Niat Nutupi Aib, Lima Pelaku Praktik Aborsi di Mamuju Ditangkap Polisi

- Jurnalis

Senin, 11 Oktober 2021 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto : Pelaku aborsi resmi ditetapkan menjadi tersangka oleh Polisi, setelah mengakui perbuatan nakalanya.

Ket Foto : Pelaku aborsi resmi ditetapkan menjadi tersangka oleh Polisi, setelah mengakui perbuatan nakalanya.

Indigo99.com | Seorang pria dengan teman perempuannya nekat melakukan praktik aborsi, di salah satu penginapan di kota Mamuju Kabupaten Mamuju. Dua sejoli yang nekat melakukan hubungan gelap ( Hugel ) itu, berhasil melakukan praktik nakal aborsi dengan memaksa mengeluarkan bayi mungil sekira umur 6 sampai 7 bulan dari mulut rahim ibunya dengan cara menggunakan obat keras.     

Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Pandu Arief Setiawan mengatakan, pengungkapan kasus tindak pidana Aborsi ini berawal dari laporan warga yang menemukan adanya gundukan tanah yang mencurigakan di daerah padang Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju. Namun saat gundukan tanah itu dibongkar oleh saksi, ditemukan bayi mungil terbungkus kain putih diperkirakan umur 6 sampai 7 bulan dan masih terlilit dengan tali plasenta. Setelah dilakukan pengembangan penyelidikan, Polisi berhasil mengetahui pelaku yang mengubur janin tersebut yang tak lain adalah ayah dari bayi inisial AA bersama adiknya inisial AD. Kepada polisi, pelaku mengaku mengubur bayinya karena menutupi aibnya dan prakti ini dilakukan pada hari Selasa tanggal 5 oktober 2021 jelang malam sekitar pukul 18.00 wita.  

” Kedua pasangan yang menjadi tersangka ini sepakat melakukan praktik aborsi untuk menutupi aibnya. Dan pelaku yang mengubur bayi tersebut adalah bapak kandungnya sendiri AA ditemani adiknya AD. Dan umur bayi itu diperkirakan 6 sampai 7 bulan dengan jenis kemalin prempuan dengan panjang 33 cm, ” kata Kasat Reskrim Polresta Mamuju, Pandu kepada sejumlah Media. Senin (11/10 )

Ket Foto : Tiga perempaun sebagai pelaku praktik Aborsi harus ternacma 10 tahun penjara.

Dari hasil pengembangan Polisi, meskipun bayi tersebut sudah jadi mayat, kehadiran bayi yang tak berdosa itu diketahui hasil hubungan gelap antara pria inisial AA dengan pacarnya SW. Lanjut kata dia, kesepakatan menggugurkan cabang bayi dilakuan dengan menggunakan obat yang diawasi penggunaannya oleh dokter atau daftar G.  

Dalam praktik aborsi lanjut Pandu, diketahui dibantu oleh kedua rekannya inisial ML dan RR yang juga merupakan dukun terlatih dengan meminumkan salah satu jenis obat penggugur kandungan kepada SW yang tak lain ibu anak tersebut. Rupanya praktik aborsi yang dilakukan para pelaku sukses. Dengan hanya menunggu beberapa hari hingga kontraksi hebat terjadi pada hari ke 5. Sang bayi mungil berjenis perempuan berhasil keluar dari mulut rahim ibunya SW dalam keadaan meninggal dunia.

” awalnya bapak bayi itu sekapat dengan pacarnya untuk menggugurkan bayinya. Atas bantuan Dua orang wanita inisial ML bersama RR yang juga sebagai dukun terlatih, memberikan obat penggugur kepada SW untuk diminum. Hanya berlangsung 5 hari, bayi tersebut berhasil keluar dari mulut rahim ibunya dalam kondisi meninggal dunia. Tak ingin ketahuan kelakuan nakal para pelaku, akhirnya Kelima pelaku sepakat mengubur bayi tersebut di salah satu tempat sepi, “ ungkap Pandu.

Baca Juga :  Polresta Mamuju Pantau Pelaksanaan PSU

Kelima tersangka tindak pidana Aborsi berhasil ditangkap oleh tim gabungan Reskrim Polresta Mamuju bersama tim Jatanras Polda Sulbar. Sejumlah barang bukti berhasil diamankan oleh Polisi, Salah satu diantaranya adalah kain putih untuk dipakai membungkus bayi malang itu.Kapas muka, obat – obatan yang dipakai dalam praktik aborsi, kunci kamar hotel yang digunakan tempat, foto jani dan handphone. Kelima tersangka ini, terancam dengan sanksi berat dengan pasal berlapis diantaranya, pasal 194 uu nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, pasal 348 ayat 1. Dengan ancaman 10 tahun penjara.

Diketahui dalam konferensi pers, polisi hanya menghadirkan Empat tersangka diantaranya adalah bapak bayi inisial AA, AD, RR, serta SR. Sedangkan ibu kandung dari bayi malang itu inisial SW masih dalam penanganan medis.|Aji     

Berita Terkait

Pasien Nelayan Asal Kabuloang Sempat Tersandera, Pihak BPJS Kesehatan Mamuju Masih Bungkam
Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera
Cerita Nenek Asal Sampaga Jadi Korban Hipnotis, 8 Komplotan Pelaku 7 Pelaku Asal Sulsel 1 Sulbar
8 Komplotan Pelaku Hipnotis Berhasil Gondol Uang 85 Juta Milik Warga Sampaga
Jatanras Polda Sulbar Berhasil Gulung 8 Komplotan Pelaku Hipnotis
Gegara Sabu, Seorang Anggota Polres Pasangkayu Dipecat
Pagi Tadi, Pemilik Wisma Rio Ditemukan Tidak Bernyawa
Ditpolair Polda Sulbar Tengah Selidiki Bom Ikan Meledak
Berita ini 3,656 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:08 WIB

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:33 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Februari 2024 - 11:33 WIB

Dorong Promosi Tenun Sekomandi, Bupati Mamuju Keluarkan Edaran Untuk ASN

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:02 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:45 WIB

Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

Rabu, 28 Februari 2024 - 09:36 WIB

Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme

Rabu, 28 Februari 2024 - 08:03 WIB

Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:04 WIB

Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Feb 2024 - 15:33 WIB

error: Content is protected !!