Pidsus Kejari Majene, Mulai Keker Proyek Rehab Dermaga Palipi

- Jurnalis

Selasa, 14 Desember 2021 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Pidsus Kejari Majene, melihat langsung proyek rehab pembangunan dermaga Palipi yang dibiayai DAK tahun 2021.

Tim Pidsus Kejari Majene, melihat langsung proyek rehab pembangunan dermaga Palipi yang dibiayai DAK tahun 2021.

indigo99.com | Soal proyek rehab dermaga Palipi di Kecamatan Sendana Kabupaten Majene dengan anggaran 800 juta lebih, yang akhir – akhir ini menuai sorotan publik. Selasa ( 14/12 ), Tim pidana khusus ( Pidsus ) pada Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Majene, langsung ke titik lokasi proyek.

Konfirmasi kepada Kasi Pidsus Kejari Majene, Muhammad Syafa, kepada indigo99.com membenarkan bahwa tim Jaksa Pidana khusus ( Pidsus ) telah melihat langsung proyek tersebut di pelabuhan Palipi. Dari hasil pantauannya sebut Syafa, bahwa pekerjaan berpotensi tidak selesai dikerjakan sesuai jadwal.

“ Jika kami lihat, pekerjaan berpotensi tidak selesai dikerjakan sesuai jadwal.” singkatnya

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun proyek itu berpotensi, kata dia, namun Tim Pidsus belum bisa mengambil langkah hukum karena masih dalam proses kontrak dan belum rampung. Hanya saja kata dia, hal yang dilakukan melakukan klarifikasi kepada pemilik proyek atau pejabat terkait terhadap proyek rehab dermaga Palipi tersebut dengan mengundangnya.

“ Kami belum bisa melakukan tindakan, sebab masih dalam masa kontrak. Kami hanya bisa lakukan sebatas klarifikasi ke pihak pelaksana dan mengundang dalam waktu dekat ini, “ ucap Syafa kepada indigo99.com

Terpisah, Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulbar Fadli Syamsuddin, mengakui ada beberapa kendala. Setelah melihat kondisi dilapangan, pihak DKP akan segera melakukan tindakan tegas dengan pemutusan kontrak yang diperkirakan berakhir pada 17 Desember 2021 dengan masa 2 kali perpanjangan waktu.

Baca Juga :  Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku

Alasannya, sebut Fadli karena pihak Dinas sudah memberi toleransi kepada pihak Kontraktor dalam hal ini CV.Delara Karya sebanyak 2 kali SCM. Namun, rekanan tersebut sepertinya belum memperlihatkan itikad baik untuk menyelesaikan pekerjaan.

Bahkan, kata Fadli progresnya diperkirakan baru 4 persen. Seperti hasil kajian pihak inspektorat.

Fadli juga menjelaskan terkait kredit konstruksi.” Soal kredit konstruksi pihak DKP tidak terlibat. Kami hanya bertanggung jawab hanya pencairan uang muka 30 persen.

Sementara itu, PPTK Proyek Rehab Dermaga Palipi, Rusman menjelaskan bahwa proses awal proyek tersebut telah dilakukan dilakukan melalui ULP Provinsi Sulawesi Barat, dibuktikan dengan Berita Acara Hasil Pemilihan Nomor 04/BAHP/Pokja.46/Rehab.Dermaga/2021 tanggal 4 Juli 2021 dengan status pemenang tunggal

Kemudian, Rusman menyebut pelaksanaan pekerjaan dimulai setelah proses penandatanganan Surat Perjanjian dengan CV. Delara Karya selaku Pemenang Nomor 701.001.01.02.01/11/VII/2021 tanggal 15 Juli 2021.

Tanggal pekerjaan sebagaimana dalam SPMK terhitung mulai tanggal 19 Juli sampai dengan 15 November 2021 selama 120 hari kalender.

Sedangkan proses pengawasan pekerjaan diserahkan kepada Konsultan Pengawas CV. Planindo Consultant.

