Kelola Kawasan Hutan, Warga Puppuring Andalkan Produksi Buah Kemiri

- Jurnalis

Rabu, 6 April 2022 - 00:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masyarakat Desa Puppuuring sebagian besar mengandalkan buah kemiri.( Foto, Yusri )

Masyarakat Desa Puppuuring sebagian besar mengandalkan buah kemiri.( Foto, Yusri )

POLMAN, indigo99.com | Masyarakat Desa Puppuuring Kecamatan Alu Kabupaten Polewali Mandar, mengandalkan buah kemiri sebagai salah satu sumber penghasilan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan pengelolaan kawasan hutan.

Keberadaan kemiri di Desa Puppuring pada umumnya menjadi salah satu harapan masyarakat untuk meningkatkan ekonomi mereka, namun status lahan yang ada di Desa Puppuring sebagian besar adalah kawasan hutan merupakan bukan hak milik. Sebagaimana yang diketahui bahwa pengelolaan kawasan hutan harus hati – hati karena bisa saja berhadapan dengan hukum.

Namun dengan adanya peraturan Permen LHK 9 tahun 2021, tentang Pengelolaan Perhutanan Sosial sebagaimana aturan pelaksanaan dari ketentuan Pasal 247 Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kehutanan. Sehingga memberikan akses kemudahan bagi warga yang berdomisili di sekitar kawasan hutan atau kawasan perhutanan sosial tersebut sedikit legah dan merasa aman dalam mengelolah kawasan hutan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Majelis, salah seorang warga Desa Puppuring mengatakan bahwa di wilayahnya begitu banyak potensi sumber daya alam yang bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, namun terkendala pada pengelolaan kawasan.

Baca Juga :  Banding Diterima, Hukuman Penjara 3 Terpidana Korupsi Unsulbar Bertambah

“ini disini ada juga kawasan hutan, bukan tanah masyarakat. Tapi kita juga tetap mengolahnya yang terlanjur sudah dikelola sejak dahulu,” Kata Majelis

Menurut dia, bahwa saat ini dirinya sudah merasa aman mengelolah kawasan hutan tersebut, karena kelompok yang mereka tempati bergabung bersama warga lainnya yaitu Kelompok Tani Hutan ( KTH ) Saluloppo Desa Puppuring telah mendapat persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui perhutanan sosial tentang hak kelola kawasan hutan.

“ini kami bersyukur karena kami punya kelompok ada izinnya untuk mengelolah kawasan, ” tambahnya

Saat ini, buah kemiri terus meningkat seiring berjalannya waktu, sehingga masyarakat berharap agar pemerintah bisa memberikan bantuan pengolahan kemiri.

“kita berharap ini ada pengolahan kemiri supaya bukan lagi buah yang utuh di bawah keluar pak, apalagi jalanan kesini sangat tidak baik, ” kata Kemi salah satu anggota Kelompok Saluloppo

Baca Juga :  Penyedia Katering di Mateng Mengeluh, Nasi Kotak di HKB Belum Dibayar BPBD Sulbar 

Di tempat terpisah, Nenny Tandi Rapak. Kabid Pengelolaan DAS dan Perhutanan Sosial Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Barat, mengatakan bahwa Perhutanan Sosial adalah sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam kawasan hutan negara atau Hutan Hak atau Hutan Adat yang dilaksanakan oleh Masyarakat Setempat atau Masyarakat Hukum Adat sebagai pelaku utama untuk meningkatkan kesejahteraannya, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya dalam bentuk Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Adat dan kemitraan kehutanan.

“manfaat perhutan sosial bagi masyarakat adalah mereka mendapat pengakuan dan mereka mendapatkan perlindungan secara hukum dalam mengelolah kawasan hutan.” Kata Nenny

“ini adalah salah satu penyelesaian konflik, sengketa dalam hal pengelolaan kawasan hutan” tambahnya.

Selain kemiri, juga terdapat potensi lainnya seperti Kopi, madu, Durian, jagung, rotan dan masih banyak lagi sumber daya alam hasil hutan yang bisa dikelola oleh masyarakat sekitar kawasan dengan harapan masyarakat sejahtera hutan lestari.**

Pewarta indigo99.com : Tim

 

Berita Terkait

MP2 Sulbar Terus Tebar Kebaikan, 3 Warga Miskin di Polman Terima Bantuan
Tabung Gas di Karossa Lari ke Pengecer Harga Capai 35 Ribu Pertabung.
Menyambut Idul Adha 1445 H, Kanwil Kemenag Sulbar Akan Menyembelih Hewan Kurban 15 Ekor Sapi 
Kapolda Sulbar Ajak Warga Jaga Lingkungan Tidak Menebang Pohon Secara Sembarangan 
Tabung Gas 3 Kg Langka di Mamuju, Sejumlah Pangkalan Tabung Diperiksa Polisi 
Bangunan Los Pasar Karossa Terbengkalai, Berubah Fungsi Jadi Gudang
BPBD Sulbar dan Pengusaha Katering Sepakat : Dibayarkan Dalam Waktu Dekat ini
Raja Gowa ke 38 Andi Kumala Idjo Akan Kembali ke Istana Balla Lompoa
Berita ini 89 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Juni 2024 - 23:17 WIB

MP2 Sulbar Terus Tebar Kebaikan, 3 Warga Miskin di Polman Terima Bantuan

Minggu, 16 Juni 2024 - 22:26 WIB

Tabung Gas di Karossa Lari ke Pengecer Harga Capai 35 Ribu Pertabung.

Minggu, 16 Juni 2024 - 12:56 WIB

Menyambut Idul Adha 1445 H, Kanwil Kemenag Sulbar Akan Menyembelih Hewan Kurban 15 Ekor Sapi 

Sabtu, 15 Juni 2024 - 14:39 WIB

Kapolda Sulbar Ajak Warga Jaga Lingkungan Tidak Menebang Pohon Secara Sembarangan 

Sabtu, 15 Juni 2024 - 13:47 WIB

Tabung Gas 3 Kg Langka di Mamuju, Sejumlah Pangkalan Tabung Diperiksa Polisi 

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:28 WIB

BPBD Sulbar dan Pengusaha Katering Sepakat : Dibayarkan Dalam Waktu Dekat ini

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:21 WIB

Raja Gowa ke 38 Andi Kumala Idjo Akan Kembali ke Istana Balla Lompoa

Kamis, 13 Juni 2024 - 21:50 WIB

Pemprov Sulbar Lakukan Penanaman Perdana Pisang Cavendish di Mateng

Berita Terbaru

error: Content is protected !!