Pihak DKP Sulbar Berharap Semua Kapal Nelayan Wajib Miliki Dokumen Lengkap

- Jurnalis

Kamis, 24 Februari 2022 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim cek fisik dari DKP Sulbar, terlihat tengah melakukan pengukuran kapal nelayan di Pangaliali Majene. ( Foto.indigo99 )

Tim cek fisik dari DKP Sulbar, terlihat tengah melakukan pengukuran kapal nelayan di Pangaliali Majene. ( Foto.indigo99 )

indigo99.com | Tim cek fisik dari Dinas Perikanan dan Kelautan ( DKP ) Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), kembali melakukan pemeriksaan fisik terhadap kapal nelayan untuk mendapatkan rekomendasi. Cek fisik kapal nelayan ini berlangsung di Dua Tempat yakni di lingkungan Tanangang Kelurahan Pangaliali Kecamatan Banggae Kabupaten Majene dan di Desa Karama Kecamatan Tinambung Kabupaten Polewali Mandar ( Polman ). Rabu 23 Februari 2022.

Adapun objek pemeriksaan pada kapal perikanan terdiri atas adalah data ukuran kapal untuk estimasi tonase kapal. Mesin penggerak yang digunakan. Alat tangkap yang digunakan serta jumlah ABK dan data lain yang menjadi kelengkapan cek fisik sampai kapal dinyatakan beroperasi.

Pantauan media indigo99.com, jumlah kapal nelayan yang ikut di cek fisik kapal sejumlah 6 unit. Diantaranya 5 kapal milik nelayan di Pangaliali Majene dan 1 unit kapal di Karama Tinambung Polman. Dan semua pelaksanaan cek fisik tidak menuai kendala.    

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seperti saat pengukuran panjang dan lebar kapal milik nelayan itu. Tim mulai melakukan pengukuran dan pemeriksaan merek dan jenis mesin serta kelengkapan alat tangkap. Dan terlihat tim tidak menuai kendala karana pemilik kapal sebelumnya sudah melengkapinya sebelum tim cek fisik turun.

Selain itu tim cek fisik juga harus meminta kelengkapan sebelum dilakukan cek fisik kapal untuk mendapatkan rekomendasi kapal perikanan, diantaranya surat permohonan, Fotocopy KTP, Surat Keterangan hak milik dan surat keterangan tukang.

Baca Juga :  PMII Mamuju : Pegawai PNS Tidak Boleh Gunakan Tabung Subsidi 3 Kg 

Ditemui Kadis DKP Sulbar, Fadli Syamsuddin, kepada indigo99.com mengatakan, cek fisik ini bagian dari bentuk kesiapan dokumen kelengkapan kapal nelayan agar bisa beroperasi atau berlayar. Kata dia, cek fisik ini, ada yang baru dan ada yang diperpanjang. Dan jika sudah lengkap, pihak DKP akan menerbitkan rekomendasi dan pemilik kapal akan diarahkan ke PTSP. Lanjut kata dia, setelah keluar rekomendasi dari PTSP, pemilik kapal kembali memasukkan ke pihak Syahbandar atau bermohon agar surat izin berlayar bisa dikeluarkan oleh Syahbandar.

” Nantinya, Syahbandar akan mengeluarkan surat layak operasi berlayar jika kelengkapannya sudah terpenuhi. Semua itu bisa keluar kalau sudah lengkap. Makanya yang menjadi dasar cek fisik ini, kalau tidak lengkap tentu kapal nelayan tidak akan bisa berlayar, ” urai Fadli, yang berharap semua kapal nelayan di Sulbar wajib memiliki dokumen lengkap.          

Cek fisik kapal nelayan sangat disambut antusia para nelayan termasuk pemerintah desa setempat. Salah satunya adalah Pemerintah Desa Karama Kecamatan Tinambung Kabupaten Polman. Ahmad sebagai Sekdes Karama kepada media ini, mengaku sangat apresiasi pemerintah Provinsi Sulbar, melalui DKP bisa datang langsung mengecek fisik kapal nelayan warga Karama. 

