Kasus Korupsi KHL Tadui Potensi Ada Tersangka Baru

- Jurnalis

Rabu, 27 Juli 2022 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aspidsus Feri Mupahir didampini Kasi Penkum, Amiruddin, melakukan audensi perwakilan massa aksi saat terjadi demo di kantor Kejati Sulbar.

Aspidsus Feri Mupahir didampini Kasi Penkum, Amiruddin, melakukan audensi perwakilan massa aksi saat terjadi demo di kantor Kejati Sulbar.

SULBAR, indigo99.com | Kasus Korupsi pengaliahan kawasan hutan lindung ( KHL ) di Desa Tadui Kecamatan Mamunyu Kabupaten Mamuju, yang baru saja menahan 3 orang sebagai tersangka.

Aspidsus Kejaksaan Tinggi Sulbar Feri Mupahir, mengatakan kasus korupsi ini telah diselidiki sekira hampir Satu tahun sebelum menetapkan tersangka kasus alih fungsi lahan hutan lindung tersebut.

Dia menyebutkan, penanganan kasus ini hampir 60 orang sudah dimintai keterangan sebagai saksi, baik saksi ahli maupun pejabat ASN dari BPN. Penanganan kasus ini, penyidik telah mengantongi Dua alat bukti yang cukup sehingga statusnya dinaikan ke penyidikan hingga penetapan tersangka.

Dia menyebutkan, penghitungan dilakukan oleh ahli auditor BPKP dan ditemukan kerugian negara sebesar 2,8 Miliar.

Terkait kasus ini, penyidik masih intens mendalami kasus ini dan masih melakukan pemeriksaan beberapa oknum pejabat dari BPN Sulbar sebagai saksi yang ada kaitannya dengan kasus ini. Dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru.  

” Mantan Kepala BPN inisial HS yang menjabat saat itu sudah kita tahan. Tidak menutup kemungkinan akan ada penambahan tersangka baru,” sebutnya.

Baca Juga :  MP2 Sulbar Terus Tebar Kebaikan, 3 Warga Miskin di Polman Terima Bantuan

Dalam kasus ini, mengatakan mantan Kepala BPN dan tim tidak melakukan peninjauan pensertifikatan tanah, termasuk tidak melakukan koordinasi bersama lingkungan hidup bahwa kawasan tersebut masuk dalam kawasan hutan lindung.

“Tata cara penerbitan sertifikat sudah tidak benar karena tidak melakukan kroscek kelapangan. Dan sampai hari ini belum ada pencabutan, statusnya masih dalam kawasan hutang lindung,” pungkasnya.**

Pewarta indigo99.com : Aji

Berita Terkait

MP2 Sulbar Terus Tebar Kebaikan, 3 Warga Miskin di Polman Terima Bantuan
Tabung Gas di Karossa Lari ke Pengecer Harga Capai 35 Ribu Pertabung.
Menyambut Idul Adha 1445 H, Kanwil Kemenag Sulbar Akan Menyembelih Hewan Kurban 15 Ekor Sapi 
Dukung Persepakbolaan Majene, MP2 Sulbar Sukses Jadi Sponsor Utama Lotim Cup I 
Kapolda Sulbar Ajak Warga Jaga Lingkungan Tidak Menebang Pohon Secara Sembarangan 
Tabung Gas 3 Kg Langka di Mamuju, Sejumlah Pangkalan Tabung Diperiksa Polisi 
Bangunan Los Pasar Karossa Terbengkalai, Berubah Fungsi Jadi Gudang
BPBD Sulbar dan Pengusaha Katering Sepakat : Dibayarkan Dalam Waktu Dekat ini
Berita ini 574 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 16 Juni 2024 - 23:17 WIB

MP2 Sulbar Terus Tebar Kebaikan, 3 Warga Miskin di Polman Terima Bantuan

Minggu, 16 Juni 2024 - 22:26 WIB

Tabung Gas di Karossa Lari ke Pengecer Harga Capai 35 Ribu Pertabung.

Minggu, 16 Juni 2024 - 12:56 WIB

Menyambut Idul Adha 1445 H, Kanwil Kemenag Sulbar Akan Menyembelih Hewan Kurban 15 Ekor Sapi 

Minggu, 16 Juni 2024 - 11:44 WIB

Dukung Persepakbolaan Majene, MP2 Sulbar Sukses Jadi Sponsor Utama Lotim Cup I 

Sabtu, 15 Juni 2024 - 14:39 WIB

Kapolda Sulbar Ajak Warga Jaga Lingkungan Tidak Menebang Pohon Secara Sembarangan 

Jumat, 14 Juni 2024 - 20:19 WIB

Bangunan Los Pasar Karossa Terbengkalai, Berubah Fungsi Jadi Gudang

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:28 WIB

BPBD Sulbar dan Pengusaha Katering Sepakat : Dibayarkan Dalam Waktu Dekat ini

Jumat, 14 Juni 2024 - 19:21 WIB

Raja Gowa ke 38 Andi Kumala Idjo Akan Kembali ke Istana Balla Lompoa

Berita Terbaru

error: Content is protected !!