Massa Aksi Minta Penegak Hukum Police Line SPBU Tadui dan Ungkap  Ungkap Siapa Kosong – Kosong 

- Jurnalis

Senin, 4 Oktober 2021 - 06:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto : Massa HMI Cabang Mamuju, terlihat chaos dengan aparat dipintu masuk Kejati Sulbar.

Ket Foto : Massa HMI Cabang Mamuju, terlihat chaos dengan aparat dipintu masuk Kejati Sulbar.

 Indigo99.com | Puluhan pemuda yang mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mamuju, kembali menggeruduk kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat ( Sulbar ), setelah melakukan demo di kantor gubernur Sulbar. Kamis sore ( 30/9 ). Sejumlah tuntutan soal penanganan hukum korupsi menjadi dasar tuntutan HMI cabang Mamuju untuk meminta ditindak lanjuti.

Ahyar Ketua HMI cabang Mamuju, dengan tegas mengatakan sejumlah persoalan hukum yang ada di Sulawesi Barat ( Sulbar ), baik dari segi ekonomi, kesehatan, pendidikan dan sosial serta proses penegakan hukum dan kebijakan pemerintah yang semakin melemahkan masyarakat kecil.

Kata dia, persoalan – persoalan yang mendera Provinsi Sulbar, meminta kepada pihak Kejati Sulbar, untuk mengawasi dan menindak lanjuti sejumlah laporan, khususnya dugaan kasus Korupsi pendidikan dan kesehatan. Selain itu kata dia, meminta kepada penegak hukum untuk terus menindak lanjuti penanganan korupsi hutan lindung mangrove yang diatasnya ada sebidang usaha milik oknum anggota DPRD Kabupaten Mamuju.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

“ Kami meminta kepada Kajati Sulbar, untuk memasang police line SPBU karena berdiri di atas kawasan hutan lindung. Tolong pak, dipasangi garis police line, apalagi areal ini masih dalam penanganan hukum Kejati Sulbar.” pintanya.

Selain itu sebut Ahyar, meminta untuk membongkar kembali dugaan kasus korupsi pendidikan di tubuh SMK Provinsi Sulbar, yang menurut massa aksi ada kejanggalan yang harus diusut tuntas dan santer disebut kosong – kosong. Dan tegas mengatakan, bahwa korupsi pendidikan dan kesehatan akan terus suarakan.  

Baca Juga :  KPU Mamuju Siap Tindak Lanjuti Temuan Bawaslu

“ Yang lebih parahnya lagi teman – teman, Kejati berani harus mengungkap ini yang melibatkan yang dimaksud kosong – kosong ini diproses di pengadilan. Sebenarnya bukan kami yang usut ini, siapa kosong – kosong ini?. Kami datang disini bukan persoalan kami mau bicara korupsi karena kami punya kepentingan. Silahkan kalian korupsi, tetapi kami tidak akan menyuarakan kalau korupsi pembangunan gedung kalian. Tetapi, kalau korupsi pendidikan dan kesehatan maka kami akan lawan kalian, “ tegas Ahyar.                     

Pantauan media ini, menunggu lama massa aksi di pintu masuk kantor Kejati Sulbar, agar bisa ditemui Kajati Sulbar namun tak kunjung juga ditemui. Hal ini, aksi berujung chaos dengan aparat Kepolisian yang berjaga, hingga seorang massa aksi sempat dilarikan ke pos jaga karena pingsan.

Tidak berlangsung lama. Kajati berhasil menemui massa aksi diteras samping gedung Kejati Sulbar. Ada beberapa poin disampaikan langsung dihadapan Kajati Sulbar, dan berharap tuntutannya bisa disikapi dan ditindaklanjuti. Adapun tuntutan yang disampaikan oleh Ahyar diantaranya adalah   

