Kendalikan Inflasi, DKP Sulbar Intervensi Harga Ikan dengan Gelar Pasar Murah.

- Jurnalis

Selasa, 6 Februari 2024 - 06:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kadis KP Provinsi Sulbar, Dr. Suyuti Marzuki, S.PI., M.Sc, yang berlangsung di Aula DKP.(Foto Humas/DKP)

Kadis KP Provinsi Sulbar, Dr. Suyuti Marzuki, S.PI., M.Sc, yang berlangsung di Aula DKP.(Foto Humas/DKP)

MAMUJU,indigo99.com | Dinas Kelautan dan Perikanan ( DKP ) Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), menggelar rapat dengan tim pengendali inflasi lingkup DKP.

Rapat tersebut dipimpin langsung Kadis KP Provinsi Sulbar, Dr. Suyuti Marzuki, S.PI., M.Sc, yang berlangsung di Aula DKP. Senin, 05/02/2024.

Dalam rapat tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan ( DKP ) Provinsi Sulawesi Barat ( Sulbar ), akan terus berupaya menekan agar inflasi tidak merangkak naik melalui tim pengendalian inflasi DKP Sulbar, salah satu yang dilakukan adalah mengintervensi harga ikan dengan mengadakan pasar murah yang nantinya akan dibuka di Kabupaten Majene.

ADVERTISEMENT

ads.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut koordinator Tim Inflasi Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Sulbar, Wawan Jurwanto, untuk persoalan inflasi ini, tentu masih memerlukan diskusi secara kontinuitas. Menurutnya, khusus komoditas unggulan pada sektor perikanan seperti Tuna, Tongkol dan Cakalang (TTC) yang menjadi acuan pada diagram timbang yang disajikan oleh BPS, produksinya berkurang karena pada saat pendataan bukan pada musim penangkapan. Ditambah lagi dengan kondisi cuaca yang tidak berpihak kepada nelayan untuk melaut, sehingga di Bulan Maret dan April tentu akan terjadi kenaikan harga di pasaran.

Lebih jauh Wawan mengurai beberapa upaya yang dapat dilaksanakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan, seperti
1. Mengevaluasi kembali rantai nilai dan rantai pasok ikan di luar daerah untuk mengantisipasi kelangkaan ikan (harga di rantai pasok, ketersediaan, kualitas dan distribusi hasil perikanan)
2. Meningkatkan giat koordinasi dengan pelaku usaha penangkapan perihal penentuan daerah potensi penangkapan (fishing ground) dengan menambah armada penangkapan, teknik penangkapan dan jumlah trip.
3. Memberikan subsidi dana talangan hasil kerjasama dengan pihak BI atau pihak pemodal resmi.
4. Merekonstruksi secara bertahap rantai pasok pada sektor kelautan dan perikanan yang berkaitan dengan sub sektor lainnya.

Baca Juga :  Disebut Bekingi Penebangan Liar, Ini Klarifikasi Oknum Aparat

“Selain mengamankan pasar, kita juga harus mengamankan data. Jika data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) tidak sesuai dengan data hasil survey DKP, maka inflasi akan tetap terjadi jika berdasarkan survey SP2KP. Selain itu, koordinasi dengan BPS juga menjadi fkator penting untuk menentukan harga intervensi komoditas perikanan”, tutup Wawan Jurwanto.

Sementara Kadis KP Dr. Suyuti Marzuki, S.PI., M.Sc, bahwa permasalahan yang harus menjadi konsern adalah rantai pasok. Rantai pasok merupakan serangkaian proses yang menghubungkan beberapa pelaku untuk peningkatan nilai tambah bahan baku/produk dan mendistribusikannya kepada konsumen. Ketersediaan es balok menjadi salah satu bahan elemen penting dalam proses rantai pasok. Untuk itu, Suyuti menitahkan kepada Kabid. PDSPKP untuk segera membenahi pabrik es yang ada khususnya di pelabuhan perikanan.