Baca Juga :  Awasi Dana Desa, Kajati Sulbar Luncurkan Aplikasi SI JAKSA 

Ahmad mengaku, cek fisik kapal oleh pihak DKP Sulbar, terhadap kapal nelayan Karama itu bagian dari perhatian pemerintah yang peduli warganya terutama nelayan yang menginginkan nelayan memiliki dokumen lengkap saat melaut. 

” kami sangat berterima kasih kepada DKP yang datang langsung mengecek fisik kapal warga kami. Tentu hal ini kami berterima kasih, karena pemerintah tidak menginginkan kapal – kapal nelayan di Karama di cap kapal ilegal tanpa dokumen, makanya kami sangat berterima kasih pak, ” kata Ahmad Sekdes Karama.

Dia mengaku, ada ratusan kapal nelayan milik warga Karama akan mengupayakan terus memiliki kelengkapan sehingga tidak mendapat kesulitan jika keluar melaut.

” Seperti kapal ini, kalau sudah terbit izin nya, mereka akan pergi melaut di wilayah Bontang Kaltim. Makanya mereka sangat berharap sekali, bisa cepat keluar izin operasionalnya, ” jelas Ahmad       

Dalam kegiatan cek fisik oleh DKP Sulbar ini, dilakukan tim cek fisik dari DKP Sulbar, diantaranya Yakub, Abdul Gani dan Agus. Kegiatan cek fisik ini berakhir di pantai Karama Tinambung Polman.**

Pewarta indigo99.com : Adji

 

Berita Terkait

MP2 Sulbar Terus Tebar Kebaikan, 3 Warga Miskin di Polman Terima Bantuan
Tabung Gas di Karossa Lari ke Pengecer Harga Capai 35 Ribu Pertabung.
Menyambut Idul Adha 1445 H, Kanwil Kemenag Sulbar Akan Menyembelih Hewan Kurban 15 Ekor Sapi 
Kapolda Sulbar Ajak Warga Jaga Lingkungan Tidak Menebang Pohon Secara Sembarangan 
Tabung Gas 3 Kg Langka di Mamuju, Sejumlah Pangkalan Tabung Diperiksa Polisi 
Bangunan Los Pasar Karossa Terbengkalai, Berubah Fungsi Jadi Gudang
BPBD Sulbar dan Pengusaha Katering Sepakat : Dibayarkan Dalam Waktu Dekat ini
Raja Gowa ke 38 Andi Kumala Idjo Akan Kembali ke Istana Balla Lompoa
Berita ini 330 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Juni 2024 - 23:17 WIB

MP2 Sulbar Terus Tebar Kebaikan, 3 Warga Miskin di Polman Terima Bantuan

Minggu, 16 Juni 2024 - 22:26 WIB

Tabung Gas di Karossa Lari ke Pengecer Harga Capai 35 Ribu Pertabung.

Minggu, 16 Juni 2024 - 12:56 WIB

Menyambut Idul Adha 1445 H, Kanwil Kemenag Sulbar Akan Menyembelih Hewan Kurban 15 Ekor Sapi 

Sabtu, 15 Juni 2024 - 14:39 WIB

Kapolda Sulbar Ajak Warga Jaga Lingkungan Tidak Menebang Pohon Secara Sembarangan 

Sabtu, 15 Juni 2024 - 13:47 WIB

Tabung Gas 3 Kg Langka di Mamuju, Sejumlah Pangkalan Tabung Diperiksa Polisi 

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:28 WIB

BPBD Sulbar dan Pengusaha Katering Sepakat : Dibayarkan Dalam Waktu Dekat ini

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:21 WIB

Raja Gowa ke 38 Andi Kumala Idjo Akan Kembali ke Istana Balla Lompoa

Kamis, 13 Juni 2024 - 21:50 WIB

Pemprov Sulbar Lakukan Penanaman Perdana Pisang Cavendish di Mateng

Berita Terbaru

error: Content is protected !!