Mendikbud Pastikan Wilayah 3T Jadi Prioritas dalam Program Digitalisasi Sekolah

- Jurnalis

Kamis, 18 November 2021 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketfot : Siswa SDN Kondospata yang jauh dari kata layak belum tesentuh bantuan pemeerintah.

Ketfot : Siswa SDN Kondospata yang jauh dari kata layak belum tesentuh bantuan pemeerintah.

indigo99.com | Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, pemerintah akan memprioritaskan sekolah-sekolah di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di dalam program digitalisasi sekolah pada 2021. Nantinya, lewat program itu, sekolah di wilayah 3T akan menjadi prioritas untuk menerima bantuan berupa laptop, proyektor, serta perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK). 

“Digitalisasi sekolah itu tidak hanya penyediaan sarana TIK, tetapi juga mempermudah guru untuk memilih apa yang paling cocok untuk anaknya,” papar Mendikbud dalam rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (11/11/2020). 

Nadiem menjelaskan, program tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo. Dalam pelaksanaannya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Kemenkominfo akan bertugas untuk memenuhi kebutuhan jaringan internet di semua wilayah sasaran. Sementara itu, Kemendikbud bertugas menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukung digitalisasi di setiap sekolah. 

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jadi, itu yang pasti akan kami dorong untuk tahun depan, digitalisasi sekolah,” kata Nadiem saat melakukan kunjungan kerja di Kota Palu, Sulawesi Tengah. 

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Jumeri menjelaskan, anggaran digitalisasi sekolah pada 2021 mencapai Rp 3 triliun. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Rencananya, setiap sekolah akan menerima 15 unit laptop dan satu access point. Laptop tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, seperti asesmen kompetensi minimum, asesmen nasional, dan praktikum. 

Baca Juga :  Diduga Bom Ikan Meledak, Nelayan Asal Kabuloang Mendapat Perawatan Serius

“Total dana yang diinginkan untuk digitalisasi sekolah ini sebenarnya mencapai Rp 15 triliun. Namun, baru bisa dianggarkan Rp 3 triliun,” ujar Jumeri. 

Menurut Mendikbud, laptop dipilih sebagai salah satu sarana digitalisasi karena dinilai lebih tahan lama dan memiliki lebih banyak fungsi daripada tablet. Selain itu, laptop yang diberikan bisa digunakan oleh guru maupun siswa. 

Selain pengadaan perangkat elektronik, Kemendikbud juga berencana membuat platform khusus untuk para guru. Lewat platform tersebut, guru bisa dengan mudah memilih dan mengunduh kurikulum dalam bentuk modul-modul sehingga proses pembelajaran akan lebih efisien.

Penyesuaian dana BOS Lebih lanjut, Mendikbud mengatakan, pemerintah berencana untuk menyesuaikan besaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi sekolah-sekolah di wilayah 3T pada 2021. 

Nadiem menilai, kebijakan itu menjadi upaya pemerintah menjangkau dan meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah 3T agar mampu mengejar ketertinggalan dari sekolah-sekolah di kawasan perkotaan. 

“Tahun depan, kami akan prioritaskan pada sekolah yang jumlah muridnya sedikit dan daerah-daerah terluar, terdepan, dan terluar. Karena kasihan sekali, sekolah itu tidak menerima (dana BOS) yang banyak sekali,” kata Mendikbud saat berdiskusi dengan guru-guru SD Negeri 15 Palu, Kamis (5/11/2020). Padahal, kata Nadiem, sekolah-sekolah di wilayah 3T juga memiliki biaya-biaya untuk keperluan operasional sekolah. 

Baca Juga :  5 Santriwati Korban Pelecehan Seksual, Oknum Kepsek Terancam Bui 15 Tahun

Sementara itu, Nadiem memastikan, bagi sekolah besar dan mapan tidak akan ada pengurangan dana BOS pada 2021. 