Baca Juga :  2 Tahun Buronan Tersangka Korupsi, Seorang Kades di Polman Berhasil Diringkus Tim Tabur

“ Saat ini, komoditas perikanan yang menyumbang inflasi di Provinsi Sulawesi Barat yaitu ikan cakalang,katamba,dan selar. Sesuai perintah Pj. Gubernur, Kabupaten Majene adalah target kegiatan intervensi pasar berikutnya.”kata Suyuti

Masih dia, dan untuk Kabupaten Majene sendiri komoditas perikanan yang menyumbang inflasi adalah ikan cakalang. Ada enam titik lokasi yang akan menjadi target pelaksanaan kegiatan intervensi di Kabupaten Majene yakni di satu titik di Kecamatan Banggae dan dua titik di Taman kota dan tiga titik di Pasar Sentral Majene.

Menurut Suyuti, ada 4 hal yang harus diperhatikan dalam penanganan inflasi, yaitu :
1. Nilai rantai pasok
2. Ketersediaan komoditas
3. Kualitas komoditas
4. Distribusi komoditas.

Untuk di Kabupaten Mamuju, meskipun rantai pasok sudah terbilang bagus, tapi dianggap tetap harus mendapat perhatian, karena pada saat harga ikan tinggi makan akan para pedagang akan mengambil stok dari Kabupaten tetangga sehingga harga ikan akan menjadi mahal. Salah satu solusi untuk menangani hal di atas adalah melaksanakan kegiatan yang bersifat simbiosis mutualisme antara DKP dengan nelayan dan pedagang hasil perikanan.

Editor : Aji

Berita Terkait

DKP Sulbar Terus Kembangkan Pembenihan dan Pembesaran Lobster
Diduga Bom Ikan Meledak, Nelayan Asal Kabuloang Mendapat Perawatan Serius
Gegara Bom Ikan Meledak Seorang Nelayan di Kabuloang Nyaris Tewas
2 Tahun Buronan Tersangka Korupsi, Seorang Kades di Polman Berhasil Diringkus Tim Tabur
Kecewa, Mahasiswa Universitas Wallecea Mamuju Segel Kampus
Peningkatan Nilai SPBE Tahun 2024
Pemilu 2024, Jatah Kursi PDIP di Sulbar Meningkat
Sabtu Besok, KPU Mamuju Gelar PSU di 3 TPS
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Februari 2024 - 16:22 WIB

DKP Sulbar Terus Kembangkan Pembenihan dan Pembesaran Lobster

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:31 WIB

Diduga Bom Ikan Meledak, Nelayan Asal Kabuloang Mendapat Perawatan Serius

Jumat, 23 Februari 2024 - 09:41 WIB

Gegara Bom Ikan Meledak Seorang Nelayan di Kabuloang Nyaris Tewas

Kamis, 22 Februari 2024 - 10:27 WIB

2 Tahun Buronan Tersangka Korupsi, Seorang Kades di Polman Berhasil Diringkus Tim Tabur

Rabu, 21 Februari 2024 - 22:40 WIB

Kecewa, Mahasiswa Universitas Wallecea Mamuju Segel Kampus

Selasa, 20 Februari 2024 - 21:05 WIB

Pemilu 2024, Jatah Kursi PDIP di Sulbar Meningkat

Selasa, 20 Februari 2024 - 13:15 WIB

Sabtu Besok, KPU Mamuju Gelar PSU di 3 TPS

Selasa, 20 Februari 2024 - 10:30 WIB

Berhasil Ungkap Kasus OTT Hingga Narkoba, 2 Satker Diganjar Penghargaan

Berita Terbaru

Kabid Perikanan budidaya, mengunjungi lokasi pembenihan dan pembesaran lobster air tawar di Kelurahan Rimuku.(Foto/Ucok)

Advertorial

DKP Sulbar Terus Kembangkan Pembenihan dan Pembesaran Lobster

Jumat, 23 Feb 2024 - 16:22 WIB

error: Content is protected !!