan barang bukti, tapi pemeriksaan sejumlah CCTV dan pemeriksaan jaringan lainnya sudah dilakukan. Soal apakah akan ada tersangkanya sampai saat ini masih karena ada laporan. Namun untuk kepastiannya menunggu pengumpulan alat bukti karena 2 alat bukti yang sah baru bisa naik ke penyidikan. 

“saksi kan alat bukti, tinggal nanti jika dapat dan cukup kuat alat bukti nanti akan digelarkan apakah bisa dilanjutkan penyelidikan atau tidak, tunggu saja informasi ya, “ pungkasnya

Baca Juga :  Cerita Nenek Asal Sampaga Jadi Korban Hipnotis, 8 Komplotan Pelaku 7 Pelaku Asal Sulsel 1 Sulbar

Seperti diketahui, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ( Kemenpan RB ), baru – baru ini merilis adanya dugaan adanya kecurangan terhadap tes seleksi kompetensi dasar ( SKD ) penerimaan calon pegawai negeri sipil ( CPNS ) di Provinsi.

Sulawesi Barat ( Sulbar ) tahun 2021. Hari ini, pihak Badan Kepegawaian Daerah ( BKD ) langsung melakukan upaya hukum dengan membuat laporan Polisi ke Direktorat Kriminal Khusus ( Krimsus ) Polda Sulbar.

Jumlah peserta SKD CPNS tahun 2021. Salah satunya adalah Provinsi Sulbar, Kemenpan RB menemukan 59 peserta asal Provinsi Sulawesi Barat yang diduga melakukan kecurangan pada tes SKD CPNS yang difasilitasi oleh BKD provinsi Sulawesi barat. Di tiga titi lokasi ( Tilok ) yakni Kabupaten Mamuju dan Pasangkayu 40 orang dan Kabupaten Mamasa 19 orang dengan jumlah 59 orang.** 

Pewarta indigo99.com : Adji

 

Berita Terkait

Pasien Nelayan Asal Kabuloang Sempat Tersandera, Pihak BPJS Kesehatan Mamuju Masih Bungkam
Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera
Cerita Nenek Asal Sampaga Jadi Korban Hipnotis, 8 Komplotan Pelaku 7 Pelaku Asal Sulsel 1 Sulbar
8 Komplotan Pelaku Hipnotis Berhasil Gondol Uang 85 Juta Milik Warga Sampaga
Jatanras Polda Sulbar Berhasil Gulung 8 Komplotan Pelaku Hipnotis
Gegara Sabu, Seorang Anggota Polres Pasangkayu Dipecat
Pagi Tadi, Pemilik Wisma Rio Ditemukan Tidak Bernyawa
Ditpolair Polda Sulbar Tengah Selidiki Bom Ikan Meledak
Berita ini 1,745 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:08 WIB

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:33 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Februari 2024 - 11:33 WIB

Dorong Promosi Tenun Sekomandi, Bupati Mamuju Keluarkan Edaran Untuk ASN

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:02 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:45 WIB

Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

Rabu, 28 Februari 2024 - 09:36 WIB

Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme

Rabu, 28 Februari 2024 - 08:03 WIB

Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:04 WIB

Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Feb 2024 - 15:33 WIB

error: Content is protected !!