“Kami akan pastikan, tidak ada dana BOS yang turun. Tapi untuk teman-teman kita di sekolah-sekolah kecil, daerah terluar, tertinggal, itu akan meningkat secara dramatis. Itu adalah yang namanya pro afirmasi, pro rakyat yang membutuhkan,” kata Mendikbud. 

Lebih lanjut, Mendikbud juga menyosialisasikan kebijakan terkait kebebasan penggunaan dana BOS yang seluruh keputusannya berada di tangan kepala sekolah. 

“Jadi, dana BOS sekarang bisa digunakan untuk guru honorer, beli laptop, beli pulsa, bahkan untuk membantu ekonomi guru-guru honorer. Silakan dimanfaatkan kemerdekaan kepala sekolah dalam mengelola dana BOS. Namun, tentunya dengan pelaporan yang transparan,” ujarnya.

Sebagai informasi, dalam kunjungan kerjanya di Kota Palu, Mendikbud mengunjungi beberapa sekolah, yakni SMK Negeri 8 Kota Palu, TK Alkhairat, TK Nurul Jamiah Talise, SD Negeri 15 Kota Palu, SMK Negeri 7 Kota Palu, dan SMA Negeri 2 Kota Palu. Selain memastikan pembangunan sekolah pasca gempa berjalan dengan baik, Mendikbud juga melakukan diskusi terbuka dengan para guru, kepala sekolah, dan para pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) terkait program dan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan. Pada saat kunjungan ke SMK Negeri 7 Kota Palu, Mendikbud meresmikan gedung simulator ruang praktik siswa pelayaran yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan gunting pita.**

Berita Terkait

Hari ini, KPU Mamuju Laksanakan PSU di 6 TPS
DKP Sulbar Terus Kembangkan Pembenihan dan Pembesaran Lobster
Diduga Bom Ikan Meledak, Nelayan Asal Kabuloang Mendapat Perawatan Serius
Gegara Bom Ikan Meledak Seorang Nelayan di Kabuloang Nyaris Tewas
Kecewa, Mahasiswa Universitas Wallecea Mamuju Segel Kampus
Peningkatan Nilai SPBE Tahun 2024
Pemilu 2024, Jatah Kursi PDIP di Sulbar Meningkat
Sabtu Besok, KPU Mamuju Gelar PSU di 3 TPS
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Februari 2024 - 12:02 WIB

Hari ini, KPU Mamuju Laksanakan PSU di 6 TPS

Jumat, 23 Februari 2024 - 16:22 WIB

DKP Sulbar Terus Kembangkan Pembenihan dan Pembesaran Lobster

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:31 WIB

Diduga Bom Ikan Meledak, Nelayan Asal Kabuloang Mendapat Perawatan Serius

Jumat, 23 Februari 2024 - 09:41 WIB

Gegara Bom Ikan Meledak Seorang Nelayan di Kabuloang Nyaris Tewas

Kamis, 22 Februari 2024 - 10:27 WIB

2 Tahun Buronan Tersangka Korupsi, Seorang Kades di Polman Berhasil Diringkus Tim Tabur

Rabu, 21 Februari 2024 - 16:52 WIB

Peningkatan Nilai SPBE Tahun 2024

Selasa, 20 Februari 2024 - 21:05 WIB

Pemilu 2024, Jatah Kursi PDIP di Sulbar Meningkat

Selasa, 20 Februari 2024 - 13:15 WIB

Sabtu Besok, KPU Mamuju Gelar PSU di 3 TPS

Berita Terbaru

Headline

Hari ini, KPU Mamuju Laksanakan PSU di 6 TPS

Sabtu, 24 Feb 2024 - 12:02 WIB

Kabid Perikanan budidaya, mengunjungi lokasi pembenihan dan pembesaran lobster air tawar di Kelurahan Rimuku.(Foto/Ucok)

Advertorial

DKP Sulbar Terus Kembangkan Pembenihan dan Pembesaran Lobster

Jumat, 23 Feb 2024 - 16:22 WIB

error: Content is protected !!