Lima Perkara Pidum Kejari Majene Dihentikan Penuntutannya Lewat Restorative Justice

- Jurnalis

Kamis, 31 Maret 2022 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kajati Sulbar , Didik Istiyanta.

Kajati Sulbar , Didik Istiyanta.

MAMUJU, indigo99.com | Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat ( Sulbar ) kembali melaksanakan pemberhentian penuntutan perkara terhadap Lima kasus tindak pidana umum ( Pidum ) melalui restorative justice ( RJ ).

Pemberhentian Lima perkara ini setelah Kepala Kejaksaan Tinggi ( kajti ) Sulbar, Didik Istiyanta melaksanakan paparan perkara yang diusulkan untuk penghentian penuntutan berdasarkan Keadilan Restoratif yang berlangsung di tenda darurat bencana kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat.

Adapun Lima perkara yang dihentikan adalah :
1. Tersangka atas nama Asmadi Bin Ahmad dari Kejaksaan Negeri Majene, yang disangkakan melanggar Pasal 310 ayat (3) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
2. Tersangka Sopian S alias Pian bin Salman dari Kejaksaan Negeri Majene yang disangkakan melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang penganiayaan.
3. Tersangka Andi Ansar S. Alias Ansar Bin A.Muh. Said dari Kejaksaan Negeri Majene yang disangkakan melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang penganiayaan.
4. Tersangka Najibullah Alias Najib dari Kejaksaan Negeri Majene yang disangkakan melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang penganiayaan.
5. Tersangka Muhammad sidik Alias Sidik Bin Maharuddin dari Kejaksaan Negeri Majene yang disangkakan melanggar Pasal 351 ayat (1) KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang penganiayaan.

Baca Juga :  PTT di DKP Sulbar Minta Haknya Dibayarkan, Ini kata Kadisnya

Menurut Kajati Sulbar Didik Istiyanta, salah satu alasan dilakukan restorative justice pemberian penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif ini diberikan antara lain:

• Korban telah diberikan santunan biaya pengobatan oleh tersangka
• Para Tersangka baru pertama kali melakukan perbuatan pidana atau belum pernah dihukum
• Ancaman pidana denda atau penjara tidak lebih dari Lima tahun;
• Telah dilaksanakan proses perdamaian dimana tersangka telah meminta maaf dan korban sudah memberikan permohonan maaf.

Selanjutnya, JAMPidum memerintahkan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Majene untuk menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan ( SKP2 ) Berdasarkan Keadilan Restoratif, sesuai Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020 dan Surat Edaran JAMPidum Nomor: 01/E/EJP/02/2022 tanggal 10 Februari 2022 tentang pelaksanaan penghentian penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Baca Juga :  Kapolda Sulbar Ganjar Penghargaan Personil, Mulai Satreskrim Polresta Mamuju Hingga 19 Anggota Polair 

” Sebagai perwujudan kepastian hukum, dalam kurung waktu periode bulan Januari sampai dengan Maret tahun 2022, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat, telah menyelesaikan Sepuluh perkara yang diselesaikan berdasarkan RJ, ” terang Didik

Ekspose perkara dilakukan secara virtual yang dihadiri dan dipimpin langsung oleh JAMPidum Dr. fadil Zumhana, Direktur tindak pidana terhadap orang dan harta benda Agnes Triani, Direktur Narkotika dan Zat Adiktif lainnya Darmawel Azwar, pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum. Kasubdit Pra Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Bidang tindak pidana umum.

Dalam acara RG ini, selain di hadiri Kajati Sulbar, juga dihadiri wakil Kejati Sulbar Agustin, Koordinator Pidum B. Hermanto, Kepala Seksi Oharda Andi Sumardi, Kepala Seksi Narkotika dan Zat Adiktif lainnya Rika Adriani, Kepala Seksi Terorisme Dan Lintas Negara Nasarudin, Kepala Seksi Penerangan Hukum Amiruddin, Kepala Kejaksaan Negeri Majene Nursurya serta Kasi Pidum dan Penuntut Umum.

Pewarta indigo99.com : Adji

 

 

 

Berita Terkait

Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 
Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa
Lomba Balap Katinting Piala MP2 Resmi Ditutup, Katinting Pasir Putih Tercepat 
Hidupkan Olahraga Tradisional, MP2 Bersama Yudis Friend Gelar Lomba Katinting 
Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya
Seorang Ayah Minta Keadilan kepada Kapolda Sulbar, Anaknya Babak Belur Pelaku Belum Ditangkap 
Kajari Mamuju dan Kajari Polman Hingga Aswas Masuk Daftar Mutasi Kejagung RI 
Pejabat Baru Kajati dan Wakajati Sulbar Diisi Nama ini
Berita ini 223 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Mei 2024 - 17:43 WIB

Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Minggu, 26 Mei 2024 - 19:01 WIB

Lomba Balap Katinting Piala MP2 Resmi Ditutup, Katinting Pasir Putih Tercepat 

Sabtu, 25 Mei 2024 - 17:43 WIB

Hidupkan Olahraga Tradisional, MP2 Bersama Yudis Friend Gelar Lomba Katinting 

Jumat, 24 Mei 2024 - 21:19 WIB

Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:32 WIB

Kajari Mamuju dan Kajari Polman Hingga Aswas Masuk Daftar Mutasi Kejagung RI 

Kamis, 23 Mei 2024 - 06:31 WIB

Pejabat Baru Kajati dan Wakajati Sulbar Diisi Nama ini

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:43 WIB

Program Tanam Sukun Pj Bahtiar Tuai Sorotan, 4 Program Kementan RI Terabaikan?

Berita Terbaru

YOVISTRA Antropometri  Full Set II  Ibu , Bayi dan Anak + Koper.(F ilustrasi /Yovistra)

Headline

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

error: Content is protected !!