Penetapan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dinas Kelautan Sulbar Masih Menunggu HPN

- Jurnalis

Senin, 15 November 2021 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto : Ilustrasi lahan penangakaran bibit ikan

Ket Foto : Ilustrasi lahan penangakaran bibit ikan

indigo99.com | Meskipun statusnya sudah naik dalam tahap penyidikan, namun kasus dugaan korupsi pada pengadaan lahan balai ikan sentral dan lahan aptorium karantina ikan tahun 2007 pada Dinas Kelautan dan Perikanan ( DKP ) Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), masih menunggu perhitungan hasil kerugian negara ( HPN ) yang dilakukan oleh BPKP Sulbar, sebelum dilakukan penetapan tersangka.

“ Sampai saat ini masih menunggu hasil HPN dari BPKP Sulbar, jika sudah ada itu penyidik kembali melakukan gelar perkara lalu dilakukan penetapan tersangka. Ya itu tadi masih menunggu HPN dari BPK, “ sebut Kabid Humas Polda sulbar, Syamsu Ridwan kepada indigo99.com. Senin ( 15/11 )

Selain itu kata dia, penyidik masih melakukan pemeriksaan saksi – saksi ahli sebagai pelengkap keterangan terhadap dugaan korupsi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“ Dan kita masih menunggu pemeriksaan saksi – saksi ahli, jika sudah rampung dan sudah ada ditangan HPN dari BPKP, kemungkinan sudah dilakukan penetapan tersangka setelah gelar perkara, “ katanya.           

Baca Juga :  Kasus Korupsi Dana Hibah KPU Majene 22,5 Miliar Seret 2 Orang ASN

Seperti dirilis oleh indigo99.com, Krimsus Polda Sulbar tengah melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi pada pengadaan lahan balai ikan sentral dan lahan aptorium karantina ikan tahun 2007 pada Dinas Kelautan dan Perikanan ( DKP ) Provinsi Sulawesi Barat, yang kini di meja penyidik Direktorat Reserse Kriminal khusus ( Krimsus ) Polda Sulawesi Barat ( Sulbar ). Dikabarkan penanganan kasusnya kini ditingkatkan naik ke penyidikan.

Direktur Krimsus Polda Sulbar, melalui Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol. Syamsu Ridwan, kepada indigo99.com membenarkan penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan balai ikan di DKP Provinsi Sulbar, sudah di tingkat penyidikan setelah dilakukan ekspose kasus beberapa hari yang lalu. 

“ Kasus ini uda digelar perkara pada tanggal 26 Agustus kemarin, itu disepakati bahwa dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lahan benih ikan itu dinaikan dari lidik menjadi penyidikan. Nampun penyidik kembali cari bukti lagi untuk kerugian negara dengan melayangkan surat ke pihak BPKP untuk mengetahui perhitungan kerugian negara, “jelas Kabid Humas kepada indigo99.com. Senin ( 11/10 ).

Baca Juga :  Proyek Memiliki Temuan LHP Tidak Lagi Diberikan Kesempatan Kerja Proyek di Sulbar

Terhadap kasus Korupsi, Krimsus Polda Sulbar, kembali melakukan penyidikan kasus korupsi di Sulbar. Dia berharap kepada semua pihak termasuk masyarakat untuk bersama – sama mengawasi semua kegiatan yang menggunakan baik APBD maupun APBN. Karena kata dia, jika korupsi ditemukan di suatu daerah pasti akan menghambat pembangunan.

Terkait kasus ini, kata dia, penyidik telah memeriksa saksi – saksi sebanyak 25 orang. Tentunya kata dia, setelah diketahui hasil perhitungan kerugian negara ( HPN ), kembali akan dilakukan gelar perkara dengan menentukan siapa tersangka kasus ini. 

“ Terhadap kasus ini penyidik telah memeriksa saksi- saksi sebanyak 25 orang. Biasanya kalau sudah dikantongi berapa HPN nya, penyidik akan menentukan calon tersangka. Namun sampai saat ini belum ada penetapan tersangkanya kalau calon tersangka ia ada kalau ditingkat penyidikan, “ jelas Syamsu kepada Indigo99.com.**

Pewarta indigo99.com | Adji    

 

Berita Terkait

Tabung Gas di Karossa Lari ke Pengecer Harga Capai 35 Ribu Pertabung.
BPBD Sulbar dan Pengusaha Katering Sepakat : Dibayarkan Dalam Waktu Dekat ini
Penyedia Katering di Mateng Mengeluh, Nasi Kotak di HKB Belum Dibayar BPBD Sulbar 
PMII Mamuju : Pegawai PNS Tidak Boleh Gunakan Tabung Subsidi 3 Kg 
Kabid Propam Polda Sulbar : Sanksi Tegas Anggota Live di Tiktok   
Jelang Hari Raya Kurban, Tabung Gas Subsidi Langka di Mamuju
Proyek Memiliki Temuan LHP Tidak Lagi Diberikan Kesempatan Kerja Proyek di Sulbar
Sikat Tabung Gas dan Elektronik, Dua Pria ini Ditangkap Polisi
Berita ini 677 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Juni 2024 - 23:17 WIB

MP2 Sulbar Terus Tebar Kebaikan, 3 Warga Miskin di Polman Terima Bantuan

Minggu, 16 Juni 2024 - 22:26 WIB

Tabung Gas di Karossa Lari ke Pengecer Harga Capai 35 Ribu Pertabung.

Minggu, 16 Juni 2024 - 12:56 WIB

Menyambut Idul Adha 1445 H, Kanwil Kemenag Sulbar Akan Menyembelih Hewan Kurban 15 Ekor Sapi 

Minggu, 16 Juni 2024 - 11:44 WIB

Dukung Persepakbolaan Majene, MP2 Sulbar Sukses Jadi Sponsor Utama Lotim Cup I 

Sabtu, 15 Juni 2024 - 14:39 WIB

Kapolda Sulbar Ajak Warga Jaga Lingkungan Tidak Menebang Pohon Secara Sembarangan 

Jumat, 14 Juni 2024 - 20:19 WIB

Bangunan Los Pasar Karossa Terbengkalai, Berubah Fungsi Jadi Gudang

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:28 WIB

BPBD Sulbar dan Pengusaha Katering Sepakat : Dibayarkan Dalam Waktu Dekat ini

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:21 WIB

Raja Gowa ke 38 Andi Kumala Idjo Akan Kembali ke Istana Balla Lompoa

Berita Terbaru

error: Content is protected !!