Kecewa, Petugas Pajak Usai Tagih Tunggakan SPBU

- Jurnalis

Selasa, 2 Agustus 2022 - 00:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATENG, indigo99.com | Salah seorang petugas pajak ( Penagih ), kecewa dengan pihak SPBU Karossa Kabupaten Mamuju Tengah ( Mateng ), selaku wajib pajak yang mengabaikan tagihan untuk tahun 2022 dengan satu alasan.

Muliadi, selaku petugas pajak Bumi dan Bangunan Desa Karossa Kabupaten Mamuju Tengah, mengaku mendatangi SPBU Karossa sebagai wajib pajak, dengan membawa bukti surat tagihan pajak PBB yang disebutkan sejak Bulan April dengan total 3 Juta lebih belum dilunasi oleh pihak wajib pajak.

Kata dia, saat menyerahkan lembaran tagihan tunggakan wajib pajak, pihak SPBU malah belum belum mau membayarnya dengan alasan usaha SPBU baru beroperasi beberapa bulan.

Muliadi juga menyebutkan, untuk tagihan wajib pajak jatuh temponya pada 31 Desember 2022. Namun kata dia Muliadi, tidak mesti menunggu baru disetor ke dinas terkait.

Muliadi mengaku, untuk tagihan wajib pajak milik SPBU Karossa, sebelum nya lancar dan tidak ada kendala.

“ ini yang terterah di dalam pajak itu totalnya hanya Rp.3.059.781 dan memang jatuh tempo pada tanggal 31 Desember 2022. Tetapi kita tidak menunggu tanggal jatuh tempo baru kita mau setor ke dinas terkait di Mamuju Tengah. Sebelum nya tidak seperti ini, kemarin – kemarin kalau saya datang menagih pajak langsung dikasih tidak ada alasan nanti jatuh tempo, “ keluh Muliadi.

Baca Juga :  Gegara Bom Ikan Meledak Seorang Nelayan di Kabuloang Nyaris Tewas

Terkait hal ini, dikonfirmasi kepada pemilik SPBU Karossa, Haji Laumma, kepada indigo99.com mengaku akan membayarnya karena itu kewajiban. Namun kata dia, pembayarannya nanti jatuh tempo Bulan Desember.

“ Itu tetap kami bayar, nanti masuk bulan Desember 2022 baru kami bayar. Karena SPBU Karossa beroperasi baru sekitar Tiga bulan, “ singkat Laumma.

Pewarta indigo99.com : Sahabuddin

Berita Terkait

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju
Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM
Pasien Nelayan Asal Kabuloang Sempat Tersandera, Pihak BPJS Kesehatan Mamuju Masih Bungkam
Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera
Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme
Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi
Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan
Cerita Nenek Asal Sampaga Jadi Korban Hipnotis, 8 Komplotan Pelaku 7 Pelaku Asal Sulsel 1 Sulbar
Berita ini 97 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:08 WIB

Kabar Pasien Nelayan Tidak Dilayani BPJS, ini Klarifikasi BPJS Kesehatan Mamuju

Kamis, 29 Februari 2024 - 15:33 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Februari 2024 - 11:33 WIB

Dorong Promosi Tenun Sekomandi, Bupati Mamuju Keluarkan Edaran Untuk ASN

Rabu, 28 Februari 2024 - 13:02 WIB

Bupati Mamuju Sutinah Pastikan Stok Bahan Pangan di Bulog Aman

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:45 WIB

Astaga! Tak Mampu Bayar Biaya Pengobatan 30 Juta, Seorang Pasien RS Regional Tersandera

Rabu, 28 Februari 2024 - 09:36 WIB

Kumham Sulbar Rakor Sistem Keamanan Peredaran Doktrin Kelompok Terorisme

Rabu, 28 Februari 2024 - 08:03 WIB

Tingkatkan Kemampuan Kehumasan Polri, Humas Polda Perlu Sertifikasi

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:04 WIB

Harga Sembako Meroket, PMII Mamuju Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terbaru

Advertorial

Bupati Mamuju Sutinah Terima Penghargaan HAM

Kamis, 29 Feb 2024 - 15:33 WIB

error: Content is protected !!