Pasca Penetapan Tersangka Camat dan Sekcam Sidoan ini Kata Kabag Hukum Pemda Parimo 

- Jurnalis

Minggu, 28 April 2024 - 20:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Bupati Parimo.( F/Metrosulteng)

Kantor Bupati Parimo.( F/Metrosulteng)

PARIMO,indigo99.com | Pasca penetapan tersangka terhadap Dua pejabat eselon III di Kantor Kecamatan Sidoan Kabupaten Parigi Moutong ( Parimo ) Provinsi Sulawesi Tengah ( Sulteng ).

Dua pejabat itu adalah Camat Sidoan inisial SM bersama dengan sekretaris kecamatan inisial M. Keduanya ditetapkan menjadi tersangka setelah penyidik memiliki dua alat bukti yang cukup termasuk kerugian negara sebesar 100 juta lebih.

Terkait hal itu, indigo99.com mencoba melakukan konfirmasi kepada Pemda Parimo melalui Kabag Hukum Pemda Parimo, Moko  Ariyanto. Kata dia, soal kasus korupsi yang menimpa Dua pejabat di Kecamatan Sidoan, sangat disayangkan jika memang terbukti.

Namun kata dia, terkait kasus ini belum ada informasi yang berkompeten yang diterima Pemda Parimo. Jika sudah didapat akan disampaikan ke media.

Baca Juga :  Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya

“ Kalau memang terbukti sangat disayangkan. Akan kami sampaikan secara objektif bila telah mendapat informasi dari yang berkompeten, ” kata Moko. Minggu 28/4/24

Kata mantan Camat Mepanga itu, terkait adanya pejabat eselon tiga yang tersandung kasus korupsi. Kepada media ini, tidak punya kewenangan untuk menyampaikan ke Media selain ada perintah langsung dari bupati Parimo atau Sekda. 

“ ini rana pimpinan yang menyampaikan mas, secara sistem kami harus mendapat pemberitahuan secara tertulis sebagai dasar kami jika mau disampaikan ke media, “ jelas Moko.

Baca Juga :  Hari ini, Kapolda Sulbar Pecat 12 Personilnya, 4 Polisi Pasangkayu

Seperti diketahui, Cabang Kejaksaan Negeri di Tinombo, menetapkan dua tersangka baru kasus Tipikor pengelolaan DAU tahun anggaran 2021 – 2023 di Kecamatan Sidoan. Dua tersangka itu adal Camat dengan Sekcam Sidoan. Keduanya disebut – sebut  bertanggung jawab pada pengelolaan DAU di kantor Kecamatan Sidoan.

“Setelah dilakukan gelar perkara telah ditemukannya dua alat bukti yang cukup untuk ditetapkan menjadi tersangka. Seperti,on adanya LPj palsu dan dugaan pemotongan TPP. Serta kerugian negara ratusan juta lebih, “ ungkap Fauzipaksi, lewat sambungan teleponnya./Adi

Berita Terkait

Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 
Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa
Lomba Balap Katinting Piala MP2 Resmi Ditutup, Katinting Pasir Putih Tercepat 
Hidupkan Olahraga Tradisional, MP2 Bersama Yudis Friend Gelar Lomba Katinting 
Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya
Seorang Ayah Minta Keadilan kepada Kapolda Sulbar, Anaknya Babak Belur Pelaku Belum Ditangkap 
Kajari Mamuju dan Kajari Polman Hingga Aswas Masuk Daftar Mutasi Kejagung RI 
Pejabat Baru Kajati dan Wakajati Sulbar Diisi Nama ini
Berita ini 340 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Mei 2024 - 17:43 WIB

Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Minggu, 26 Mei 2024 - 19:01 WIB

Lomba Balap Katinting Piala MP2 Resmi Ditutup, Katinting Pasir Putih Tercepat 

Sabtu, 25 Mei 2024 - 17:43 WIB

Hidupkan Olahraga Tradisional, MP2 Bersama Yudis Friend Gelar Lomba Katinting 

Jumat, 24 Mei 2024 - 21:19 WIB

Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:32 WIB

Kajari Mamuju dan Kajari Polman Hingga Aswas Masuk Daftar Mutasi Kejagung RI 

Kamis, 23 Mei 2024 - 06:31 WIB

Pejabat Baru Kajati dan Wakajati Sulbar Diisi Nama ini

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:43 WIB

Program Tanam Sukun Pj Bahtiar Tuai Sorotan, 4 Program Kementan RI Terabaikan?

Berita Terbaru

YOVISTRA Antropometri  Full Set II  Ibu , Bayi dan Anak + Koper.(F ilustrasi /Yovistra)

Headline

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

error: Content is protected !!