Nasib Proyek Dermaga Palipi di Ujung Tanduk

- Jurnalis

Senin, 13 Desember 2021 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketfot : Terlihat pembesian  dermaga masih bergelantungan diatas permukaan air laut tanpa cor.

Ketfot : Terlihat pembesian dermaga masih bergelantungan diatas permukaan air laut tanpa cor.

indigo99.com | Proyek abadi milik Pemerintahan Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ) yang lagi – lagi berada di areal pelabuhan Palipi Kecamatan Sendana Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat. Yang sebelum nya sudah banyak makan tumbal akibat tersandung kasus tindak pidana korupsi ( Tipikor ).  

Tahun ini 2021, Pemda Provinsi Sulbar, kembali menempatkan Satu paket proyek pembangunan rehab dermaga yang ada di Desa Palipi Kecamatan Sendana Kabupaten Majene, dengan pagu anggaran 800 juta lebih yang bersumber dari DAK 2021.

Berdasarkan informasi yang dihimpun indigo99.com, proyek rehab dermaga Palipi di wilayah Kecamatan Sendana Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ). Nampaknya menuai sorotan publik. Pasalnya, dana pekerjaan dikabarkan sudah sudah cair 70 persen namun estimasi atau bobot pekerjaan diduga baru mencapai 4 persen.  

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di lokasi pekerjaan, terlihat masih menumpuk sejumlah material yang belum dikerjakan, dan keberadaan rangka pembesian masih tergantung – gantung di permukaan laut karena belum dicor. Tidak hanya itu, dikabarkan gaji atau upah tukan juga belum dibayarkan. 

Direktur CV.Delara Karya Iqbal membenarkan jika proyek tersebut dikerjakan oleh H.Awin dengan dasar dipinjam. Bahkan sorotan publik itu kata Iqbal mengaku jadi korban setelah diketahui progres pekerjaan hingga minggu pertama bulan Desember tidak maksimal.  

Baca Juga :  Diapresiasi, Program OPD Sulbar Sapa Masyarakat Lewat Saluran Radio dan Tivi

” Saya ini korban, karena dia ( H.Awin ) meminjam perusahaan saya,” ujar Iqbal melalui telepon seluler kepada indigo99.com, Sabtu, 11 Desember 2021.

Terhadap proyek itu, Iqbal juga merinci soal pencairan uang muka sekitar 30 persen dan kredit konstruksi sekitar 40 persen. Bahkan, Iqbal mengaku pada saat pencairan langsung mentransfer ke rekening milik H.Awin.

“ Saya tidak tahu menahu karena pada saat pencairan uang muka 30 persen dan kredit konstruksi 40 persen uangnya masuk di rekening Awin.” sebut Iqbal.

Dia mengaku, terhadap proyek ini masa kontraknya akan berakhir tanggal 25 Desember 2021 mendatang. Tidak tahu menahu soal alasan proyek ini yang dikerjakan oleh Awin, padahal proses kontraknya pada bulan Agustus 2021 dan anggarannya sudah cair.

“ Saya tidak tahu pak kenapa sampai lambat padahal anggarannya sudah cair, “ singkat Iqbal.

Terpisah, Fadli Syamsuddin sebagai kuasa pengguna anggaran ( KPA ), yang tak lain Kadis Dinas Kelautan Perikanan ( DKP ) Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), kepada indigo99.com menyebutkan, bahwa sola proyek rehab dermaga Palipi itu saat ini sedang disorot publik. Meskipun demikian kata Fadli, proyek dermaga yang bersumber dari DAK itu sudah sesuai dengan prosedur yang ada, dimana sudah melalui lelang, penetapan pemenang dan pembuatan kontrak. 

Baca Juga :  Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

“ Saya tidak banyak tahu yang lebih paham teknisnya adalah PPK nya silahkan hubungi ya. Namun setahu saya prosedur sudah dijalani. “ujarnya

Fadli juga mengakui, bahwa batas kontrak proyek tersebut hanya sampai tanggal 25 Desember 2021. dan dikabarkan hanya estimasi pekerjaan baru 4 persen, namu kata dia, belum juga memastikan itu sebelum pihaknya belum meninjau langsung.  

“ informasi katanya baru Empat persen, dan itu memang sulit.  itu kan perkiraan diluar. Tetapi, kita lihat dulu di lapangan kan nanti pengawas akan turun, kan dia yang lebih tahu, “ terangnya.

Terhadap persoalan proyek Palipi itu, pihaknya akan kembali melakukan rapat bersama yang tentunya dihadiri oleh pihak perusahaan atau penyedia, setelah dilakukan SP3. rapat tersebut akan menghasilkan keputusan apakah dilanjutkan atau putus kontrak.   

“ makanya kita beritikad baik masih memberikan kesempatan jika tidak ada progres kami akan putus kontrak. Dan harus dipertimbangkan sesuai dengan prosedur yang ada, “ pungkas Fadli Syamsuddin.**

Pewarta indigo99.com : Mursalim Majid / Adji

 

Berita Terkait

Bawaslu Majene Sebut 30 Amplop Berisikan Uang Diduga Milik Oknum Caleg
4 Tersangka Korupsi IPLT Majene Tahap Dua, Siap Disidangkan
Disebut Bekingi Penebangan Liar, Ini Klarifikasi Oknum Aparat
Praktik Penebangan Kayu Ilegal di Ulumanda Diduga Dibekingi Oknum 
220 Nelayan Ikut Diklat Keselamatan, Kadis KP : Jangan Main – Main Soal Keselamatan di Laut
Kadis DKP Sulbar Benahi Fasilitas Air Bersih di Pelabuhan PPI Palipi
Kasus Korupsi IPLT dan PAMS Majene Seret 4 Orang Jadi Tersangka
TP PKK Provinsi Sulbar Kunjungi Desa Buttu Baruga
Berita ini 915 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:08 WIB

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:33 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Februari 2024 - 11:33 WIB

Dorong Promosi Tenun Sekomandi, Bupati Mamuju Keluarkan Edaran Untuk ASN

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:02 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:45 WIB

Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

Rabu, 28 Februari 2024 - 09:36 WIB

Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme

Rabu, 28 Februari 2024 - 08:03 WIB

Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:04 WIB

Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Feb 2024 - 15:33 WIB

error: Content is protected !!