Lanjutan Proyek PEN Tahap II, Masalah Jalur Tapandullu Masih Dikoordinasikan Masyarakat 

- Jurnalis

Rabu, 9 Februari 2022 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi titik jalan yang tanggulnya sudah roboh akibat abrasi pantai.

Kondisi titik jalan yang tanggulnya sudah roboh akibat abrasi pantai.

indigo99.com | Proyek pekerjaan jalan yang didanai PEN tahap Dua  jalur Tapandullu Kecamatan Simboro Kabupaten Mamuju, sepanjang 1,7 Km dengan anggaran 30 Miliar di jalur jalan Tapandulu Kecamatan Simboro Kabupaten Mamuju, masih terus koordinasi antara pihak kontraktor dan masyarakat setempat.

Hal itu dikatakan oleh Kabid Bina Marga Dinas PU Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), Saparang, saat indigo99.com melakukan upaya konfirmasi.

Kata Saparang, proyek yang sudah berjalan itu diketahui baru dikerjakan baru 2,3 KM lebih sedangkan masih menyisakan 1,7 KM yang harus diselesaikan. Persoalan penyebab lambatnya proyek pembangunan jalan itu ditengarai adanya titik jalur pantai dengan panjang 250 meter yang memiliki volume besar sehingga butuh biaya yang besar.

“ Memang direncanakan jalurnya di pesisir pantai namun pada saat Mc nol, jika dilihat kalau di kerja akan memakan biaya yang besar karena volume besar. Dimana titik itu kalau abrasi ombak pasti meluap ke badan jalan karena memang punya tanggul putus – putus dan tidak maksimal, “ kata Saparang.

 

Ia mengaku, persoalan ini titiknya sudah Tiga kali dipindah hingga kelereng gunung namun terus tidak menemukan solusi. 

Baca Juga :  Perjalanan Haji Hanya Sampai di Jakarta, 8 CJH Asal Sulbar Jadi Korban Penipuan

“ karena tidak bisa dibangun di jalur dekat pantai karena butuh timbunan yang tinggi, sehingga dipindah beberapa kali namun tidak menemukan solusi. Ini menghabiskan waktu koordinasi saja, “ujar Saparang.   

Terkait persoalan ini, meskipun batas waktu pekerjaan sampai akhir maret 2022 namun pihak dinas terkait terus berkoordinasi dengan masyarakat setempat untuk bisa menemukan solusi yang tepat sehingga tidak ada yang dirugikan. 

“Persoalan ini masih terus kami bicarakan dengan pihak rekanan termasuk masyarakat setempat, yang pastinya kami terus cari jalan keluarnya, “pungkasnya.***

Pewarta indigo99.com : Adji

Berita Terkait

MP2 Sulbar Terus Tebar Kebaikan, 3 Warga Miskin di Polman Terima Bantuan
Tabung Gas di Karossa Lari ke Pengecer Harga Capai 35 Ribu Pertabung.
Menyambut Idul Adha 1445 H, Kanwil Kemenag Sulbar Akan Menyembelih Hewan Kurban 15 Ekor Sapi 
Dukung Persepakbolaan Majene, MP2 Sulbar Sukses Jadi Sponsor Utama Lotim Cup I 
Kapolda Sulbar Ajak Warga Jaga Lingkungan Tidak Menebang Pohon Secara Sembarangan 
Tabung Gas 3 Kg Langka di Mamuju, Sejumlah Pangkalan Tabung Diperiksa Polisi 
Bangunan Los Pasar Karossa Terbengkalai, Berubah Fungsi Jadi Gudang
BPBD Sulbar dan Pengusaha Katering Sepakat : Dibayarkan Dalam Waktu Dekat ini
Berita ini 345 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Juni 2024 - 23:17 WIB

MP2 Sulbar Terus Tebar Kebaikan, 3 Warga Miskin di Polman Terima Bantuan

Minggu, 16 Juni 2024 - 22:26 WIB

Tabung Gas di Karossa Lari ke Pengecer Harga Capai 35 Ribu Pertabung.

Minggu, 16 Juni 2024 - 12:56 WIB

Menyambut Idul Adha 1445 H, Kanwil Kemenag Sulbar Akan Menyembelih Hewan Kurban 15 Ekor Sapi 

Minggu, 16 Juni 2024 - 11:44 WIB

Dukung Persepakbolaan Majene, MP2 Sulbar Sukses Jadi Sponsor Utama Lotim Cup I 

Sabtu, 15 Juni 2024 - 14:39 WIB

Kapolda Sulbar Ajak Warga Jaga Lingkungan Tidak Menebang Pohon Secara Sembarangan 

Jumat, 14 Juni 2024 - 20:19 WIB

Bangunan Los Pasar Karossa Terbengkalai, Berubah Fungsi Jadi Gudang

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:28 WIB

BPBD Sulbar dan Pengusaha Katering Sepakat : Dibayarkan Dalam Waktu Dekat ini

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:21 WIB

Raja Gowa ke 38 Andi Kumala Idjo Akan Kembali ke Istana Balla Lompoa

Berita Terbaru

error: Content is protected !!