Kejati Sulbar Dalami Kerugian Negara, Dugaan Kasus Korupsi Pengalihan Kawasan Hutan Lindung Tadui

- Jurnalis

Senin, 4 Oktober 2021 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket Foto : Asisten Pidana Khusus Kejati Sulbar, Feri Mupahir

Ket Foto : Asisten Pidana Khusus Kejati Sulbar, Feri Mupahir

indigo99.com | Penyidikan dugaan kasus korupsi pengalihan kawasan hutan lindung di wilayah Desa Tadui Kecamatan Mamuju Kabupaten Mamuju,oleh tim penyidik tindak pidana khusus ( Pidsus ) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat ( Sulbar ), semakin intens dilakukan dengan mendalami kerugian negara yang ditimbulkan.

Diketahui ada kurang lebih 30 orang saksi –  saksi, termasuk pemilik SPBU Tadui, telah diperiksa oleh tim Pidsus Kejati Sulbar, hingga penanganan kasusnya sudah ditingkatkan naik ke penyidikan. Dan penyidik pun tidak terburu – buru menetapkan siapa saja calon tersangka dalam kasus ini, karena hasil perhitungan kerugian negara ( HPN ) yang dilakukan oleh tim auditor BPKP belum rampung dan belum di tangan penyidik Pidsus Kejati Sulbar.

Asisten Pidana Khusus ( Aspidsus ) Kejati Sulbar, Feri Mupahir kepada indigo99.com mengatakan, hingga saat ini penyidik Pidsus Kejati Sulbar, masih intens melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pihak auditor BPKP, seperti yang sudah dilakukan adanya permintaan penambahan data sebagai perhitungan kelengkapan kerugian negara.            

Baca Juga :  Wapres Ma'ruf Amin Kukuhkan KDEKS Sulbar.

“ Masih ada beberapa data yang diminta BPK-P untuk melengkapi perhitungan kerugian negaranya terhadap kasus kawasan hutan lindung. Dan itu sudah kami penuhi baru – baru ini. Ya tinggal menunggu hasil auditnya sajalah, “ kata Feri kepada pojokcelebes.com

Lanjut kata dia, untuk kasus dugaan pengalihan kawasan hutan lindung di Desa Tadui ini, kata dia, dalam penanganan kasusnya unsurnya sudah terpenuhi hingga dinaikkan statusnya penyidikan. Hanya saja kata dia, untuk lebih menguatkan dan lebih sempurna, penyidik harus mengantongi jumlah kerugian negara yang ditimbulkan. 

Baca Juga :  Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya

“ Kasus ini nantinya akan diekspos di internal Kejaksaan untuk disempurnakan.Apakah penyidikannya sudah lengkap atau masih ada unsur lain yang kurang. Semua ini dilakukan setelah hasil audit dari BPKP di tangan penyidik Kejaksaan, “ jelasnya

Seperti diketahui, kasus ini menyeruak setelah Kejati Sulbar, melakukan pneyelidikan soal adanya dugaan perluasan masuk ke areal kawasan hutan lindung yang ada di Desa Tadui. Dan areal ini sudah dimiliki oleh salah seorang pengusaha. Terhadap kasus ini, pihak BPN Kabupaten Mamuju, juga tidak lepas dari pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus ini, karena sebagian areal kawasan yang masuk dalam penyidikan Kejati Sulbar, telah diterbitkan sertifikat hak milik.|Aji   

Berita Terkait

Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 
Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa
Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya
Seorang Ayah Minta Keadilan kepada Kapolda Sulbar, Anaknya Babak Belur Pelaku Belum Ditangkap 
Program Tanam Sukun Pj Bahtiar Tuai Sorotan, 4 Program Kementan RI Terabaikan?
Polresta Mamuju Temukan Puluhan Juta Uang Palsu 
Hari ini, Kapolda Sulbar Pecat 12 Personilnya, 4 Polisi Pasangkayu
Pengadaan Alkes 2,5 Miliar Masuk Ranah Hukum, Komisi III DPRD Jadwalkan Hearing Mantan Kadinkes, PKK dan PPTK   
Berita ini 199 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 27 Mei 2024 - 17:43 WIB

Kades Dusunan Barat Bersama Sekdesnya Jadi Tersangka Korupsi 

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Minggu, 26 Mei 2024 - 19:01 WIB

Lomba Balap Katinting Piala MP2 Resmi Ditutup, Katinting Pasir Putih Tercepat 

Sabtu, 25 Mei 2024 - 17:43 WIB

Hidupkan Olahraga Tradisional, MP2 Bersama Yudis Friend Gelar Lomba Katinting 

Jumat, 24 Mei 2024 - 21:19 WIB

Sedang Mandi, Pria di Tampalang Nyaris Tewas Diserang Buaya

Kamis, 23 Mei 2024 - 11:32 WIB

Kajari Mamuju dan Kajari Polman Hingga Aswas Masuk Daftar Mutasi Kejagung RI 

Kamis, 23 Mei 2024 - 06:31 WIB

Pejabat Baru Kajati dan Wakajati Sulbar Diisi Nama ini

Rabu, 22 Mei 2024 - 17:43 WIB

Program Tanam Sukun Pj Bahtiar Tuai Sorotan, 4 Program Kementan RI Terabaikan?

Berita Terbaru

YOVISTRA Antropometri  Full Set II  Ibu , Bayi dan Anak + Koper.(F ilustrasi /Yovistra)

Headline

Proyek Alkes Dinkes Mamuju 2,5 Miliar, Rekanan Diperiksa

Senin, 27 Mei 2024 - 12:24 WIB

error: Content is protected !!