  1. Mendesak Kejaksaan Tinggi untuk segera menyelesaikan kasus penyalahgunaan kawasan hutan lindung.
  2. Mendesak Kejaksaan Tinggi untuk segera memproses Kabid SMK atas dugaan kasus korupsi dana alokasi khusus selama ini dihentikan. 
  3. Meminta Kejaksaan Tinggi untuk mengawasi proses pengelolaan APBD Provinsi Sulawesi Barat terutama dana PEN.
  4. Mendesak Kejati Sulbar Provinsi Sulawesi Barat, untuk segera menutup dan memasang Police Line pada usaha yang berada di atas kawasan hutan lindung tanpa izin.
  5. Mendesak Kejati Sulbar, untuk segera memproses kasus tindak    pidana penyalahgunaan kawasan hutan lindung, kasus pembabatan hutan mangrove dikonversi menjadi SPBU.
  6. Mendesak Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Barat untuk segera merealisasikan program tanah objek reforma agraria ( Tora ).
  7. Meminta Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Barat untuk tidak merekomendasikan kawasan hutan lindung yang saat ini bersengketa kedalam program Tora.
Baca Juga :  4 Tersangka Korupsi IPLT Majene Tahap Dua, Siap Disidangkan

Sejumlah poin yang disampaikan di depan Kajati Sulbar, dengan inti meminta ” Tegakkan hukum seadil – adilnya ditanah Sulbar,” sebagai upaya dalam melakukan perlawanan terhadap segala kebijakan yang tidak pro terhadap masyarakat Sulbar. Usai penyampaian tuntutan di depan Kajati Sulbar, massa aksi pun tidak ingin mendengar jawaban dari Kajati dan massa aksi pun membubarkan diri dengan tenang sambil menerobos hujan.

Ditemui Kasi Penkum Kejati Sulbar, Amiruddin kepada pojokcelebes.com, mengatakan terkait tuntutan massa aksi HMI Cabang Mamuju, yang disampiakan kepada Kejati Sulbar, akan ditindak lanjuti untuk disampaikan kepada pimpinan Kejaksaan Tinggi Sulbar.

“ Jadi tuntutan adik – adik mahasiswa saya sudah ambil dan akan kami tindak lanjuti endingnya seperti apa ya tergantung petugas yang ditunjuk oleh pak Kajati yang untuk menangani hal itu. Kami tidak menjanjikan hasilnya seperti apa, karena yang dipertanyakan itu sudah naik ke penyidikan.” Singkatnya.|Aji    

 

Berita Terkait

DKP Sulbar Terus Kembangkan Pembenihan dan Pembesaran Lobster
Diduga Bom Ikan Meledak, Nelayan Asal Kabuloang Mendapat Perawatan Serius
Gegara Bom Ikan Meledak Seorang Nelayan di Kabuloang Nyaris Tewas
Kecewa, Mahasiswa Universitas Wallecea Mamuju Segel Kampus
Peningkatan Nilai SPBE Tahun 2024
Pemilu 2024, Jatah Kursi PDIP di Sulbar Meningkat
Sabtu Besok, KPU Mamuju Gelar PSU di 3 TPS
Berhasil Ungkap Kasus OTT Hingga Narkoba, 2 Satker Diganjar Penghargaan
Berita ini 566 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 16:22 WIB

DKP Sulbar Terus Kembangkan Pembenihan dan Pembesaran Lobster

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:31 WIB

Diduga Bom Ikan Meledak, Nelayan Asal Kabuloang Mendapat Perawatan Serius

Jumat, 23 Februari 2024 - 09:41 WIB

Gegara Bom Ikan Meledak Seorang Nelayan di Kabuloang Nyaris Tewas

Kamis, 22 Februari 2024 - 10:27 WIB

2 Tahun Buronan Tersangka Korupsi, Seorang Kades di Polman Berhasil Diringkus Tim Tabur

Rabu, 21 Februari 2024 - 22:40 WIB

Kecewa, Mahasiswa Universitas Wallecea Mamuju Segel Kampus

Selasa, 20 Februari 2024 - 21:05 WIB

Pemilu 2024, Jatah Kursi PDIP di Sulbar Meningkat

Selasa, 20 Februari 2024 - 13:15 WIB

Sabtu Besok, KPU Mamuju Gelar PSU di 3 TPS

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:30 WIB

Berhasil Ungkap Kasus OTT Hingga Narkoba, 2 Satker Diganjar Penghargaan

Berita Terbaru

Kabid Perikanan budidaya, mengunjungi lokasi pembenihan dan pembesaran lobster air tawar di Kelurahan Rimuku.(Foto/Ucok)

Advertorial

DKP Sulbar Terus Kembangkan Pembenihan dan Pembesaran Lobster

Jumat, 23 Feb 2024 - 16:22 WIB

error: Content is protected !!