Peristiwa Tragis Anak Bunuh Orang Tua Kandung, Ini Kata Kapolres Mamasa

- Jurnalis

Kamis, 4 April 2024 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Mamasa tengah berbincang dengan warga yang ada di TKP, pasca pembunuhan.(F/Bung Wahyu)

Kapolres Mamasa tengah berbincang dengan warga yang ada di TKP, pasca pembunuhan.(F/Bung Wahyu)

MAMASA,indigo99.com | Pasca kejadian tragis anak bunuh orang tua kandungnya yang terjadi di Tanete Batu, Kecamatan Sumarorong Kabupaten Mamasa. Rabu kemarin 3 April 2024

Kapolres Mamasa AKBP Muhammad Amiruddin, kepada indigo99.com mengatakan, dari hasil keterangan yang dikumpulkan dilapangan diketahui motif dari anaknya ( pelaku ) tersebut karena diduga mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ) yang membuatnya tega membunuh orang tua kandungnya dengan benda tajam (Badik).

Kata dia, setelah pelaku menghabisi nyawa kedua orang tuanya, pelaku lantas mengangkat tubuh korban untuk diberikan dalam rumahnya. Setelah itu melarikan diri ke hutan dengan membawa anak kandungnya yang masih berusia 7 tahun. 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“ Fakta di lapangan dari hasil klarifikasi terhadap sejumlah saksi, pelaku menghabisi nyawa kedua orang tuanya di halaman sekitar rumah, pelaku mengangkat satu demi satu tubuh korban untuk dimasukkan dan dibaringkan ke dalam rumah.  Setelah itu, pelaku melarikan diri ke dalam hutan membawa anak kandung perempuannya yang masih berusia 7 tahun.” kata Kapolres Mamasa.

Lanjut kata Amiruddin, setelah pelaku membunuh kedua orang tuanya. Sekitar pukul 11.30 Wita pelaku tiba – tiba kembali mendatangi rumah miliknya atau tempat kejadian perkara (TKP). Bahwa di TKP pada saat itu sementara banyak berkumpul warga bersama dengan Nakes dari Puskesmas Messawa juga beberapa Anggota Polsek.

Baca Juga :  Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat

Ternyata kedatangan pelaku tidak disadari, dan ketika pelaku tiba di TKP secara langsung dan membabi buta mengejar warga dan orang – orang yang pada saat itu berkumpul di tempat tersebut. Sontak kerumunan warga dan berhamburan seketika untuk menyelamatkan diri.

Pengejaran yang dilakukan pelaku, akhirnya berhasil mendapati salah seorang yakni dokter perempuan yang diketahui bernama dr. Eka Palasa, tanpa belas kasih pelaku melalui petugas dokter di bagian lehernya dengan menggunakan parang.

Setelah menganiaya dr.Eka, pelaku lalu kembali mengejar salah seorang warga yg bernama Titus Tato dan lagi – lagi tanpa belas kasih menganiaya ybs dengan menusukkan badik miliknya yang juga dibawa dan dipegang di salah satu tangannya menusuk bahagian punggung belakang. 

Petugas Polsek Sumarorong yang berada di TKP saat dari awal setelah melihat kejadian beberapa kali berteriak dan mengeluarkan tembakan peringatan, akan tetapi hal itu tidak dipedulikan oleh pelaku. 

“ Tembakan peringatan yg diletuskan petugas tidak membuat takut pelaku, malahan pelaku lalu mendatangi petugas,” ungkapnya

Baca Juga :  Dukung Pj Gubernur Evaluasi 4 Pimpinan OPD, HMI Mamuju Minta Kadisdik Sulbar Dimutasi Di Tempat Lain

Dengan sigap petugas dengan mempertimbangkan bahwa tidak ingin adanya korban lain, akhirnya pada saat itu mengambil tindakan tegas terukur dengan melakukan penembakan ke bagian kaki untuk melumpuhkan pelaku. Ternyata timah panas yang bersarang di kaki pelaku tidak menyurutkan niatnya untuk tetap berjalan, dan saat parang yg dipegangnya akan diayunkan ke tubuh salah seorang petugas dan warga yg berada di tempat tersebut, dari situlah tembakkan lalu dilesatkan dan mengenai bahagian pinggang pelaku yg membuatnya tumbang dan meninggal ditempat.

Sementara Kedua korban seorang dokter dan seorang warga langsung dilarikan ke Rumah sakit Polewali dikarenakan kekhawatiran atas luka yg dialaminya yang diprediksi sangat parah.

Pasca kejadian Kapolres Mamasa bersama rombongan langsung mendatangi TKP dan memerintahkan anggotanya untuk melakukan pengamanan dan meninjau langsung proses identifikasi kepada korban. Sedangkan jasad pelaku dibawa langsung ke Rumah Sakit Bhayangkara Mamuju untuk diotopsi.

Dalam kejadian ini diketahui dua orang korban dan satu pelaku meninggal dunia, dan dua korban lainnya masih dalam perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah Polewali.

Editor : Aji

Berita Terkait

Kapolda Sulbar Imbau Masyarakat Saat Mudik Balik Utamakan Keselamatan
Telorkan Puluhan Ranperda, Kolaborasi Pemerintah dengan DPRD Sulbar Dapat Pujian
11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  
Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang
Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan
Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang
Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku
Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu
Berita ini 171 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 April 2024 - 12:55 WIB

Kapolda Sulbar Imbau Masyarakat Saat Mudik Balik Utamakan Keselamatan

Minggu, 14 April 2024 - 11:15 WIB

Telorkan Puluhan Ranperda, Kolaborasi Pemerintah dengan DPRD Sulbar Dapat Pujian

Jumat, 12 April 2024 - 21:28 WIB

11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  

Jumat, 12 April 2024 - 10:56 WIB

Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang

Selasa, 9 April 2024 - 23:07 WIB

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 April 2024 - 15:39 WIB

Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku

Selasa, 9 April 2024 - 05:55 WIB

Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu

Minggu, 7 April 2024 - 18:13 WIB

Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi pengeroyokan.

Headline

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 Apr 2024 - 23:07 WIB

error: Content is protected !!