Polisi Dalami Praktik Bisnis Obat Aborsi

- Jurnalis

Senin, 11 Oktober 2021 - 23:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto : Keliam tersangka tertunduk malu dan mereka terancam 10 tahun penjara.

Ket Foto : Keliam tersangka tertunduk malu dan mereka terancam 10 tahun penjara.

indigo99.com | Keberadaan obat dengan nama Cytotec Misoprostol yang ampuh melancarkan mesntrubasi bagi kaum hawa. Sebenarnya penggunaan obat tersebut harus dalam pengawasan pihak medis oleh pihak medis. Namun banyak orang menyalahgunakan sebagai obat penggugur bagi pasangan gelap ( Hugel ). Salah satunya, digunakan oleh Kelima orang yang sudah dijadikan tersangka oleh polisi akibat keterlibatannya terbukti melakukan praktik aborsi di salah satu penginapan di kota Mamuju, baru – baru ini.

Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Pandu Arief Setiawan ( PAS ) mengaku, terkait kasus praktik aborsi yang sudah menahan Lima tersangka, akan mendalami asal muasal obat yang digunakan oleh tersangka dalam praktik nakal aborsi.

“ itu kan obat dalam pengawasan, tidak sembarang digunakan tanpa petunjuk dokter apalagi dipakai sebagai obat penggugur. Soal ini, kami akan dalami dari mana obat itu didapat tersangka. “ kata Pandu.

Selain itu, kata mantan Kasat Reskrim Majene tersebut, mengaku hingga saat ini belum ada bukti apakah ada keterlibatan tenaga medis seperti bidan dalam praktik aborsi ini namun kasus ini akan terus mendalaminya.

“ Sejauh ini belum ada tenaga medis yang terlibat, untuk saat ini baru Lima orang kami tetapkan jadi tersangka. Namun kasus ini tetap kami dalami termasuk kami ingin mengungkap asal muasal obat yang mereka gunakan dalam praktik aborsi, “ terangnya.

Seperti diketahui, tindak pidana aborsi yang berhasil diungkap oleh tim gabungan Reskrim Polresta Mamuju dengan Tim Subdit Tiga Jatanras   Polda Sulbar. Lima tersangka ini adalah Dua orang pria kakak beradik dengan inisial AA dan AD. Sedangkan pelaku perempuan inisial SW sebagai ibu kandung bayi malang itu. Dan perempuan RR dan ML yang membantu melakukan praktik aborsi. Ibu hamil SW yang diperkirakan umur sampai 7 bulan itu nekat meminum obat penggugur yang diberikan oleh RR bersama ML. Hanya berselang Lima hari kontraksi obat penggugur diminum oleh SW, berhasil keluar seorang bayi mungil panjang 33 cm, namun kasihan kehadirannya ditolak oleh kedua orang tuanya untuk hadir ke dunia alias dalam meninggal dunia diduga akibat efek obat yang diminum oleh ibu kandungnya.|Aji       

Berita Terkait

11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  
Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang
Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan
Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku
Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat
Bawa Lari Uang 100 Juta Milik Toko Bangunan, Residivis Kembali Dicekok Polisi
Mayat Cewek Ditemukan Tergeletak Dalam Mobil Honda CRV 
Pj Gubernur Tegur Kadis Pendidikan Sulbar, 4 Pimpinan OPD di Sulbar Terancam Dievaluasi
Berita ini 291 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 April 2024 - 21:28 WIB

11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  

Jumat, 12 April 2024 - 10:56 WIB

Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang

Selasa, 9 April 2024 - 23:07 WIB

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 April 2024 - 20:09 WIB

Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang

Selasa, 9 April 2024 - 15:39 WIB

Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku

Minggu, 7 April 2024 - 18:13 WIB

Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat

Minggu, 7 April 2024 - 06:53 WIB

Jama’ah Masjid Baitul Anwar Dapat Paket Lebaran dari Pj Gubernur Sulbar

Minggu, 7 April 2024 - 04:48 WIB

Bawa Lari Uang 100 Juta Milik Toko Bangunan, Residivis Kembali Dicekok Polisi

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi pengeroyokan.

Headline

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 Apr 2024 - 23:07 WIB

error: Content is protected !!