Pasien Nelayan Asal Kabuloang Sempat Tersandera, Pihak BPJS Kesehatan Mamuju Masih Bungkam

- Jurnalis

Rabu, 28 Februari 2024 - 23:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keluarga pasien nelayan yang berada di kamar RS Regional Sulbar.(Foto/Net)

Keluarga pasien nelayan yang berada di kamar RS Regional Sulbar.(Foto/Net)

MAMUJU,indigo99.com | Pasien yang tersandera di RS Regional Pemprov Sulbar, bernama Arman, akhirnya bisa bernafas lega setelah ada kesepakatan pihak keluarga pasien dengan pihak rumah sakit terhadap biaya pengobatan 30 juta untuk masuk di jalur umum.

Diketahui, setelah pihak BPJS Kesehatan Sulbar, menolak bertanggung jawab soal pembayaran atau biaya pengobatan. Pasien atas nama Arman yang bekerja sebagai nelayan harus pasrah mengikuti jalur umum. Dan beruntung, ada donatur yang berbaik hati membantu sebagian biaya pengobatan selama di rumah sakit. Bantuan tersebut bisa terkumpul uang sebanyak 15 juta dan sisanya masih sementara diupayakan dan minta kebijakan dari pihak RS Regional Sulbar.

“ Sudah ada mi yang bantu si pasien, ada donatur dan keluarga pasien patungan sehingga terkumpul 15 juta, dan sisanya akan masih ditanggung sesuai dengan jaminan dan kesepakatan bersama, karena ini masuk jalur umum,“ sebut Alimustakim, sebagai pendamping pasien

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alimustakim, kepada indigo99.com mengatakan, bahwa kabar tersanderanya salah seorang pasien di Rumah Sakit Sulbar, dikarenakan kartu BPJS Kesehatan milik pasien d nonaktifkan oleh pihak BPJS Kesehatan, dikarenakan pasien yang dibiayai belakangan diketahui luka diduga karenakan bom ikan. Hal inilah kata dia, pihak BPJS Kesehatan menolak membiayai warga nelayan asal Kabuloang Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju.

Baca Juga :  Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku

“ Pasien ini pihak BPJS tidak mau tanggung karena alasan kena bom ikan, namun disisi lain kita selalu kedepankan rasa kemanusiaan apalagi pasien ini adalah nelayan kodong. Untung ada donatur bersama keluarganya, patungan kumpul dana dan terkumpul uang total 15 juta, “ kata Mustakim, saat ditemui salah satu warkop di Mamuju. Rabu 28 Februari 2024

Terkait pasien yang ditahan akibat tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Media ini mencoba upaya konfirmasi kepada Direktur RS Regional Sulbar, dr Erna.

Menurut Erna, bahwa pihak RS tidak menyandera pasien, hanya saja tertahan karena BPJS Kesehatan tidak bersedia membiayai dengan alasan pasien luka karena bom ikan.

” Kami tidak sandera pak, hanya saja pasien ini tertahan karena belum ada biaya pengobatan sebab BPJSnya tidak ditanggung dengan alasan pasien ini luka akibat bom ikan, ” kata Erna.

Baca Juga :  Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang - Belang Dikabarkan Hilang

Terkait hal ini, Direktur RS Regional dr Erna, meminta kepada wartawan media ini melakukan konfirmasi langsung ke pihak BPJS Kesehatan Mamuju, soal alasan pihak BPJS Kesehatan tolak biaya pengobatan pasien nelayan tersebut

” Kalau persoalan kenapa pasien itu ditolak BPJS nya oleh pihak BPJS Kesehatan, silahkan mi’ konfirmasi langsung ke pihak BPJS Mamuju pak, karena pasti mereka tahu soal ini. Dan saya masih dalam perjalanan ini pak,” singkat Erna

Hingga berita ini tayang, wartawan indigo99.com mencoba melakukan upaya konfirmasi kepada pihak BPJS Kesehatan Mamuju terkait hal ini, terlihat masih bungkam menanggapi persoalan yang dialami pasien nelayan tersebut. Media ini, mencoba menghubungi Pimpinan BPJS Kesehatan Mamuju, namun belum ada tanggapan resmi atau rilis yang disampaikan ke redaksi indigo99.com soal jawaban atau persoalan pasien yang tiba – tiba ditolak pihak BPJS Kesehatan miliknya. Sebab Pimpinan BPJS Kesehatan masih berada di di luar kota.

 

Editor : Aji

Berita Terkait

Kapolda Sulbar Imbau Masyarakat Saat Mudik Balik Utamakan Keselamatan
Telorkan Puluhan Ranperda, Kolaborasi Pemerintah dengan DPRD Sulbar Dapat Pujian
11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  
Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang
Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan
Malam ini, Puluhan Penumpang Batik Air Terlantar di Bandara Tampa Padang
Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku
Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu
Berita ini 715 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 14 April 2024 - 12:55 WIB

Kapolda Sulbar Imbau Masyarakat Saat Mudik Balik Utamakan Keselamatan

Minggu, 14 April 2024 - 11:15 WIB

Telorkan Puluhan Ranperda, Kolaborasi Pemerintah dengan DPRD Sulbar Dapat Pujian

Jumat, 12 April 2024 - 21:28 WIB

11 Orang Terpidana Korupsi di Rutan Mamuju Dapat Remisi Khusus  

Jumat, 12 April 2024 - 10:56 WIB

Sehari Lebaran Idul Fitri, Seorang Warga Belang – Belang Dikabarkan Hilang

Selasa, 9 April 2024 - 23:07 WIB

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 April 2024 - 15:39 WIB

Tidak Terima Anaknya Tewas Dianiaya di Lokasi Sarang Walet, Orang Tua Korban Laporkan Pelaku

Selasa, 9 April 2024 - 05:55 WIB

Jelang Lebaran Harga Tabung 3 Kg di Malunda Tembus 40 Ribu

Minggu, 7 April 2024 - 18:13 WIB

Bus Borlindo VS Truk Car carrier 4 Tewas Ditempat

Berita Terbaru

Foto Ilustrasi pengeroyokan.

Headline

Seorang Pemuda Tewas Dikeroyok, Kades Dungkait Sesalkan

Selasa, 9 Apr 2024 - 23:07 WIB

error: Content is protected !!