Selanjutnya, sebut Rusman pengguna Jasa, penyedia Jasa dan konsultan pengawas telah bersama sama melaksanakan peninjauan lapangan terkait permasalahan balok penyangga lantai dermaga yang strukturnya banyak mengalami kerusakan pasca dilakukan pembongkaran lantai dermaga.

Menurut Rusman, hasil kesepakatan yang dicapai pada saat itu untuk melakukan Contract Change Order (CCO) dan menghitung kembali volume
pekerjaan untuk mengakomodir item pekerjaan balok dermaga ( pengalihan volume ).

Baca Juga :  Sulbar Menghapus Air Mata Duka Palestina Dalam Peringatan Al Quds Day

Walhasil, kata Rusman proses penyusunan dokumen CCO menyebabkan penundaan pekerjaan sampai dengan ditandatanganinya Addendum Surat Perjanjian.

Hasil kesepakatan bersama dituangkan dalam Adendum 1 Surat perjanjian Nomor 701.001.02.01/1860/X/2021 Tanggal 8 Oktober 2021.

Dengan Lingkup perubahan Addendum ini adalah pengalihan volume sebagian item pekerjaan ( nilai kontrak tidak berubah ) dan reschedule jadwal pelaksanaan sehingga waktu pelaksanaan berubah terhitung mulai tanggal 19 Juli sampai dengan 25 Desember 2021 selama 164 hari kalender.

Selama proses pelaksanaan, menurutnya, sejak ditandatanganinya Addendum 1 Surat Perjanjian, CV. Delara Karya selaku penyedia jasa mengalami keterlambatan pekerjaan.

“Atas situasi ini, berdasarkan rekomendasi pengawas pekerjaan, kontrak dinyatakan kritis sehingga dilakukan SCM 1 pada tanggal 23 November 2021( berlaku 23 Nopember sd 10 Desember ) dan saat ini sudah sampai pada tahapan SCM 2 ( berlaku 10 Desember sd 17 Desember ),” sebutnya.

Rusman mengatakan, jika Target progress pada SCM 2 tidak dapat dipenuhi sebagaimana target yang telah ditetapkan, maka dilakukan SCM 3 dan selanjutnya dilakukan pemutusan kontrak.

“Dinas Kelautan dan Perikanan sebagai pengguna jasa, telah berupaya semaksimal mungkin melakukan pengendalian kontrak pekerjaan sesuai dengan mekanisme yang berlaku, telah memberikan kesempatan maksimal kepada penyedia untuk menyelesaikan pekerjaannya termasuk dalam hal ini pemberian uang muka yang menjadi hak dari pelaksana untuk digunakan modal operasional awal pekerjaan,” pungkasnya.

Pewarta indigo99.com : Mursalim Majid / Adji

Berita Terkait

Kapolda Sulbar Imbau Masyarakat Saat Mudik Balik Utamakan Keselamatan
Telorkan Puluhan Ranperda, Kolaborasi Pemerintah dengan DPRD Sulbar Dapat Pujian
11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  
Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang
Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan
Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang
Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku
Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu
Berita ini 465 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 April 2024 - 12:55 WIB

Kapolda Sulbar Imbau Masyarakat Saat Mudik Balik Utamakan Keselamatan

Minggu, 14 April 2024 - 11:15 WIB

Telorkan Puluhan Ranperda, Kolaborasi Pemerintah dengan DPRD Sulbar Dapat Pujian

Jumat, 12 April 2024 - 21:28 WIB

11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  

Jumat, 12 April 2024 - 10:56 WIB

Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang

Selasa, 9 April 2024 - 23:07 WIB

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 April 2024 - 15:39 WIB

Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku

Selasa, 9 April 2024 - 05:55 WIB

Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu

Minggu, 7 April 2024 - 18:13 WIB

Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi pengeroyokan.

Headline

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 Apr 2024 - 23:07 WIB

error: Content is protected !!