Penanganan Hukum Kasus Korupsi KHL Tadui Jalan Ditempat

- Jurnalis

Kamis, 23 Desember 2021 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris HMI cabnag Mamuju, Dahril.

Sekretaris HMI cabnag Mamuju, Dahril.

indigo99.com | Penanganan hukum Kasus dugaan Korupsi penyalahgunaan kawasan hutan lindung dan komersialisasi lahan negara yang ada di Desa Tadui Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju, yang sudah lama di meja penyidik pidana khusus ( Pidsus ) Kejati Sulbar, kembali dipertanyakan publik.

Kali ini lagi – lagi HMI cabang Mamuju, di akhir tahun 2021 kembali mempertanyakan penanganan kasus dugaan korupsi yang menilai jalan ditempat yang sampai saat ini belum jelas ujungnya apakah ada tersangka atau tidak.

Seperti yang disampaikan oleh Sekretaris HMI cabang Mamuju, Dahril. Kepada indigo99.com, dengan tegas menyampaikan bahwa Kejati Sulbar harus serius alias tidak main – main serius dan tegas menangani kasus Korupsi khususnya kasus – kasus yang sudah naik di tingkat penyidikan. Salah satunya adalah penyidikan kasus dugaan korupsi kawasan hutan lindung yang ada di Desa Tadui.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mempertanyakan bagaimana proses penyidikan yang dilakukan oleh Kejati Sulbar, terkait dugaan penyalahgunaan kawasan hutan lindung dan komersialisasi lahan negara yang ada di Desa Tadui, serta mengkonversi hutan mangrove menjadi SPBU.” kata Dahril kepada wartawan media ini. baru – baru ini.

Baca Juga :  Tabung Gas di Karossa Lari ke Pengecer Harga Capai 35 Ribu Pertabung.

Dahril menyebutkan, beberapa bulan lalu penyidik Pidsus Kejati Sulbar, kasus kawasan hutan mangrove ini telah menaikkan ke tahap penyidikan dan berjanji akan menurunkan tim ahli untuk menghitung kerugian negara dan masih menunggu hasil audit BPKP.

Namun lanjut Dahril, saat melakukan kroscek di BPKP, berkas atau data yang di berikan Kejati Sulbar masih belum lengkap untuk melakukan audit.

“ Namun sampai hari ini kami telah menyambangi BPKP katanya pihak Kejati belum memenuhi beberapa berkas untuk melakukan perhitungan kerugian negara, ada apa ini ?. Kenapa saling lempar batu ?. Kami mempertanyakan kredibilitas teman teman di Kejati Sulbar, sebab kami menduga mereka main mata kepada pihak pihak yg telah merugikan negara.” ungkapnya.

Masih dia, terhadap kasus ini yang belum jelas titik terangnya. HMI cabang Mamuju akan terus mengawal hingga tuntas. Seperti dana DAK Pendidikan di Provinsi Sulbar, serta kasus kasus Korupsi lainnya yang sampai hari ini belum mampu diungkap oleh Kejati.

Baca Juga :  Hadiri Peluncuran Tahapan dan Tagline Pilgub 2024, Pj Gubernur Sulbar Bahtiar Puji KPU Sulbar

“ Persoalan yang ada di daerah ini terutama dugaan kasus mangrove ini, kami tegaskan akan terus mempertanyakan dan mengawal sampai dimana proses hukumnya.

Dahril yang menjadi korban penyerangan OTK di Sekretariat HMI cabang Mamuju menegaskan, terkait kasus Korupsi ini meminta kepada Kejaksaan Agung, harus mengganti bawahannya yang saat ini dianggap tidak mampu menyeret para penguasa yang merugikan keuangan negara di Sulbar dan menggantikan yang lebih progresif dan benar – benar berpihak kepada kepentingan negara.**

Penkum Kejati Sulbar, Amiruddin kepada media ini mengatakan bahwa sampai saat ini penanganan kasus dugaan korupsi kawasan hutan lindung mangrove di Desa Tadui, sampai saat ini masih terus dilakukan. Salah satu yang dilakukan mendatangkan saksi ahli kehutanan yang sudah melakukan tugasnya memeriksa lokasi atau objek kawasan hutan lindung itu. Dan hingga saat ini kata Amiruddin, masih menunggu penyelesaian laporan.

“ Ahli Kehutanan telah melakukan pemeriksaan lokasi dan sekarang proses penyelesaian laporan, “ singkat Mantan Kasi Pidsus Enrekang itu.

Pewarta indigo99.com : Adji

Berita Terkait

MP2 Sulbar Terus Tebar Kebaikan, 3 Warga Miskin di Polman Terima Bantuan
Tabung Gas di Karossa Lari ke Pengecer Harga Capai 35 Ribu Pertabung.
Menyambut Idul Adha 1445 H, Kanwil Kemenag Sulbar Akan Menyembelih Hewan Kurban 15 Ekor Sapi 
Dukung Persepakbolaan Majene, MP2 Sulbar Sukses Jadi Sponsor Utama Lotim Cup I 
Kapolda Sulbar Ajak Warga Jaga Lingkungan Tidak Menebang Pohon Secara Sembarangan 
Tabung Gas 3 Kg Langka di Mamuju, Sejumlah Pangkalan Tabung Diperiksa Polisi 
Bangunan Los Pasar Karossa Terbengkalai, Berubah Fungsi Jadi Gudang
BPBD Sulbar dan Pengusaha Katering Sepakat : Dibayarkan Dalam Waktu Dekat ini
Berita ini 306 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Juni 2024 - 23:17 WIB

MP2 Sulbar Terus Tebar Kebaikan, 3 Warga Miskin di Polman Terima Bantuan

Minggu, 16 Juni 2024 - 22:26 WIB

Tabung Gas di Karossa Lari ke Pengecer Harga Capai 35 Ribu Pertabung.

Minggu, 16 Juni 2024 - 12:56 WIB

Menyambut Idul Adha 1445 H, Kanwil Kemenag Sulbar Akan Menyembelih Hewan Kurban 15 Ekor Sapi 

Minggu, 16 Juni 2024 - 11:44 WIB

Dukung Persepakbolaan Majene, MP2 Sulbar Sukses Jadi Sponsor Utama Lotim Cup I 

Sabtu, 15 Juni 2024 - 14:39 WIB

Kapolda Sulbar Ajak Warga Jaga Lingkungan Tidak Menebang Pohon Secara Sembarangan 

Jumat, 14 Juni 2024 - 20:19 WIB

Bangunan Los Pasar Karossa Terbengkalai, Berubah Fungsi Jadi Gudang

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:28 WIB

BPBD Sulbar dan Pengusaha Katering Sepakat : Dibayarkan Dalam Waktu Dekat ini

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:21 WIB

Raja Gowa ke 38 Andi Kumala Idjo Akan Kembali ke Istana Balla Lompoa

Berita Terbaru

error: Content is protected !!